Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
26 Maret 2026
A A
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Share on FacebookShare on Twitter

Awal tahun 2026 tepat satu dekade saya lulus kuliah dan menapaki jenjang karier profesional. Ingatan saya terlempar ke masa itu, ketika anak muda awal 20 tahunan sibuk kesana-kemari berharap ada CV-nya nyangkut. Tentu saya memasukkan Jakarta sebagai list tujuan utama, iming-iming UMR yang tinggi membuat anak daerah seperti saya mudah tergiur.

Namun, ada beberapa realitas yang membuat saya shock ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta.

Ditipu ojek online di Jakarta

Awal tahun 2016 saya mendapatkan panggilan tes kerja salah satu perusahaan ritel di Jakarta. Perusahaan tersebut memberikan fasilitas tiket dan penginapan bagi peserta test calon karyawannya. Singkat cerita saya naik kereta dan turun di Stasiun Jatinegara. Teman saya yang lebih paham akan Jakarta mewanti-wanti agar naik taksi Blue Bird saja ke penginapan. Tapi ya, namanya darah muda, saya lebih memilih naik ojek online ke penginapan karena lebih murah meriah.

Itulah kali pertama saya mendownload aplikasi Uber. Sebagai pelanggan baru, saya mendapatkan 1 kali gratis perjalanan. Tarif yang tertera di aplikasi Rp5.000,- dicoret menjadi 0 rupiah. Awalnya saya tidak merasa aneh hingga driver ojol bertanya, “Baru pertama kali ke Jakarta Bang?”

Saya yang masih polos tentu menjawab dengan jujur. Sesampainya di lokasi penginapan si driver meminta ongkos 5 ribu rupiah. Tentu saya mengelak karena di aplikasi tertulis gratis. Si driver tetap ngotot hingga saya mengeluarkan selembar uang lima ribu rupiah daripada ribut. Ketika saya bercerita ke teman dia berkata, “Jangan tolol-tolol amat, Bro, walaupun gratis dia dapat uang dari aplikasinya. Kalo kamu bayar cash berarti dia dapat double,”

Anjir, baru turun dari stasiun saja sudah kena tipu.

BACA JUGA: Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja “Sat Set”, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai

Dilarang makan minum di Transjakarta

Di Jogja saya sering bepergian menggunakan bus kota atau Trans Jogja, tapi pengalaman naik Transjakarta sangatlah berbeda. Selain memiliki jalur tersendiri, Transjakarta memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar daripada Trans Jogja. Sebelum naik Transjakarta saya menyempatkan diri membeli cakwe di Abang penjual gorengan di sekitar halte. Setelah menunggu agak lama, bus Transjakarta yang kami tunggu akhirnya datang juga. Begitu dapat tempat duduk saya langsung menyantap cakwe tersebut dengan membaluri saos tomat sebelumnya.

Baca Juga:

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Beberapa menit kemudian saya merasa aneh dan bergumam, “Ini kok orang-orang pada lihat ke arah saya?”. Dan selang berapa lama kondektur atau pramugara bus Transjakarta mendatangi saya, “Maaf Mas, dilarang makan-minum di Bus Transjakarta,” Saya yang tidak tahu tentang peraturan tersebut menjadi malu dan langsung berhenti mengunyah.

Merasa kasir Indomaret bekerja tidak memakai hati

“Selamat datang di Indomaret, Selamat Berbelanja!” merupakan SOP yang wajib dilakukan oleh penjaga toko Indomaret ketika ada pelanggan yang singgah. Tapi anehnya saya merasa kasir Indomaret di Jakarta menyampaikan hal tersebut hanya sebatas prosedural SOP saja, terkesan dingin tanpa tersenyum dan pakai hati.

Lain halnya dengan di Jogja, bukan bermaksud meromantisasi, pelayan Indomaret menyampaikan salam khas Indomaret tersebut dengan senyum, sapa dan santun. Entah rasanya saat itu pengin cepet-cepet selesai urusan di Jakarta dan segera pulang ke Jogja.

Itulah 3 culture shock sederhana yang saya alami ketika menapakkan kaki di Jakarta untuk pertama kalinya. Tampaknya doktrin Ibu Kota lebih kejam daripada Ibu Tiri membuat Jakarta selalu serba salah di mata saya.

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh

Tags: Jakartakehidupan jakartakerja di jakartatransjakartauber
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

5 Spot Foto Outdoor Paling Instagrammable di Jakarta Saat Ini

5 Spot Foto Outdoor Paling Instagrammable di Jakarta Saat Ini

8 Maret 2023
Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek Mojok.co

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek

10 Januari 2025
Sleeper Bus Juragan 99 Trayek Malang Jakarta, Bus "Angkuh" yang Bikin KA Eksekutif Jadi Nggak Worth It bus malang-jakarta kereta api eksekutif

Sleeper Bus Juragan 99 Trayek Malang Jakarta, Bus “Angkuh” yang Bikin KA Eksekutif Jadi Nggak Worth It

5 Juli 2024
Pasar Malam Kramat Jati, Pasar Unik dengan Konsep Drive Thru

Pasar Malam Kramat Jati, Pasar Unik dengan Konsep Drive Thru

21 September 2023
Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana. (Unsplash.com)

Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana

24 Juli 2022
Membantah Nasihat Ibu, Rela Hidup Menderita di Jakarta (Shutterstock)

Rela Tetap Bertahan dan Menderita di Jakarta walau Disuruh Ibu Pulang Kampung karena Yakin di Jakarta Semua Mimpi itu Ada

24 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Apa Harga Sepadan untuk Kamu yang Bekerja Sampai Lelah? (Unsplash)

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

23 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
Lirik Lagu Narsis Sheila on 7 Perisai Terbaik dari Patah Hati (sheilaon7.com)

Mendengarkan Lirik Narsistik Sheila on 7 Adalah Cara Terbaik Menghibur Diri Setelah Berkali-kali Ditolak Cinta

22 Maret 2026
5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

23 Maret 2026
Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia
  • Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia
  • 3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja
  • Kelalaian Sopir Truk DLH Kota Semarang bikin Sampah Tumpah Berceceran di Jalan, Langsung Terima Teguran demi Kenyamanan
  • Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu
  • “Tunggu Aku Sukses Nanti”: Ketika Sandwich Generation Bermimpi, Orang Lain Tak Kehabisan Cara Buat Mencaci

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.