Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Bukan “Cewek Bandung Cantik-cantik” tapi “Cewek, di Bandung, Cantik-cantik”

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
24 Juni 2020
A A
cewek di bandung cantik mojok.co

cewek di bandung cantik mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jangankan, cowok. Saya saja sebagai cewek dibuatnya heran. Kenapa satu kota rata-rata ceweknya cantik semua? Bandung, Bandung, kalau kata Brouwer “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”, bisa jadi itu karena dibarengi dengan membayangkan eloknya paras Aphrodite.

Selain Gedung Sate sebagai ikon yang dibicarakan hampir setiap orang ketika mendengar kata “Bandung”—ya padahal Gedung Sate tuh nggak bisa dimasukin sama sekali sih—Bandung juga masih dianggap sebagai Kota Kembang sampai saat ini. Untuk sebagian laki-laki, berkunjung ke Bandung bisa jadi sebagai langkah cari peruntungan. Kali aja ada yang bisa dilamar, kan, lumayan.

Saya mulai berdomisili di Bandung sejak 2015. Saya berkuliah di salah satu universitas negeri di sana. Saya datang sebagai gadis kampung, yang baru keluar dari pesantren selama 6 tahun, dan harus dihadapkan dengan keindahan paras gadis-gadis Bandung. Saya langsung insecure. Itu, sih, karena muka saya buriknya minta ampun. Maklum, selama mondok, merawat wajah seperti mencuci muka dan pakai bedak masih bukan prioritas.

Menerima realita bahwa “mereka” menarik dan saya burik, tekad ini bulat untuk berbenah diri. Mulai dari cuci muka tiap pagi dan malam hari, menggunakan alas bedak dan bedaknya, gincu Arab, dan tak lupa celak mata. Iya, celak mata. Maklum, jebolan pondok. Waktu itu belum ngerti kalau eyeliner itu lebih kering dan nggak beleberan yang bikin mata jadi kayak bocah emo.

Untuk di sebagian pandangan, mungkin saya terkesan memaksakan atau bahkan menghilangkan jati diri secara perlahan. Iya, iya, saya tau cantik itu relatif. Dan perlu diingat, relatif itu kembali lagi menjadi urusan pribadi. Lagi pula, menjadi wanita yang bersih dan rapi, saya rasa bukan suatu perbuatan aib.

Eh, kok, tapi ternyata, teman saya yang cantik-cantik, mayoritas bukan saja orang Bandung. Pernyataan ini mengambil sampel dari lingkungan kelas, dan asrama saya. Memang tidak bisa dijadikan patokan, tapi mari coba belajar satu hal. Di lingkungan kelas dan asrama saya, mayoritas penghuninya tidak melulu diisi orang Bandung saja. Justru, warga Bandung kalah jumlah karena banyaknya kumpulan pendatang seperti dari Bekasi, Sumedang, Garut, Cirebon, Tegal, Surabaya, bahkan Riau. Mereka yang berasal dari daerah tersebut bening-bening semua, cok. Di sini saya memang belum bisa menarik kesimpulan, tapi setidaknya saya sudah bisa mengawang-awang.

Menyadari bahwa yang cantik bukanlah melulu dari Bandung, saya makin berpikir. Apakah Bandung yang membuat sejumlah teman saya dari beragam daerah tersebut menjadi cantik atau merekalah yang membuat Bandung cantik? Hal ini belum bisa saya pecahkan, karena kiranya saya akan memerlukan observasi yang bahkan mungkin apiknya ditelaah dari kisah zaman dahulu untuk mengetahui apa yang membuat Bandung tampak terlihat menarik. Tapi, saya tidak senganggur itu, btw.

Dan kini, saya mendapatkan satu perspektif lain. Diri saya sendiri. Selama mencoba untuk bertransformasi menjadi cewek “cantik”, saya tidak sadarkan diri, sampai ketika beberapa teman mengatakan “Lho, kok jadi beda ya sekarang, mah.” Saya sendiri tidak begitu merasakan perbedaaanya.

Baca Juga:

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

Tidak berhenti di situ, ketika saya berkunjung ke rumah guru lama, bertemu teman semasa Aliyah, atau  bahkan temannya teman, ketika ditanya saya orang mana, saya tak selalu spontan menjawab. Biar mereka saya tanya balik, “Kelihatannya dari mana?” Memang tidak semuanya, tapi hampir 75% mereka mengira saya orang Bandung. What the fucek, man~

Dikira orang Bandung tak lantas memberi saya cela untuk jemawa. Ya, saya senang. Karena berarti, saya berhasil beradaptasi dengan lingkungan secara baik—lingkungannya, ya, bukan tiap individu di masyarakat. Justru, setidaknya saya menemukan jawaban dari 2 pertanyaan membingungan sebelumnya; tidak melulu tentang orang Bandungnya saja yang cantik, melainkan juga perilaku cewek “di Bandung” yang membuat seorang wanita barubah tampak cantik.

Hal ini bisa terjadi karena semakin diperkuat dengan tingkat insecurity seseorang saat melihat cewek lain lebih bening, yang membuatnya merasa kalah “saing”.  Padahal, ya, nggak perlu terlalu dibikin pusing.

Berangkat dari pengalaman sendiri, saya menyimpulkan bahwa sepertinya ada yang perlu diralat dari “Cewek Bandung cantik-cantik” untuk menjadi “Cewek di Bandung cantik-cantik”. Tapi, ya… nggak semudah itu, brambang. Toh, nyatanya, selama saya skincare-an dan kemudian dibilang jadi beda dengan konotasi menuju ke perubahan penampilan saya yang jadi lebih baik dari sebelumnya, ternyata saya masih acap kali dikira “Orang Bandung, ya?” Hadeuh~ 

BACA JUGA Cari Jodoh? Orang Sunda aja dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2020 oleh

Tags: Bandungcewek bandung cantik-cantikcewek cantik
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Flyover Kiaracondong, Jembatan Layang Paling Jahanam di Kota Bandung. Hati-hati kalau Lewat Sini! Mojok.co

Flyover Kiaracondong, Jembatan Layang Paling Jahanam di Kota Bandung. Hati-hati kalau Lewat Sini!

4 Juli 2024
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
4 Kekurangan yang Bikin Orang Malas Berbelanja di Pasar Ciroyom Bandung 

4 Kekurangan yang Bikin Orang Malas Berbelanja di Pasar Ciroyom Bandung 

22 Januari 2025
Kota Bandung Tak Mungkin Selamat dari Kemacetan Meski Jadi Lautan Flyover (Unsplash.com)

Kota Bandung Tak Mungkin Selamat dari Kemacetan Meski Jadi Lautan Flyover

9 Agustus 2022
Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

30 Mei 2025
3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan bunderan cibiru bandung

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kota Bandung: Tolong Atasi Kemacetan di Bunderan Cibiru!

2 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang
  • Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual
  • UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah
  • iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.