Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Buat Al yang Nganggep Laki-laki yang Punya Banyak Anak Tidak Perlu Membuktikan Ia Laki-laki

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
14 Mei 2020
A A
Menertawakan Pelecehan Seksual yang Terjadi pada Laki-laki Itu Humor Ugal-ugalan terminal mojok.co

Menertawakan Pelecehan Seksual yang Terjadi pada Laki-laki Itu Humor Ugal-ugalan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum saya ditimpukin, karena berani-beraninya sembarangan menyebut Al Ghazali, yang mau saya bahas di sini bukan Imam Al Ghazali lho ya. Al Ghazali yang saya maksud masih muda, ganteng, artis sekaligus anaknya artis. Yak betul, Al Ghazali yang itu!

Belakangan Al sering muncul di pemberitaan media karena mengunggah foto di IG dengan caption “Laki-laki yang sudah punya banyak anak tidak perlu lagi repot membuktikan bahwa dia laki-laki” untuk menanggapi keluh kesah Bli Jerinx yang ajakan debat langsungnya nggak ditanggapi sama bapaknya (Baca: Arman Dhani, eh Ahmad Dhani).

Bli Jerinx sampai ngomong gini di IGnya: “Mas botak @ahmaddhaniofficial kenapa ajakan saya diskusi tidak anda respon? Kemarin anda post video di YT khusus untuk ‘ngetawain’ argumen saya tentang konspirasi. Sekarang anda abaikan tawaran saya. Anda laki? Berani bacot berani tanggung jawab gak?”

Btw, Bli Jerinx mencak-mencak kayak gitu soalnya bapaknya Al ini mengkritik dia dan agama konspirasi yang belakangan ini bikin Bli Jerinx tenar lagi.

Kalau saja bapaknya Al menanggapi ajakan debat terbuka Bli Jerinx, saya pikir bakal super menarik nih. Lha nggak menarik gimana tho, wong kedua orang ini punya tipe yang serupa. Adu bacot pasti akan super dramatis dan emosyenel. Tapi mungkin bapaknya Al ini sedang super sibuk (nggak tahu sibuk apa, yang penting sibuk aja dulu ~) jadinya Al yang (((turun tangan))) membela bapaknya sendiri.

Kalian jangan heran dulu, ini bukan kali pertama anak-anak Mas Dhani bereaksi soal masalah bapaknya, maklum Mas Dhani pan emang orangnya suka ribut gituuu.

Tahun 2013 misalnya, Mas Dhani sempat bertikai dengan Mas Farhat Abbas. Anak-anaknya sampai ngajak Mas Farhat buat adu jotos di ring tinju. Katanya kalau ajakan ini nggak diterima, artinya Farhat Abbas ini b a n c i.

Tapi yang mau saya soroti bukan bagaimana Ahmad Dhani suka keributan dan anak-anaknya sangat loyal membela bapaknya. Tapi soal argumen balasan atau tantangan yang dijadikan pembuktian soal sifat “kejantanan” selalu berhubungan dengan adu jotos di ring tinju atau kekuatan di atas ranjang.

Baca Juga:

Membongkar Konsep Tasawuf pada Lagu Dewa 19 yang Berjudul “Satu”

Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

Pokoknya kalau nggak mau naik ke ring tinju artinya banci. Juga kalau nggak (((paten))) di ranjang alias punya banyak anak artinya nggak jantan.

Meskipun keributan yang dibikin Ahmad Dhani ini jaraknya cukup panjang, (2013 dan 2020) konsep maskulinitas antara bapak dan anak-anaknya ini ternyata tidak ada kemajuan sama sekali.

Pamer kekuatan dan kejantanan kok di atas ring dan ranjang, itu kan katro sekali. Orang dua hal itu sekarang udah dilabeli sebagai “toxic masculinity” kok. Dan keduanya punya dampak negatif buat anak laki-laki yang bikin mereka bakal sulit jadi manusia dewasa kalau nggak menemukan definisi maskulin yang tepat bagi diri mereka.

Dan saya jujur prihatin toxic masculinity ini menempet pada diri Al yang notabene anak muda, milenial, kelas menengah, dan punya pendidikan yang tinggi.

Saya bukan sedang menyalahkan atau menghakimi sudut pandang Al. Mari biasakan melepaskan diri dari cara berpikir yang membosankan tentang “salah dan benar” yang seperti ini.

Yang saya maksud adalah penafsiran tentang “manhood” dan “masculinity” perlu kita sesuaikan dengan perkembangan jaman.

Kita perlu kritis jika menemukan generasi muda dengan cara berpikir yang berjarak dengan kekinian. Ada yang perlu dievaluasi entah di pola asuh, sistem pendidikan, tontonan dari televisi, atau pemberitaan media, dan sebagainya. Terutama, era media sosial seperti sekarang, dilakukan oleh influencer cum selebritis yang segala perilakunya diikuti followers.

Sudut pandang Al tersebut membuat saya membayangkan sebuah situasi yang dihadapi seorang anak ketika ia disunat. Mendapat pujian dari sekelilingnya. Anak laki-laki pemberani, jantan, sudah besar dan sebagainya tapi “angle” yang diambil dari pemahaman bahwa penis adalah keistimewaan terutama karena bisa menghamili perempuan.

Tidak dijelaskan bahwa sunat, selain ajaran agama, adalah usaha untuk menjaga kebersihan penis dan terhindar dari penyakit seperti radang atau bahkan kanker.

Ini pertanyaan sederhana saja, kalau laki-laki dianggap laki-laki (jantan) karena punya banyak anak, apa bedanya dengan kelinci yang beranak pinak tiada henti?

BACA JUGA Laki-laki Juga Bisa Jadi Korban Kekerasan dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2020 oleh

Tags: ahmad dhanial ghozalitoxic masculinity
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

lagu kangen

Lagu “Kangen” Dewa 19, Tembang Tumpuan Kerinduan Lintas Generasi

16 Juni 2020
Pengalaman Saya Praktik Lapangan di Rumah Tahanan terminal mojok dipenjara kriminal rutan

Bener Nggak Sih Kata Mas Dhani Kalo Dipenjara Itu Anugerah?

31 Desember 2019
Demi Menambah Kekhusyukan Ramadanmu, Lagu Ahmad Dhani Berikut Bisa Jadi Pilihan Bagus untuk Didengarkan #TakjilanTerminal16

Lagu-lagu Ahmad Dhani yang Bisa Jadi Pilihan Demi Menambah Kekhusyukan Ramadan. #TakjilanTerminal16

20 April 2021
panduan memahami toxic masculinity feminin maskulin ketimpangan gender mojok.co

Panduan Memahami Toxic Masculinity, Waham yang Merugikan Laki-laki dan Perempuan

6 September 2020
Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

10 Agustus 2023
Dewa 19: Konsep Tasawuf yang Tersembunyi di Lagu "Satu" (Instagram @officialdewa19)

Membongkar Konsep Tasawuf pada Lagu Dewa 19 yang Berjudul “Satu”

26 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.