Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berjuang Bersama Untuk Bisa Turun di Stasiun Bekasi

Allan Maullana oleh Allan Maullana
19 September 2019
A A
stasiun bekasi

stasiun bekasi

Share on FacebookShare on Twitter

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, hari terus berganti. Selama ini KRL berjalan lancar-lancar saja. Tidak ada tawuran. Tidak ada gangguan operasional dan apapun itu yang mengakibatkan KRL telat dari jadwal perjalanan. Semua lancar jaya. Semua senang.

Kondisi seperti ini harusnya patut diapresiasi. Minimal ngetweet atau berkomentar di akun media sosial KRL semacam ucapan terima kasih kek, quote-quote bijak kek, pantun kek, puwisie kek, atau apalah yang bisa membuat admin sosmed KRL tersanjung. Seenggaknya bisa menimbulkan aura positif. Jangan komentar atau ngetweet kalau mau komplain doang~

“Terima kasih KRL, berangkat pagi nggak telat. Jadi nggak dipotong gaji. Pulang kerja juga lancar. Bisa cepat sampai rumah.”

Nah, gitu!!1!1!

Tanggal 5, 6, 7, 8, dan terus berganti sampai hari ini, Rabu tanggal 18. Artinya kita sudah melewati 14 hari dari peluncurannya pin khusus ibu hamil di tanggal 4 kemarin. Sejujurnya saya tidak sedang memantau. Saya juga nggak mengerti bagaimana perkembangan pin itu sekarang.

Tapi beberapa hari lalu—aduh lupa nih, harinya apa dan tanggalnya berapa—saya sudah melihat dua orang bumil yang sudah mengenakan pin khusus  itu. Saya melihat kedua bumil ini di hari yang berbeda. Gerbong yang berbeda. Kondisi penumpang yang juga berbeda. Dan tentu saja, orang yang berbeda.

Saya melihatnya dalam kondisi mereka sudah duduk. Mungkin mereka naik KRL dari stasiun awal, Jakarta Kota. Sementara saya naik dari stasiun Jayakarta. Itu artinya mereka naik lebih dulu daripada saya. Pin itu terpasang pada tas selempang. Salah satunya terdapat tulisan tanggal masa berlaku: 02 Feb 2020.

Sampai saat ini saya belum melihat lagi bumil lain yang menggunakan pin khusus itu. Meskipun petugas di dalam KRL sering menginformasikan keberadaan pin dan cara mendapatkanya lewat pengeras suara. Tak lupa juga mengimbau penumpang untuk memberikan kursi prioritas bagi yang membutuhkan.

Baca Juga:

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung

Hari ini sepulang bekerja, ketika KRL yang saya tumpangi sampai di stasiun Gondangdia, masuklah seorang ibu hamil yang kondisi kehamilannya sudah cukup besar. Tanpa diminta, seseorang yang duduk di kursi prioritas segera bangkit dari kursi itu lalu mempersilakan bumil tersebut untuk duduk.

Senang rasanya melihat pemandangan ini. Terus-teruslah seperti ini. Setiap hari. Setiap waktu. Dalam KRL tujuan kemana pun. KRL berjalan dengan lancar. Tapi kondisi penumpang makin pepes. Ya, wajar saja. Yang saya tumpangi ini KRL tujuan Cikarang dengan rangkaian 8 gerbong. Ini di luar kebiasaan.

Padahal, biasanya KRL tujuan Cikarang yang jadwal perjalanannya hampir satu jam sekali itu menggunakan 12 gerbong. Bayangkan, 12 gerbong aja udah pasti pepes. Apalagi 8 gerbong. Wah, makin empet-empetan. Nampaknya PT Kereta Commuter Indonesia harus cepat-cepat mengevaluasi ini. Dari jumlah gerbong sampai jadwal keberangkatan KRL tujuan Cikarang.

Begitu KRL tujuan Cikarang, masuk di stasiun Bekasi, kondisi penumpang yang ingin turun harus benar-benar siap. Siap mental dan tenaga untuk mendesak atau mendorong penumpang yang tidak turun. Harus seperti itu pasalnya penumpang yang tidak turun, biasanya agak ngeyel, enggan memberi jalan atau bergeser untuk penumpang yang keluar.

Belum lagi ditambah penumpang yang ingin naik dan sudah menunggu lama di stasiun Bekasi. Sering kali saya melihat, penumpang yang menunggu KLR tujuan Cikarang jumlahnya banyak banget di stasiun Bekasi.

Hal yang paling menyebalkan adalah penumpang yang ingin naik sering kali tidak memberi kesempatan lebih dulu untuk penumpang turun. Ya, main serobot aja masuk ke dalam KRL. Kan logikanya gimana, coba? Yang mau turun jadi nggak bisa. Kalau begini, urat leher kita harus kencang untuk teriak, “woy, yang turun dulu kasih jalan!1!1!!!”

Dalam kondisi yang ruwet ini, bumil yang naik dari stasiun Gondangdia itu mengeluhkan, “aduh, Mas. Saya bisa turun nggak yah.”

“Bisa, Bu,” sahut saya. “Sini pegangan pundak saya. Ibu di belakang saya ya!”

“Iya, Mas.”

“Siap, Bu?”

“Siap, Mas.”

Si Bumil itu pegangan pundak saya layaknya penumpang dengan kang ojeknya. Kami berusaha menerobos kepadatan lalu lintas, eh, maksud saya penumpang KRL. Syukur, jalan terbuka. Tapi hal yang paling mengesalkan itu terjadi lagi. Tidak bisa melihat celah sedikit, langsung diserobot lagi oleh penumpang yang ingin naik. Saya harus teriak, “woy, minggir!”

Kemudian ibu yang tengah hamil besar itu kesulitan turun lantaran peron di stasiun Bekasi lebih rendah dari stasiun lainnya. Saya meloncat turun. Lalu menyambut tangan kanan bumil itu. Ada seseorang yang di sana yang ikut menyambut tangan kirinya. Hadeuhhh, tetap aja masih ada penumpang  yang menyerbot masuk tanpa peduli ada seorang ibu hamil yang sedang susah payah untuk turun. Kzl akutuh~

Maklum ya, Mz, Mb. Orang-orang ini masih sulit untuk bisa tertib. Sebagai warga negara Bekasi, Saya juga sebenarnya malu sih menceritakan hal ini. Seolah membuka aib sendiri. Ya tapi memang seperti ini kondisinya. Meskipun tidak semuanya, sih. Tidak bisa dipukul rata juga.

Di beberapa stasiun lain saya juga pernah melihat kondisi penumpang yang nggak tertib. Meskipun tidak se-sparta penumpang yang ingin naik KLR Cikarang di stasiun Bekasi. Pada akhirnya saya merasa ketika jaman sudah semakin maju, ketika segala macam perubahan terjadi untuk kemudahan hidup. Sikap dan mental kita tetap seperti ini aja. Jalan di tempat.

Monmaap ya, Lur. Ini cuma perasaanku aja. Jangan dibully, Lur. Aku ngompolan. (*)

BACA JUGA Pin Khusus Ibu Hamil dan Kebobrokan Empati di KRL atau tulisan Allan Maulana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 September 2019 oleh

Tags: KRLpin ibu hamilstasiun bekasitawuran
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Selain Hobi Tawuran, Anak-anak di STM Saya Dulu Juga Hobi Pelihara Demit terminal mojok.co

Selain Hobi Tawuran, Anak-anak di STM Saya Dulu Juga Hobi Pelihara Demit

28 Oktober 2020
3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

12 Agustus 2024
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Tanah Abang, Pengguna KRL Wajib Tahu supaya Nggak Bingung dan Perjalanan Nyaman

4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Tanah Abang, Pengguna KRL Wajib Tahu supaya Nggak Bingung dan Perjalanan Nyaman

6 Mei 2025
tunanetra

Merawat Guiding Block, Menjaga Hak dan Fasilitas Para Penyandang Tunanetra

17 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.