Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
5 September 2021
A A
kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kadang kalau orang kepergok salah, mereka akan terlihat dua kali lebih tolol. Misal ada pengendara motor tanpa SIM, ketika diciduk kadang pura-pura bisu sampai kesurupan Jin Astrea. Atau saat ada koruptor kena OTT, tiba-tiba jadi tolol sampai lupa ingatan.

Tapi lebih menyebalkan ketika sistem pemerintahan kepergok salah. Sudah terlihat tolol, malah melakukan tindak lanjut yang tidak relevan. Saya pengen mencibir manajemen konflik dalam tataran pemerintahan ini, tapi nanti dulu. Karena saya ingin menyoroti perkara kebocoran data identitas Presiden Jokowi.

Beberapa hari sebelum tulisan ini terbit, tersiar kabar perihal data vaksinasi Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah unggahan akun Twitter, terlihat bahwa Jokowi telah menerima vaksin ketiga. Tapi, yang disorot masyarakat adalah perkara Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jokowi bocor ke masyarakat.

NIK memang perlu dijaga sebaik mungkin. Bocornya nomor NIK dan nomor kartu keluarga bisa berujung pada penggunaan data dengan tidak bertanggung jawab. Dan kalau NIK orang nomor satu di Indonesia yang bocor, sudah pasti setiap orang berhak ketakutan.

Data sudah bocor, lalu apa solusi pemerintah? Nah di sinilah saya gemas dengan solusi itu. Pertama adalah saling lempar kesalahan. Pihak Kominfo menuding kebocoran data NIK Jokowi karena kesalahan KPU. Menurut Kominfo, data NIK Jokowi bocor karena dicantumkan dalam profil capres yang dibagikan oleh KPU saat pemilu 2019.

Dari sisi DPR, Puan Maharani juga menyayangkan kebocoran NIK Jokowi ini. Solusi yang diberikan: DPR membentuk panitia kerja khusus untuk asesmen menyeluruh perkara kebocoran data pribadi masyarakat. Yah apa sih yang bisa kita harapkan dari para wakil rakyat ini. Mungkin jika Anda melaporkan kunci kos hilang, DPR akan membentuk Panitia Kerja khusus untuk melakukan asesmen perihal dampak kehilangan kunci Anda pada penanganan pandemi.

Tapi, solusi paling ra mashok adalah dari Kemenkes. Sebagai sikap tanggap terhadap kebocoran data ini, Kemenkes menutup data para pejabat. Alasannya karena data para pejabat negara kemungkinan besar ikut bocor bersama data NIK Jokowi. Jadi demi melindungi data diri para pejabat, data pemangku kebijakan ini ditutup.

Sebentar. Mari kita tarik ke awal. NIK Jokowi bocor, dan kemungkinan data seluruh rakyat Indonesia punya potensi bocor. Lalu demi mencegah data bocor lebih besar, data diri para pejabat ditutup. Nah pertanyaannya, data diri kita bagaimana? Apakah data diri masyarakat umum tidak lebih terancam dari data pejabat?

Baca Juga:

Pengalaman Mahasiswa KIP Kuliah yang Nekat Pinjol: Awalnya Merasa Butuh tapi Malah Kecanduan dan Berakhir Menderita

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Puan Maharani menekankan bahwa data bocor ini berpotensi disalahgunakan untuk pinjaman online (pinjol) ilegal. Pertanyaannya adalah, siapa juga yang nekat login akun pinjol menggunakan NIK Jokowi. Dajjal saja tidak terpikir untuk berbuat segila itu.

Tidak usah NIK Jokowi, Andai NIK pejabat lain bocor juga tidak akan laku untuk pinjol. Apa terbayang, Anda mengisi identitas pinjol dengan nama: “LUHUT BINSAR PANJAITAN”, pekerjaan: “KOLOM TIDAK CUKUP”. Dan lagi, kalau sampai aplikasi pinjol ini meneror para pejabat tadi, sama saja mereka bunuh diri. Lha wong mengkritik pejabat lewat mural saja berkasus, apalagi menagih hutang yang embuh dari mana.

Saya tidak melihat urgensi menutup data para pejabat. Yang urgen adalah menutup seluruh data masyarakat Indonesia dari penyalahgunaan. Apalagi bicara data bocor karena upaya penyelamatan dari pandemi yang sudah setahun lebih ini. Contohnya kebocoran data di PeduliLindungi. Kalau memang aplikasi PeduliLindungi masih banyak celahnya, kenapa dipakai untuk menyimpan data terpenting seorang warga negara?

Padahal kalau memang banyak celah, sebaiknya jangan dipakai untuk menyimpan data penting. Atau, paling nggak, digarap secara serius lah. Masak aplikasi penting kalah aman sama gim yang dimainin bocil? Ra mashok.

Dan solusi yang ditawarkan benar-benar ra mashok. Mengutamakan keselamatan pejabat ketika data seluruh rakyat terancam tidak akan menyelesaikan masalah. Cukup aspirasi saja yang diwakilkan, jangan keselamatan data diri. Kalau ada celah pencurian dan kebocoran data, ya tutup seluruh data masyarakat sampai aplikasi besutan pemerintah ini becus bekerja. Sudah susah login, datanya bocor. Kalau dijadikan penelitian untuk skripsi, sudah pasti gagal sidang!

Solusi model ra mashok ini sudah sering menjadi jawaban pemerintah setiap ada kesalahan yang mereka perbuat. Kalau ini terus terjadi, ya kita tidak akan pernah beranjak dari masalah-masalah dalam mengurus negara. Jadi, selamat menikmati tidur Anda malam ini. Semoga minggu depan tidak ada pesan ancaman pinjol karena data Anda bocor.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2021 oleh

Tags: Jokowikebocoran dataKKNIKPejabatpinjolpuan maharani
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

puan maharani dpr Pak RT mojok

Puan Maharani atau Tidak Sama Sekali: Kegalauan PDIP yang Rasional

10 Oktober 2022
Dari Sultan Sampai Luhut: Kiky Saputri Perlu Roasting Pejabat Ini terminal mojok.co

Dari Sultan Sampai Luhut: Kiky Saputri Perlu Roasting Pejabat Ini

11 November 2021
3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

28 Desember 2021
Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan terminal mojok.co

Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan

13 Agustus 2021
5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

26 Mei 2022
pengumuman kabinet kerjs

3 Tips Saat Dipanggil Presiden ke Istana di Hari Pengumuman Kabinet Kerja

21 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.