Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belum Punya Rumah Setelah Lama Nikah Lebih Dimaklumi Dibanding Belum Punya Anak Setelah Lama Nikah

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
18 April 2021
A A
Belum Punya Rumah Setelah Lama Nikah Lebih Dimaklumi Dibanding Belum Punya Anak Setelah Lama Nikah terminal mojok.co

Belum Punya Rumah Setelah Lama Nikah Lebih Dimaklumi Dibanding Belum Punya Anak Setelah Lama Nikah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari saya membeli batagor dari pedagang keliling yang lewat depan rumah. Penjual batagor itu kebetulan mengontrak rumah tidak jauh dari rumah saya. Beliau adalah ibu-ibu berusia sekitar 40 tahunan. Suaminya juga pedagang keliling sehingga si ibu ini turut serta berkeliling dengan membawa gerobak lain untuk membantu perekonomian keluarga.

Si ibu ini sebenarnya memiliki enam orang anak, hanya saja dua anaknya meninggal dunia. Seperti biasa, setelah menceritakan anaknya, pertanyaan keramat, “Sudah punya anak belum?” keluar juga.

“Kok bisa sudah lama nikah tapi kok belum punya anak, sih?” komentar si ibu yang terlihat kaget setelah tahu saya sudah menikah selama hampir tujuh tahunan dan belum memiliki anak.

Belum juga saya nyahut si ibu lantas menimpali lagi, “Lah emang nggak usaha gitu? Kok bisa sih kayak gitu, orang saya nikah saja langsung hamil.”

Saya cuma nyengir aja dan malas menanggapi pertanyaan yang sebenarnya dia sudah tahu jawabannya. Misalnya nih kalau mulut saya nggak ada filternya, lalu saya balas si ibu dengan kata-kata, “Lah, kok bisa sih ibu menikah sudah lama gitu tapi kok belum punya rumah? Masa nikah puluhan tahun masih ngontrak, emang nggak usaha?”

Gimana coba? Cukup melukai mental si ibu nggak seumpama saya nyeletuk kayak gitu? Padahal dua-duanya konsep melukainya sama. Menyakiti tanpa menyentuh.

Saya bicara kayak gini bukan karena obrolan sama si ibu ini aja. Tapi, saya banyak sekali menjumpai netizen-netizen julid yang suka menekankan tujuan pernikahan itu hanya anak, rumah dan lain-lain itu hanya sampingan semata.

Di sini saya juga nggak ingin menghakimi orang-orang yang sudah lama menikah tapi masih belum punya rumah. Bukan sama sekali. Tapi, menurut saya banyak orang yang jauh lebih memaklumi orang yang belum punya rumah ketimbang mereka yang belum punya anak.

Baca Juga:

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Sekali tahu kita sudah menikah, jangankan keluarga atau orang kerabat, orang yang baru pertama kenal saja pasti langsung nanyain tentang anak. Walau pertanyaan sudah punya rumah nantinya juga bakal keluar, tapi itu ada diurutan kesekian kalinya untuk dipertanyakan.

Kebanyakan orang pasti beralibi bahwa memiliki rumah itu balik lagi ke rezeki tiap orang. Mau kerja banting tulang siang malam kayak gimana, kalau rezekinya belum ada yah tetap nggak kebeli, kan, ya. Nah, kenapa orang nggak mau berpikir demikian soal anak. Padahal anak ini juga masalah rezeki. Mau usaha kayak gimana pun, kalau belum rezeki yah nggak bisa, kan, ya.

Di sini saya cuma mau mengkritik tentang pola pikir kebanyakan orang yang selalu mengejar-ngejar atau menitik beratkan tujuan dari pernikahan itu sekadar mempunyai anak. Walaupun yah benar dan saya nggak menampik hal itu, memangnya siapa sih pasangan yang nggak mau memiliki buah hati? Tapi kan menikah itu nggak sekadar itu saja. Ada banyak hal yang harus dicukupi agar terjalin sebuah keharmonisan dalam rumah tangga.

Banyak sekali netizen yang mengasihani saya karena belum punya anak. Padahal tanpa disadari, dia saja yang mengasihani ini masih numpang sama orang tua dan beli susu anak juga masih sering minta ke orang tuanya. Seolah gini teori yang dianut, “Nggak apa-apa nggak punya rumah atau nggak punya duit yang penting punya anak! Percuma punya rumah, kalau di rumah nggak ada anak. Paling bakal kesepian dan tuanya bakalan sengsara.”

Namun, sekalinya nggak ada uang buat bayar sekolah, terus utang ke orang yang belum punya anak dengan kata-kata bijak, “Pinjamin duit sini, kamu kan belum punya anak jadi pengeluarannya nggak banyak! Nggak kayak aku punya banyak anak dan banyak tanggungannya.” Hmmm.

Banyak juga orang yang berpendapat, “Rumah itu kan cuma harta yang berupa titipan.” Lah, memang anak bukan titipan gitu?

Gini ya, sebenarnya itu yang mau saya tekankan, kenapa ada perlakuan yang tidak sama ketika kita sudah menikah lama tapi belum punya anak dengan mereka yang sudah lama menikah tapi belum punya rumah. Seolah orang-orang yang belum punya anak ini merupakan orang-orang yang perlu dikasihani, orang yang kesepian, orang yang menderita, orang yang depresi, atau orang yang gampang menyerah, dan nggak mau usaha. Padahal kan quota rezeki tiap orang itu sudah ditakar masing-masing.

Kenapa yang dicerca itu hanya orang yang belum punya anak? Walaupun ya, pada akhirnya nanti orang yang sudah menikah dan punya anak, tapi belum punya rumah mah ya bakal kena juga serangan netizen julid dengan pertanyaan keramat, “Kapan punya rumah?”

Saya yakin kok orang-orang yang belum punya rumah itu juga sudah usaha semaksimal mungkin buat beli rumah. Memangnya siapa sih yang nggak mau punya rumah sendiri. Kadang ya, biar pun kecil dan jelek kalau rumah sendiri mah bebas dan membahagiakan.

Jadi, mohon ya kepada para netizen, mungkin harus dipahami lagi tentang definisi rezeki. Bukan berarti orang yang belum memiliki itu mereka tidak mau usaha. Entah itu anak, rumah, kendaraan, dll, semua itu sama saja. Jika kita sudah memiliki rezeki A, ya nggak usah mencerca yang belum punya A. Siapa tahu dia rezekinya di B atau C. Gitu, ya. Paham kan, ya?

BACA JUGA Udah Kerja Keras Bagai Kuda, kok Tabungan Nggak Nambah-nambah? dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2021 oleh

Tags: menikahpunya anakpunya rumah
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

daftar tamu undangan pernikahan ra srawung rabimu suwung seserahan adik nikah duluan gagal nikah dekorator pernikahan playlist resepsi pernikahan mojok

Adik Saya Duluan Nikah dan Saya Nggak Ada Masalah dengan Itu

15 Februari 2021
menikah

Menikah Tidak Sebercanda Itu, Adique!

10 Mei 2019
Saya Bukannya Anti Menikah, Tapi Punya Pertimbangan yang Kompleks terminal mojok.co

Saya Bukannya Antimenikah, tapi Punya Pertimbangan yang Kompleks

17 Oktober 2020
dipanggil bu

Rasanya Dipanggil “Bu” Dan Dikira Sudah Menikah Padahal Masih Kuliah

6 September 2019
Meskipun Nggak Pernah Pacaran Saya Ogah Ikut Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran terminal mojok.co

Meskipun Nggak Pernah Pacaran Saya Ogah Ikut Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran

4 Mei 2020
Menyelisik Mitos Larangan Menikah di Bulan Safar pada Masyarakat Sunda Terminal Mojok

Menyelisik Mitos Larangan Menikah di Bulan Safar pada Masyarakat Sunda

16 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?
  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.