Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bertemu Penjual Masker yang Agak Ceroboh di Apotek

Miftachul Annaj oleh Miftachul Annaj
10 Februari 2020
A A
kesalahan memakai masker mojok.co Bertemu Penjual Masker di Apotek yang Agak Ceroboh

kesalahan memakai masker mojok.co Bertemu Penjual Masker di Apotek yang Agak Ceroboh

Share on FacebookShare on Twitter

Tempo hari, saya berencana membuat SKCK di Polres dengan naik sepeda motor. Saya langsung bergegas menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Polres di tas. Kemudian dari rumah sepeda motor langsung saya gas ke pom bensin untuk diisi asupan BBM.

Dari rumah, saya memang sudah berpikir akan membeli masker di apotek dalam perjalanan nanti yang tidak jauh dari rumah. Bulan-bulan ini memang masyarakat dunia sangat hati-hati agar tidak tertular virus corona yang pertama kali wabahnya di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok (China) itu. Kebiasaan saya dari dulu memang bila bepergian jauh, entah itu bawa motor ataukah tidak, saya sering memakai masker untuk melindungi hidung dan mulut dari kotoran. Ketika di jalanan, atau tempat ramai seperti stasiun kereta, dll.

Setelah mengisi BBM, saya gas ke apotek untuk membeli masker. Sepeda motor saya parkirkan di depan apotek. Saya mendekat ke mbak pelayan/penjual di apotek, lalu saya bilang, “Mbak mau beli masker.” Saat itu saya membeli dua buah masker berwarna hijau luarnya dan bertali yang dikaitkan ke telinga.

Oh, iya, fyi saja, Lur. Cara memakai masker bedah, sumber dari dr. Erlina Burhan (di acara ILC TvOne, Selasa, 04/02/2020), sisi masker yang berwarna hijau itu berada di luar, bersifat waterproof (tahan dengan air). Jadi, kalau terkena percikan air, ada orang batuk misalnya, atau cairan lain tidak menempel karena ia waterproof. Sedangkan sisi masker yang berwarna putih itu menyerap air, berada di bagian dalam yang menempel di mulut dan hidung.

Jangan lupa bagian pinggir masker yang ada kawat lentur itu harus di atas karena ditempelkan di hidung dan ditekan untuk menyesuaikan dengan bentuk hidung supaya celah semakin minimal. Masker dipakai menempel di hidung dan mulut, jangan hanya salah satunya. Bagian bawah masker ditarik sejauh mungkin ke bawah dagu agar meminimalkan celah juga.

Kembali ke toko apotek tadi, Lur. Setelah saya bilang mau beli masker ke mbaknya, dia langsung mengambilkan dua buah masker warna hijau. Seketika itu saya kaget. Tiba-tiba ia langsung saja menaruh dua masker yang tidak berbungkus itu di atas etalase kaca di depan saya. Bertumpuk. Satu masker yang bawah, sisi masker yang warna putih terkena kaca etalase. Lalu saya bilang minta bungkus plastik, barulah dia ngasih bungkus. Dia lupa atau nggak, saya pun nggak tahu. Akhirnya, setelah membeli itu, saya putuskan untuk memakai masker satunya yang berada di atas yang nggak kontak dengan keca etalase.

Persoalannya, ini sisi masker yang berwarna putih kan yang menempel di mulut dan hidung si pengguna, kok ditaruh begitu saja, yah? Wah, sembarangan nih mbaknya, ngeselin. Dalam hati saya langsung kecewa. Lho kok gini sih, nggak ada bungkusnya kok maen langsung saja ditaruh di kaca etalase. Kan tidak tahu kaca etalase itu gimana kondisinya mbak, bersih atau kotor yang bersifat mikro yang tidak kasat mata. Mbak si penjual agak ceroboh, atau kurang paham, atau gimana sih ini? Mbok ya, sing ati-ati ngunu loh~

Seandainya kalau yang bersentuhan dengan kaca etalase yang bagian luar masker sih masih bisa ditolerir. Lha ini malah yang bagian dalam masker yang kalau dipake menempel di hidung dan mulut.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

3 Sisi Gelap Menjadi Apoteker di Apotek Pinggiran Jogja

Seharusnya ya hati-hati dong, menjaga kebersihan masker agar tetap steril. Kan masker ini penggunaannya ditempel di hidung dan mulut. Apakah di apotek situ karena membelinya eceran memang tidak ada bungkusnya? Beda dengan jika membeli sekotak bungkus yang isi maskernya banyak? Namun beberapa apotek yang pernah saya datangi, walaupun beli maskernya sedikit, maskernya ada pembungkus langsung kok. Ada yang isinya satu masker perbungkus atau tiga masker perbungkus. Seharusnya menurut saya sih seperti itu, walaupun beli eceran, maskernya langsung ada bungkusnya. Bener tuh, ini salah satu bentuk agar masker tetap steril.

Dari peristiwa tersebut, khususon untuk penjual masker di mana pun Anda berada, tolong kerja samanya dong dalam menjaga kesterilan masker. Jika masker tidak berbungkus, jangan menyentuh bagian dalam masker, peganglah bagian luarnya saja. Kalau si pembeli  membeli cuma satu masker, langsung saja kasihkan masker ke tangannya dan nggak usah diletakkan di meja atau etalase begitu.

Dan dari kejadian itu, bisa diambil pelajaran kalau membeli masker, lebih berhati-hati dan sigap jika terlihat si penjual tidak langsung membungkus masker. Sebelum ditaruh, mulut harus siap-siap bilang, “Kasih bungkus, Mas/Mbak!!1!!”

BACA JUGA Yuk Sama-Sama Siaga Sebelum Virus Corona Memasuki Indonesia! atau tulisan Miftachul Annaj lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2020 oleh

Tags: apotekmaskervirus corona
Miftachul Annaj

Miftachul Annaj

Santri penikmat aroma fajar dan pahitnya kafein. Secangkir kopi adalah kawan setia saat menyelami lembaran kitab kuning.

ArtikelTerkait

nama ridwan kamil di masker bantuan langsung tunai BLT pemprov jawa barat mojok.co

Kenapa Ada Nama Ridwan Kamil di Bantuan Masker Pemprov Jawa Barat?

9 Agustus 2020
Petugas Medis Boleh Dianggap Pahlawan, tapi Jangan Lupa Mereka Juga Korban

Petugas Medis Boleh Dianggap Pahlawan, tapi Jangan Lupa Mereka Juga Korban

22 Maret 2020
Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok

Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok

25 Maret 2020

Pengalaman Tinggal di Jenewa, Swiss di Masa Lockdown karena Virus Corona

5 April 2020
Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih? terminal mojok.co

Bapak dan Ibu Dosen, Anjuran Kampus Itu Kuliah Online Bukan Ngasih Tugas

27 Maret 2020
wisma atlet kemayoran

Syukurlah, Wisma Atlet Kemayoran yang Jadi Proyek Mubazir itu Bisa Ada Gunanya

22 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.