Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

4 Hal yang ‘Boleh’ Dilakukan Pejabat, tapi Jadi Gaswat Kalau Dilakukan Orang Biasa

Abraham Garan oleh Abraham Garan
21 Juni 2020
A A
hal yang boleh dilakukan pejabat, hal yang boleh dilakukan pejabatAjang Penghargaan untuk Apresiasi Pejabat Publik yang Hobi Bikin Statement dan Aksi Aneh
Share on FacebookShare on Twitter

Para pejabat di Indonesia selalu punya cara untuk membuat masyarakat gemas. Bawaannya jadi pengin cubit gitu kalau ada pejabat yang nyeleneh bin ngawur. Mulai dari hobi mengeluarkan statement ngaco hingga menerapkan kebijakan yang bikin melongo. Rasanya akan memakan ruang terlampau panjang kalau kita menyusun daftar kekonyolan yang pernah diperbuat para pejabat yang terhormat (siap, grak, Pak!).

Oleh karena itu, alih-alih menyebutkan kekonyolan para pejabat, saya hanya hendak menyusun daftar hal-hal biasa yang ‘boleh’ dilakukan pejabat, tapi jadi gaswat kalau dilakukan orang biasa. Saya kira daftar hal yang boleh dilakukan pejabat ini perlu juga untuk senantiasa diingat agar kita (hah, kita?) rakyat jelata dapat lebih berhati-hati dalam bertutur kata dan berbuat. Mari, gaes~

Bercanda

Belakangan kata ‘bercanda’ menjadi booming. Sayangnya, kata tersebut booming bukan disebabkan adanya komedian Indonesia yang masuk Guinnes Book World of Record karena sanggup bikin penonton ketawa 10 jam nonstop atau film komedi Indonesia mendapatkan penghargaan Oscar. Namun, ‘bercanda’ menjadi booming justru karena timbulnya banyak kaum yang terlalu baperan.

Beberapa waktu lewat Bintang Emon, komedian yang namanya sedang melambung membuat video pendek tentang “nggak sengaja” terkait kasus Novel Baswedan. Tak berselang lama, muncul akun-akun bot yang berusaha memfitnah dirinya. Tak cuma itu, ia pun mendapat teror dari mana-mana. Di tempat lain, seorang netizen bernama Ismail Ahmad mesti berurusan dengan polisi karena dianggap mencemarkan nama kepolisian melalui unggahan ‘humor Gus Dur’ yang dia buat melalui laman Facebook.

Seketika, humor dan candaan yang seharusnya menjadi pereda ketegangan, justru membuat banyak orang jadi tegang. Tagar #IndonesiaDaruratHumor pun bergema. Ini mengherankan tentu saja. Kenapa? Sebab pelaku candaan yang kena hukuman hanyalah orang-orang biasa, orang-orang yang nggak punya kemewahan atau jabatan mentereng. Sedangkan para pejabat tak pernah dipermasalahkan walaupun mereka sering mengeluarkan joke yang apaan-sih-nggak-jelas. Umpamanya candaan Baginda Luhut tempo hari yang nyebar meme “corona is like your wife”.

Apa sekarang bercanda udah jadi privilese bagi orang-orang yang berkuasa aja, nih?

2. Menyebar Hoaks

Kita tahu menyebar hoaks sama saja dengan menyebarkan kebohongan. Undang-undang telah mengatur hukuman bagi penyebar hoaks. Menurut Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE), para penyebar konten hoaks dapat diancam pidana berupa penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Ngeri-ngeri sedap, euy~

Namun, kenyataan di lapangan tak selalu selaras dengan kengerian dalam undang-undang. Konon hukum di negeri ini berasaskan keadilan yang artinya siapa saja setara di mata hukum. Tapi, apa bener begitu? Hmm, nyatanya enggak. Kita memang masih bisa menemukan kasus orang-orang dikenai pasal gara-gara menyebar berita hoaks. Tapi coba perhatikan, biasanya yang sampai dipanggil polisi cuma rakyat jelata. Adapun para pejabat yang sering pula kita temui menyebar hoaks secara terang-terangan, pernah adakah di antara mereka yang sampai dibawa ke jalur hukum?

Baca Juga:

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

4 Hoaks tentang Hape Xiaomi yang Sering Dipercaya Orang, Menyesatkan dan Nggak Berdasar

Apa pejabat-itu-tuh-yang-bilang-makan-nasi-kucing-bikin-orang-Indonesia-kebal-corona kena hukuman? Hmm, ah, mengharap pejabat dihukum lantaran menyebar hoaks rasanya kayak berharap tiang listrik bisa ngomong bahasa manusia. Mustahiiil.

3. Hidup Boros

Sedari kecil kita akrab dengan pepatah yang bilang “hemat pangkal kaya”. Pepatah yang seolah-olah mengajarkan bahwa orang yang hemat pasti akan kaya di kemudian hari. Faktanya? Duh, saya yang dari dulu sudah hidup cukup hemat ya tetep gini-gini aja, misqueen. Sementara di sisi lain saya melihat teman-teman saya yang berasal dari keluarga kaya raya atau para artis di televisi yang hidupnya boros bukan main, kok malah makin kaya, ya?

Nah, ini pun membikin saya sangsi manakala ada pejabat yang meminta masyarakat untuk tidak hidup boros. Bukan maksud saya membela keborosan, tapi apa para pejabat itu nggak berkaca dulu kali, ya? Memangnya mereka sudah menerapkan hidup hemat kayak Umar bin Khattab? Para pejabatnya aja masih membudayakan hidup boros (bahkan pamer!), kok bisa-bisanya menuntut masyarakat untuk nggak hidup boros.

4. Meminta Keadilan

Di Indonesia, barangkali yang tegak cuma tiang listrik dan tentara pas baris-berbaris. Sementara keadilan layaknya menara Pisa yang selalu miring. ‘Menara Pisa’ itu bisa tegak hanya ketika berhadapan dengan orang-orang tertentu. Misalnya kalau yang menuntut adalah orang yang punya nama atau jabatan. Bagi mereka, gampang betul meminta keadilan atau menuntut pelaku tertentu dijebloskan ke penjara.

Adapun orang biasa, apa yang bisa mereka buat? Para pejuang Aksi Kamisan terus berjuang menuntut keadilan, tapi nggak juga digubris. Ibu-ibu yang melawan pabrik semen tak diacuhkan. Orang-orang Papua yang dizalimi, bukannya dibela, malah dikriminalisasi.

Duh, begini amat ya jadi orang biasa di Indonesia.

Apa sila kelima di Pancasila itu cuma sebuah penggalan dari buku fiksi? Begitu, kah?

Sumber Gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA 4 Alasan Kenapa Menteri di Indonesia Suka Bikin Pernyataan yang Plot Twist dan tulisan Abraham Garan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2020 oleh

Tags: Hoaxkeadilan sosialPejabat
Abraham Garan

Abraham Garan

Hobi baca plang di jalanan.

ArtikelTerkait

aplikasi android body temperature diary hoaks gagal paham aplikasi android ga guna bohong hoaks mojok

Body Temperature Diary dan Aplikasi Android Lain yang Bikin Gagal Paham

11 April 2020
Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

26 Maret 2023
40 Istilah dalam Pemerintahan yang Sering Diucapkan Pejabat Kita terminal mojok.co

40 Istilah dalam Pemerintahan yang Sering Diucapkan Pejabat Kita

13 Februari 2022
Ironi Dusun Bunten, Daerah Terpencil di Bojonegoro yang Jarang Diketahui Orang dan Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

Dusun Bunten Bojonegoro, Dusun Ironis yang Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

4 Februari 2024
Cara Cepat Jadi Pejabat Adalah dengan Jualan Martabak MOJOK.CO

Cara Cepat Jadi Pejabat Adalah dengan Jualan Martabak

19 Juli 2020
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

11 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.