Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
25 Juni 2024
A A
Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren Mojok.co

Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya warga Kota Bandung yang tinggal di Kecamatan Coblong. Saya sering menerima ejekan teman-teman karena tinggal di Coblong. “Pantesan datangnya lama, datangnya juga dari desa” adalah ejekan yang paling sering saya terima ketika janji ketemuan di pusat kota. Kebetulan, teman-teman saya tinggal di Kecamatan Sumur Bandung dan Astana Anyar yang lokasinya nggak jauh dari pusat kota. 

Saya beri sedikit gambaran soal Kecamatan Coblong ya. Kecamatan ini terletak di ujung utara Kota Bandung. Coblong berbatasan langsung dengan Lembang Lembang, Kabupaten Bandung Barat di sisi utara. Sementara di sisi timur, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Letaknya yang terpencil itulah yang membuat warga kecamatan lain nggak begitu menganggap kecamatan ini. 

Padahal kalau mau mengulik lebih jauh, kecamatan seluas 743,3 hektar persegi itu nggak bisa disepelekan begitu saja. Saya yakin, kalau warga Kota Bandung mau serius melakukan penelusuran seperti saya, mereka bakal sungkem dengan kecamatan juga dikenal dengan sebutan Dago ini. 

#1 Kecamatan dengan beberapa kampus ternama di Bandung

Letak Kecamatan Coblong boleh terletak di pucuk, tapi fasilitas pendidikan tinggi yang ada di sana lengkap. Bagaimana tidak? Terdapat beberapa kampus ternama yang terletak di Coblong.

Kampus swasta di Coblong ada Unikom (Universitas Komputer) dengan kampusnya yang megah di Jalan Dipati Ukur, Lebakgede. Adapun kampus negerinya ada Unpad (Universitas Padjadjaran) yang terletak juga di Jalan Dipati Ukur dan ITB Ganesha yang terletak di antara jalan Ganesha dan Jalan Tamansari Bandung.

#2 Coblong Kota Bandung punya fasilitas kesehatan yang lengkap

Jangan risau jika sedang sakit di Kecamatan Coblong. Mungkin letaknya tidak berada di pusat kota, tapi kecamatan ini punya fasilitas kesehatan yang lengkap. Di sana terdapat puskesmas yang terus dikembangkan secara bertahap sebagai fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, di Coblong Kota Bandung, terdapat rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut atau sedang dalam kondisi gawat darurat. Salah satunya, RS Santo Borromeus yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda.

#3 Punya jalur alternatif menuju banyak wisata di daerah kabupaten

Kecamatan Coblong memiliki Jalan Ir. H. Djuanda yang bisa menjadi alternatif jalan menuju berbagai tempat wisata di daerah kabupaten. Misalnya, jadi penghubung tempat wisata Taman Hutan Raya Pakar di Kabupaten Bandung. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi penghubung antara Jalan Sukaresmi dan Dago Giri yang merupakan akses alternatif ke tempat wisata di Lembag. Seperti yang kita tahu, ada banyak tempat menarik di Lembang seperti Dago Dreampark, Gunung Batu Lembang, Taman Begonia, dll. 

Baca Juga:

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

#4 Coblong menjadi paru-paru kota

Pernah saya tulis artikel mengenai adanya hutan kota di baksil. Nah, hutan kota tersebut terletak di Kecamatan Coblong. Sebetulnya keberadaan hutan kota itu mencerminkan rata-rata tempat di Coblong masih kaya dengan pepohonannya. Coblong semacam jadi paru-paru kota. 

Sayangnya hal-hal seperti ini yang luput dari warga kecamatan lain. Mereka terlalu sibuk membangakan kecamatan lain yang dekat dengan pusat kota, membangga-banggakan daerahnya yang punya mall dan gedung tinggi. Padahal, dalam jangka lama, pembangunan seperti itu nggak banyak menguntungkan warga. 

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2024 oleh

Tags: Bandungcoblongcoblong kota bandungJawa Baratkota bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Tragedi di Balik Indahnya Wisata Pantai Pangandaran (Unsplash.com)

Tragedi di Balik Indahnya Wisata Pantai Pangandaran

20 Agustus 2022
4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

26 Mei 2024
Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah (Unsplash)

Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah

8 Februari 2023
Mengenal Arcamanik, Kecamatan Paling Elit di Kota Bandung Mojok.co

Mengenal Arcamanik, Kecamatan Paling Elit di Kota Bandung

22 Desember 2024
Bandung Kota Kuliner, tapi Orang Asli Bandung Jarang Kulineran braga

Nasib Jalan Braga setelah Pandemi

25 Oktober 2022
Apa Itu Ikea Date? Masyarakat Jawa Barat, sih, Ngertinya Borma Date! terminal mojok.co

Apa Itu Ikea Date? Masyarakat Jawa Barat, sih, Ngertinya Borma Date!

23 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.