Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra oleh Raihan Rizkuloh Gantiar Putra
18 Oktober 2020
A A
Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh terminal mojok.co

Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Entah kenapa, saya jadi selalu sentimentil dan agak melankoli ketika melihat ada politisi-politisi yang berniat baik untuk rakyat. Bukan berarti saya meremehkan atau meragukan niat mereka, toh niat memang sulit untuk dilihat. Hanya saja, melihat ada politisi-politisi yang begitu peduli pada masyarakat pada akhirnya selalu memunculkan pertanyaan retoris dalam benak saya, “Kok bisa ya ada politisi baik banget?”

Pertanyaan retoris semacam ini sering saya ajukan jika kedapatan membaca suatu informasi mengenai pejabat yang benar-benar melihat rakyatnya sebagai “tuan yang harus dilayani”. Melihat Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru, yang meminta maaf ke publik karena selfie tanpa masker dan tanpa jaga jarak saja, bagi saya itu sudah sangat aneh bin ajaib. Lalu, Kim Jong-un yang baru saja menangis dan meminta maaf karena gagal mengatasi krisis malah lebih aneh lagi. Ini, Kim Jong-un, lho! Bukan Pak Jokowi, bukan Mbak Puan Maharani, apalagi Pak Terawan. Melihat politisi baik itu sungguh bikin perasaan campur aduk.

Hal ini pula yang memaksa saya untuk berharap tentang suatu keniscayaan masa depan perpolitikan negeri ini. Mungkin tidak semua politisi itu jahat, mungkin tidak semua anggota DPR itu akhlakless, mungkin ada kok politisi baik yang benar-benar menempatkan rakyat jauh di atas kepentingan apa pun, dan mungkin suatu saat nanti kita akan dipimpin oleh seseorang yang kriterianya benar-benar mencerminkan keinginan rakyat. Mungkin, lho ya!

Jacinda Ardern, yang negaranya merupakan salah satu dari sekian negara yang berhasil menangani pandemi virus corona, ternyata bisa membikin saya merasakan suatu keinginan yang tak bisa saya jelaskan ini. Iri, itu sudah pasti. Harapan untuk memilikinya di negeri ini, itu juga sudah pasti. Tapi, kan kita punya Pak Jokowi yang mengatakan Indonesia merupakan salah satu yang terbaik dalam menangani pandemi. Hanya saja, kok bisa-bisanya Jacinda Ardern ini minta maaf ke masyarakat “hanya” karena selfie nggak pake masker dan jaga jarak, sih? Harusnya kan blio bilang kalau corona itu nggak seberbahaya itu.

Yang bikin saya geleng-geleng kepala tentu Kim Jong-un yang terkenal bengis tapi akhirnya luluh juga karena merasa gagal dalam menangani krisis. Nggak tanggung-tanggung, blio menangis, lho! Terlepas ini pencitraan atau bukan, jelas ini nggak termasuk tingkah yang “politisi banget”. Harusnya kan politisi itu biasa saja ketika gagal menangani krisis bahkan kalau perlu ketawa-ketiwi santuy aja ketika rakyatnya menderita. Harusnya politisi di negara lain mencontoh Indonesia, ketika situasi pandemi, pemerintah lebih bersemangat ngurus Omnibus Law dibanding rakyatnya sendiri. Itu yang namanya politisi “baik”.

Harusnya pemimpin Korea Utara ini belajar ke Indonesia. Jika Pak Kim pengin menangis melihat kondisi rakyat, jangan pas sudah jadi pejabat menangisnya, dong. Tapi, lakukanlah tangisan kerakyatanmu itu sebelum masuk ke lingkaran kekuasaan. Tolong banget. Bagi kalian-kalian yang kelak hendak jadi politisi, menangislah sebelum masuk ke kekuasaan karena saya nggak suka ngeliatnya. Kalau sulit, lihat Mbak Puan Maharani. Barangkali bisa dijadikan referensi. Serius. Menangis karena gagal memenuhi harapan rakyat itu nggak politisi banget. Saya juga menyarankan Pak Jokowi sebagai panutan bagi mereka yang hendak jadi politisi yang lebih politisi dari politisi lainnya.

Terakhir, untuk para demonstran yang (mungkin) berkeinginan untuk jadi politisi cemerlang di masa depan. Contohlah Adian Napitupulu atau Budiman Sudjatmiko. Mereka berdua adalah sosok yang wajib dijadikan panutan bagi kalian selain Pak Jokowi dan Mbak Puan. Jadilah politisi seperti mereka. Adian dan Budiman adalah pejabat istimewa karena sebelum masuk ke kekuasaan, mereka memperjuangkan Reformasi Indonesia.

Keistimewaannya bukan di situ saja. Setelah jadi pejabat, mereka jadi lupa terhadap perjuangannya masing-masing. Inilah yang membuat saya merekomendasikan mereka pada Anda-anda yang mau jadi politisi yang “baik”. Saya sendiri sangat salut pada mantan aktivis Reformasi yang sudah jadi pejabat-pejabat itu dan merasa lega sekali melihatnya. Toh, kita sudah jadi negara yang demokratis, kan? Nggak perlu dong kita maksa-maksa mereka buat kritik pemerintah lagi.

Baca Juga:

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

Mobil Dinas Pejabat Itu Memang Harus Mahal, kalau Bisa, Pilih yang Paling Mahal Sekalian

Sekali lagi, itulah hal-hal yang terlintas di benak saya ketika mendengar nama “politisi baik”. Demi kebaikan bersama, tolong koreksi saya jika salah.

BACA JUGA 4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah dan tulisan Raihan Rizkuloh Gantiar Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2020 oleh

Tags: Pejabatpolitisi
Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Duh, lieur kieu euy.

ArtikelTerkait

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026
Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

5 September 2022
3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

28 Desember 2021
Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Nggak Ada Masalah Musisi Terjun ke Dunia Politik, asalkan…

4 Maret 2023
Final AFF: Yang Bertanding Indonesia vs Thailand, yang Menang Pejabat yang Cari Muka

Final AFF: Yang Bertanding Indonesia vs Thailand, yang Menang Pejabat yang Cari Muka

29 Desember 2021
Untuk Admin Medsos Pejabat dan Polisi, Ini Cara Bikin Konten Viral yang Nggak Bakal Dihujat Netizen

Untuk Admin Medsos Pejabat dan Polisi, Ini Cara Bikin Konten Viral yang Nggak Bakal Dihujat Netizen

7 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.