Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokoh-tokoh Penting Daerahnya

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
21 Januari 2025
A A
Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokohnya

Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokohnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Blora, merupakan kabupaten kecil yang terletak di ujung paling timur Provinsi Jawa Tengah. Di wilayah ini dapat dipastikan kalian bakal kesulitan menemukan mall besar, gedung pencakar langit, atau jalan-jalan megah. Namun di balik kesederhanaan dan ketenangannya, Blora menyimpan sejarah tokoh besar yang justru sering terlupakan.

Sebagai warga lokal yang lahir dan besar di Blora, saya tak begitu kaget jika sejarah tokoh-tokoh besar asli Blora sering luput dari pengetahuan warganya. Tak dimungkiri, selama menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah, saya tidak menemukan pendidikan bermuatan lokal yang secara mendalam membahas sejarah dan tokoh-tokoh besar yang lahir di daerah ini. Bagaimana dengan daerah kalian, apakah hal serupa juga terjadi?

ADVERTISEMENT

Parahnya, pemerintah setempat malah seperti ikut andil menghilangkan ingatan masyarakat. Ini terlihat dari kurangnya usaha untuk mengenalkan tokoh-tokoh Blora kepada masyarakat, baik melalui pendidikan bermuatan lokal atau sekadar memberikan penghargaan dengan menamai jalan atau bangunan. Tentu saja ini sangat disayangkan. Blora sebenarnya memiliki banyak tokoh yang semestinya dapat dikenang dan memperoleh penghargaan.

Peresmian Jalan Pramodya Anantatoer terancam gagal

Beberapa waktu yang lalu, Muchamad Aly Reza, salah satu reporter Mojok.co, menyoroti betapa sulitnya memberi penghargaan kepada tokoh asli Blora. Bahkan untuk memberikan apresiasi yang sederhana melalui penamaan jalan pun harus melalui proses yang rumit, penuh birokrasi, dan terhambat oleh berbagai alasan administratif. Hal ini menjadikan usaha untuk menghormati tokoh-tokoh Blora melalui penamaan jalan menjadi sangat berbelit-belit dan memakan waktu yang lama.

Nama yang diusulkan menjadi nama jalan adalah seorang sastrawan kritis bernama Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya Lahir di Blora, Jawa Tengah pada 6 Februari 1925. Beliau memiliki karya-karya yang menggugah pemikiran dan membangkitkan kesadaran akan perjuangan dalam menghadapi ketidakadilan.

Pada masa penjajahan Jepang, dia sempat dipenjara oleh pasukan Jepang karena keterlibatannya dalam kegiatan politik. Setelah Indonesia merdeka, Pramoedya kembali berjuang dengan tulisannya. Meskipun saat itu dia beberapa kali dipenjara oleh rezim Orde Baru karena pandangan-pandangannya yang kritis terhadap pemerintahan. Karya fenomenal Pramoedya Ananta Toer salah satunya adalah Bumi Manusia yang berhasil dijadikan film pada tahun 2019 lalu.

Rencananya, peresmian jalan Pramoedya Ananta Toer akan dilakukan pada peringatan satu abad Pram pada 6 Februari 2025. Sebagai warga Blora, saya sangat berharap penamaan jalan dengan nama tokoh-tokoh asli Blora ini dapat menjadi langkah awal untuk mengingat dan mengenalkan mereka kepada masyarakat luas. Ini bukan hanya soal memberi penghargaan. Tetapi juga tentang menanamkan rasa bangga terhadap sejarah dan kontribusi besar yang telah mereka berikan untuk bangsa dan daerah ini.

Baca halaman selanjutnya: Wacana memberi nama bandara dengan nama tokoh dari luar Blora…

Baca Juga:

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2025 oleh

Tags: blorakabupaten blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Jarang Diburu Wisatawan (Unsplash)

3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Malah Jarang Masuk Daftar Kuliner Buruan Wisatawan

27 Juni 2025
Kopi Santan, Kopi Indie Khas Blora yang Nggak Kalah dari Kopi Susu Kekinian terminal mojok

Kopi Santan, Kopi Indie Khas Blora yang Nggak Kalah dari Kopi Susu Kekinian

30 Juni 2021
Saya Asli Bojonegoro, tapi Bangga Menjadi Warga Blora karena 3 Hal Ini Tidak Akan Ditemukan di Bojonegoro

Saya Asli Bojonegoro, tapi Bangga Menjadi Warga Blora karena 3 Hal Ini Tidak Akan Ditemukan di Bojonegoro

16 Maret 2025
7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

9 September 2024
Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya Mojok.co

Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya

5 Juni 2025
Blora Nggak Melulu Soal Cepu, Ada Kecamatan Jepon yang Tak Kalah Lengkap dan Modern

Blora Nggak Melulu Soal Cepu, Ada Kecamatan Jepon yang Tak Kalah Lengkap dan Modern

30 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.