Bosen Hadiah Wisuda Boneka dan Bunga Terus: Ini Lho Solusinya!

Untuk menghindari dampak ketidakbergunaan hadiah wisuda seperti di atas, saya menyusun beberapa alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti.

Artikel

Siti Halwah

Setiap kali berada di momen-momen wisuda, saya melihat banyak sekali pedagang di sekitaran gedung tempat prosesi wisuda. Mereka biasanya menjual boneka atau bunga.

Para pendamping wisuda, keluarga serta kolega peserta wisuda sebagian besar juga memberikan hadiah boneka dan bunga, kadang-kadang juga bucket jajan. Pokoknya, sesuatu yang sudah mainstream dan sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan oleh para fresh graduate —kecuali sebagai ajang pamer di Instagram, Facebook dan WhatsApp story.

Selebihnya, hadiah wisuda tersebut hanya akan menumpuk di sudut kamar, berdebu, dan dilupakan seiring dengan redupnya euforia seputar prosesi wisuda. Hanya kapan-kapan saja diingat kembali ketika nggak sengaja dilihat, setelah itu, selesai. Sama sekali nggak memberikan manfaat nyata bagi para fresh graduate.

Apa lagi kalau hadiahnya berupa bucket bunga hidup. Hanya bertahan maksimal dua minggu saja. Nggak lebih. Lalu, bunganya sia-sia, layu dan terbuang. Sama sekali nggak berbekas dan harganya mahal pula. Terpenting, hadiah itu sama sekali nggak berguna bagi para fresh graduate yang sedang bersuka cita menikmati prosesi wisuda.

Bagaimana dengan bucket jajan yang kini mulai eksis? Sama saja. Bucket jajan bahkan kadang nggak bertahan lebih dari satu hari. Jika kebetulan si wisudawan memiliki keponakan atau adik, bucket jajannya bahkan akan ludes sebelum sempat diabadikan dalam foto. Sudah habis dimakan dan kadang jadi rebutan.

Untuk menghindari dampak ketidakbergunaan hadiah wisuda seperti di atas, saya menyusun beberapa alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti hadiah wisuda selain boneka, bucket jajan dan bunga. Alternatif yang saya tawarkan jelas jauh lebih bermanfaat dan berguna bagi para fresh graduate tersebut. Percayalah!

1.Uang

Bunga, jajan bahkan boneka tentu dibeli menggunakan uang. Semakin besar bentuknya, akan semakin mahal pula harganya, kan?
Nah, dari pada sibuk-sibuk dan bingung membelikan hadiah-hadiah tersebut yang ujung-ujungnya justru nggak berguna buat para fresh graduate, lebih baik berikan saja uangnya.

Memang terlihat agak aneh, tapi percayalah, fresh graduate lebih membutuhkan uang dari pada benda-benda tak bermakna tersebut. Kalau tidak percaya, tanya saja langsung pada mereka. hehe

Fresh graduate membutuhkan uang lebih banyak, karena mereka sudah lulus kuliah dan tidak ada lagi jatah bulanan untuk uang kos dan sejenisnya. hiks

2. Pulsa dan Kuota Internet

Baca Juga:  Dapur 12: Jet Darat Ala Pulau Batam

Kalau kebetulan kamu malu memberikan uang karena dianggap berasa lagi nyumbang di kondangan nikahan, maka alternatif lain yang dapat saya tawarkan adalah belikan saja mereka pulsa atau kuota internet.

Di jaman secanggih ini, semua orang tentu membutuhkan pulsa untuk membeli kuota internet. Jadi, agar si fresh graduate merasa happy di hari bersejarahnya, tambahkan kegembiraannya dengan membisikkan, “Bro, aku udah belikan kuota internet untuk kamu streaming dan main game online selama sebulan. Selamat berbahagia!”

Sungguh, bisikan kalimat tersebut dan tindakan yang telah dilakukan oleh si pemberi hadiah sangat-sangat bermakna dan bermanfaat bagi si fresh graduate. Seenggaknya, jatah internetan selama sebulan masih aman, nggak perlu minta ke orangtua.

3. Bensin

Memang agak klise, tapi bensin adalah keperluan primer para fresh graduate. Setelah lulus, mereka akan sibuk berkelana mengelilingi seluruh jalanan untuk mencari lowongan pekerjaan. Dan, yang jelas mereka butuh bensin.

Bensin untuk keperluan mobilisasi motor dan mencari nasib untuk masa depan tentu lebih bermanfaat dari pada hanya sekadar boneka dan bunga.

4. Cermin

Cermin adalah salah satu hadiah unik yang perlu diberikan pada fresh graduate. Apa tujuannya? Agar mereka berkaca, sejauh apa perubahan yang telah dilewatinya hingga berhasil sampai pada titik ini, di prosesi wisuda. Anggap saja sebagai sebuah usaha perenungan.

Cermin juga sebagai pengingat, ketika berkaca dan melihat pantulan diri sendiri di dalamnya, hati pasti akan terketuk, “ya ampun, aku kuliah ngapain aja, ya? Kayaknya banyakan tidurnya dari pada dengerin penjelasan dosen.” hehe.

5. Map

Oke, menurut saya, map adalah hadiah paling penting bagi fresh graduate. Setelah lulus, fresh graduate akan sibuk ke sana-ke mari membawa map. Isinya tentu saja lowongan pekerjaan. hehe

Memberikan hadiah map berarti menghemat pengeluaran para fresh graduate saat akan mencari lowongan pekerjaan.

Baca Juga:  Biaya Kuliah Itu Mahal, Wajar dong Jika Fresh Graduate Menolak Tawaran Gaji 8 Juta

6. Voucher Makan Gratis

Saat prosesi wisuda, tentu para fresh graduate ditemani oleh orangtua, keluarga, hingga sanak famili lainnya. Jumlahnya pasti banyak, bahkan kadang hingga satu bus.

Nah, selepas prosesi wisuda yang panjang, mereka tentu saja lapar. Dan, satu-satunya untuk mengobati rasa lapar adalah makan. Memberikan para fresh graduate voucher makan gratis adalah sebuah berkah tak terlupakan. Kamu akan dikenang sebagai sahabat yang selalu ada di saat kawanmu membutuhkan pertolongan. wqwq

7. Sunblock dan Sunscreen

Iklim bumi sedang buruk, cuaca sedang panas-panasnya. Memberikan hadiah sunblock atau sunscreen akan membantu melindungi temanmu dari kejamnya cuaca dan terik matahari.

Setidaknya, sekalipun temanmu yang seorang fresh graduate itu sering di PHP sama perusahaan yang sudah mewawancaranya tetapi tak kunjung memanggilnya, sibuk ke sana ke mari mencari harapan baik, seenggaknya muka dan kulitnya tetap kinclong. Terlindungi dengan sunblock dan sunscreen yang kamu berikan. Duh, bermanfaat banget, kan?

8. Koneksi atau Orang Dalam

Oke, alternatif hadiah ini saya letakkan paling akhir karena merupakan hal yang paling penting bagi para fresh graduate. Hadiah ini nggak ternilai harganya dan akan membuktikan keloyalanmu sebagai seorang sahabat. Apa lagi kalau bukan koneksi atau kita menyebutnya sebagai orang dalam.

Di jaman ini, saya yakin, para fresh graduate lebih membutuhkan koneksi pada suatu pekerjaan dari pada cuma sekadar boneka, bunga ataupun bucket jajan. Jadi, berikan temanmu masa depan dengan mengenalkannya pada ‘orang dalam’ yang kamu kenal. hehe

Jadi, mana yang akan kamu coba? Semoga berhasil yhaaa~ (*)

BACA JUGA Sudah Lulus Kuliah, Kok Masih Harus Ikut Wisuda? atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
9


Komentar

Comments are closed.