Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pin Khusus Ibu Hamil dan Kebobrokan Empati di KRL

Allan Maullana oleh Allan Maullana
4 September 2019
A A
Pin Khusus Ibu Hamil

Pin Khusus Ibu Hamil

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau teman-teman adalah seorang Komuter, Angker (Anak Kereta), Roker (Rombongan Kereta), Fans KRL, atau apapun itu namanya, pasti tidak asing lagi dengan pertanyaan ini: maaf, ada yang nggak hamil?

Atau ketika kamu sedang hamil muda, lalu meminta duduk di Tempat Duduk Prioritas (TDP), tapi tidak ada yang mau memberi duduk lantaran perut masih rata. Ada yang pernah mengalaminya?

Berbagai cara PT. Kereta Commuter Indonesia (PT. KCI) sudah coba. Mulai dari teguran dari Pak PKD di dalam gerbong, sampai pemasangan stiker himbauan untuk memberikan kursi bagi yang lebih membutuhkan di jendela KRL. Hingga kini, cara yang termutakhir adalah Pin Khusus Ibu Hamil.

Hah, apaan tuh? Oke, oke, sabar dulu. Jangan heran. Tenang. Saya akan jelaskan sedikit apa yang saya tahu tentang salah satu cara PT KCI untuk membuka kepekaan kita. Sudah siap? Rileks saja dan mari lanjutkan membaca.

Belum lama ini, media sosial Commuter Line, menginformasikan ihwal Pin Khusus Ibu Hamil:

“Menyambut Hari Pelanggan Nasional, 4 September 2019, PT KCI merilis program Pin Khusus Ibu Hamil.

Bagi para pengguna KRL Commuter Line yang sedang mengandung silakan mendaftarkan via:

  1. Online: https://bit.ly/30DZ20k
  2. Stasiun Bekasi, Bogor, Juanda, Duri, Sudirman, dan Tanah Abang.
  3. Komunitas Jalur Bekasi, Jalur Depok – Bogor, Jalur Nambo, Jalur Serpong, Jalur Duri – Tangerang.

Pin bisa diambil di komunitas atau stasiun yang disepakati pada saat verifikasi.”

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

Lengkap dengan tagar: #WeCareWeShare #PinIbuHamil #HariPelanggan #AyoNaikKRL #AyoNaikKereta #BestChoiceForUrbanTransport

Loh, manfaatnya apa sih?

Pin Khusus Ibu Hamil ini hadir dengan harapan dapat membantu mengidentifikasi para ibu hamil, terutama untuk usia kehamilan pada trimester pertama. Di mana secara fisik belum terlihat. Sehingga penumpang lainnya dapat memberikan tempat duduk kepada bumil. Terlepas dari kursi prioritas itu, tetapi juga di seluruh kursi KRL.

Nah, gimana? Sekilas udah paham, kan, maksud dan tujuannya? Mari, kita lanjut.

Buat rekan Commuters —istilah untuk pengguna KRL— yang ingin mendapatkan Pin Khusus Ibu Hamil ini, tentu ada cara dan syaratnya. Caranya bisa langsung mencoba registrasi online, yaitu melalu link di atas. Atau secara offline juga bisa, yaitu registrasi langsung di stasiun. Tapi nggak semua stasiun bisa melayani. Hanya beberapa stasiun saja, yakni: Stasiun Bekasi, Bogor, Juanda, Duri, Sudirman dan Tanah Abang. Kemudian jika sudah di stasiun, silakan bertemu dengan petugas Passenger Service Stasiun.

Setelah mengisi form registrasi yang diantaranya ada: Nama, Tanggal Lahir, Alamat, No. KTP, No. KMT, No. Tlp/HP, Email, Lampirkan Foto Diri, dan Surat RS/Bidan —tentang usia kehamilan atau prediksi kelahiran. Silakan menunggu konfirmasi selanjutnya via email.

Nanti pada saat pengambilan Pin Khusus Ibu Hamil, petugas CommuterLine akan minta bukti registrasi, KMT, KTP dan surat keterangan dari RS/bidan. Eitss, jangan lupa ya, akan ada masa kadaluarsa dari Pin Khusus Ibu Hamil. Jadi, pin ini hanya dapat berlaku sampai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Oh iya, FYI aja, untuk registrasi program Pin Khusus Ibu Hamil ini wajib memiliki Kartu Multi Trip (KMT). Jadi buat teman-teman yang biasa pakai kartu Bank, usahakan punya KMT lebih dulu, yah.

Halahhh, kalau belum punya, bilang aja harus beli KMT. Dasar kapitalis~

***

Berdasarkan apa yang saya lihat setiap hari, akan selalu ada penumpang yang —duduk di kursi prioritas—pura-pura nggak tahu atau memang nggak mau tahu kalau sedang ada bumil yang membutuhkan kursi prioritasnya.

Yang sudah-sudah, para bumil yang sedang berusaha mencari kursi prioritas sering kali diarahkan untuk pindah gerbong. Padahal yang mengarahkan itu sedang duduk. Dan dia bukan penumpang yang patut diprioritaskan di kursi prioritas. Logikanya gimana coba? Alih-alih dipersilakan, malah disuruh cari ke gerbong lain. Pfft~

Ada satu hal yang nyaris absurd untuk bisa saya mengerti. Kenapa gitu—penumpang yang bukan patut diprioritaskan—lebih suka duduk dan mencari kursi prioritas. Padahal di kursi yang bukan prioritas itu, kalau pun membutuhkan, pasti bisa duduk. Pasti! Apalagi yang diminta kursinya adalah seorang laki-laki muda. Saya yakin betul, dengan senang hati pasti dipersilakan duduk.

Meskipun saya terkadang kzl bin zbl melihat tingkah pola mereka, saya tetap nggak akan berani untuk menegurnya. Pasalnya, saya masih belum bosan hidup. Masih ingin melihat matahari terbit. Kalaupun ada orang lain yang siap ribut dengan mereka, keesokan harinya akan tetap saja ada manusia-manusia egois yang keasyikan nonton film di smartphone sambil duduk santai di kursi prioritas.

Sampai di sini, saya nggak berharap lagi dengan petugas untuk lebih tegas kepada mereka yang nggak wajib duduk di bangku prioritas. Ya masalahnya mereka merasa lebih prioritas dari prioritas itu sendiri, kok.

Ayolah, jangan selalu mengincar kursi prioritas untuk kamu duduki. Masalahnya, orang-orang yang modelnya kaya gini: penumpang yang nggak sepuh-sepuh banget, agak sulit untuk ditegur. Sering kali, malahan lebih galak si penumpang yang ditegur.

Kalaupun penumpang itu wanita, toh memang diutamakan untuk duduk, kan. Soalnya sampai sekarang masih rawan pelecehan seksual. Tidak ada salahnya kan, mencari kursi yang bukan prioritas. Seandainya saja, posisi ibu saya atau istri saya sedang membutuhkan kursi untuk duduk, tapi tidak dalam kondisi hamil, saya akan mencari kursi non prioritas. Saya yakin, akan lebih mudah mendapatkannya. Itu kalau saya, loh~

Rasa-rasanya saya melihat kehadiran Pin Khusus Ibu Hamil ini sedikit dilematis. Di satu sisi, hal ini—pin khusus ibu hamil—merupakan salah satu solusi untuk bisa lebih mudah mendapatkan kursi prioritas bagi para bumil. Di satu sisi lain, hal ini—pin khusus ibu hamil—bisa menjadi satu alat atau celah baru untuk manusia-manusia licik yang kursinya enggan diduduki orang lain. Tentu saja, dengan cara licik pula. Misal membuat pin bajakan. Selain rasa empati, pembajakan di negeri kita ini cukup menghawatirkan juga, bukan?

Saya kira memang pantas adanya Pin Khusus Ibu Hamil. Lah bagaimana tidak, kesadaran empati di KRL bobrok kaya gini, kok. Biarkan pin ini menjadi lambang kebobrokan empati para pengguna KRL, wabilkhusus yang suka duduk di kursi prioritas namun bukan penumpang yang patut diprioritaskan. (*)

BACA JUGA Perjuangan Ibu Hamil Di KRL atau tulisan Allan Maullana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2021 oleh

Tags: Anak Keretakereta apikomuterKRLpin khusus ibu hamil
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

6 Stasiun Kereta di Sleman yang Berubah Fungsi, Ada yang Jadi TK hingga Warung Soto

6 Stasiun Kereta di Sleman yang Berubah Fungsi, Ada yang Jadi TK hingga Warung Soto

13 Februari 2024
Kebiasaan Buruk Penumpang Kereta Api. Sepele, tapi Bikin Jengkel Penumpang Lain Mojok.co

Kebiasaan Buruk Penumpang Kereta Api. Sepele, tapi Bikin Jengkel Penumpang Lain

17 November 2023
Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

31 Mei 2023
Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL Jakarta Tarif KRL berbasis NIK

Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL

29 September 2023
5 Alasan KA Kahuripan Cocok Menjadi Anak Tiri yang Tersakiti

5 Alasan KA Kahuripan Cocok Menjadi Anak Tiri yang Tersakiti

12 Maret 2025
Ambisi PT KAI Perluas Lempuyangan Bikin Pelaju KRL Jogja Solo Menderita (Unsplash)

Terbitnya SP3 dari PT KAI buat Warga Lempuyangan dan Bayangan Mengerikan Biaya Transport Pelaju KRL Jogja Solo sampai Setengah UMP Jogja

18 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.