Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Barry Keoghan Joker: Mengikuti Jejak Heath Ledger atau Berakhir seperti Jared Leto?

Muhammad Haekal Ali Mahjumi oleh Muhammad Haekal Ali Mahjumi
29 Maret 2022
A A
Barry Keoghan Joker: Mengikuti Jejak Heath Ledger atau Berakhir seperti Jared Leto?

Barry Keoghan Joker: Mengikuti Jejak Heath Ledger atau Berakhir seperti Jared Leto? (Instagram @dccomics)

Share on FacebookShare on Twitter

Barry Keoghan punya beban berat: apakah dia bakal mengikuti jejak Heath Ledger atau berakhir seperti Jared Leto?

Sudah hampir sebulan The Batman tayang di layar lebar dengan mendapat tanggapan positif dari penonton umum serta kritikus. Kini, setelah penayangan menuju waktu akhir, DC secara tiba-tiba mengunggah deleted scene dengan memperlihatkan Batman sedang berada di Arkham Asylum. Siapa lagi yang dikunjungi kalau bukan si badut serta rival Batman, The Joker!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by The Batman (@thebatman)

Ya, setelah penuh tanda tanya siapakah tahanan yang mengobrol dengan Riddler di bagian akhir, DC telah mengonfirmasi bahwa Barry Keoghan akan menjadi Joker dalam semesta Batman-nya Matt Reeves.

Saya tahu kalian pasti ingin banget lihat Joker dalam setiap filmnya Batman. Entah sudah ada berapa varian Joker dari abad ke-20 sampai sekarang. Mungkin kalian bakal senang dan makin nggak sabar lihat aktingnya Barry Keoghan jadi badut psikopat. Namun dari pandangan saya sendiri, kok malah makin takut ya. Bukannya bikin pamor naik, malah bisa jatuh akibat kehadiran Joker. Kenapa saya takut akan hal ini?

Baca Juga:

The Flash: Ketika Multiverse Sudah Mencapai Titik Jenuhnya

Ngeship Bruce Wayne dengan Selina Kyle dalam Semesta DC

Pertama, kalian sadar nggak sih formulanya Joker selama live-action cuma gitu-gitu saja? Make up badut, wajah ancur, jadi mafia. Selalu saja berulang sejak zaman BatKeaton. Penonton terutama pengikut berat cerita Batman tentu bakal bosan kalau lihat Joker aktingnya ngulang lagi seperti dulu dan sudah tertebak jalan ceritanya bakal bagaimana. Nggak perlu jauh-jauh, kalian tahu kan mengapa The Batman dapat dibilang menarik untuk ditonton? Karena cerita yang diadaptasi sangat berbeda dari sebelumnya.

Joker Phoenix (Pixabay.com)

Alih-alih meneruskan sifat playboy dan crazy rich-nya Bruce Wayne, justru kita melihat sosok Bruce yang masih penuh amarah, sulit berpikir dingin, dan terkesan introvert dalam film Batman buatan Matt Reeves.

Yang saya takutkan adalah sutradara tidak mampu membuat karakter Joker menjadi lebih beda dan menarik untuk dilihat. Walaupun dengan aktor serta akting bagus sekalipun, kalau hanya mengulang identitas dari Joker sebelumnya ya buat apa. Kesannya seperti tidak ada pembaruan padahal Joker punya banyak sekali latar belakang jika melihat dari komik.

Kita nggak ngomongin Joker-nya Phoenix lho ya. Itu mah stand alone, tanpa Batman. Jadi, jelas nggak masuk dalam diskusi ini. Tapi, sebenarnya ya Joker model itu yang saya maksud: digali lebih dalam ceritanya. Meski, makeup-nya ya gitu-gitu aja.

Persoalan lain mengapa Joker bakal menjatuhkan pamor film adalah ekspektasi penonton untuk seri berikutnya. Peran Riddler/Edward Nashton sebagai villain utama dalam film ini sangat di luar ekspektasi. Hampir saya nilai sempurna karena berhasil bikin Batman serta polisi bingung serta terkecoh dengan teka-teki yang dia buat. Akting Paul Dano benar-benar menjiwai sebagai Riddler, terutama scene di mana Riddler diinterogasi oleh Batman di Arkham Asylum yang menjadi salah satu scene terbaik dalam film.

Oleh karena Dano berhasil memerankan Riddler dengan baik, tentu penonton punya ekspektasi tinggi buat villain baru di serial mendatang. Dengan target penonton sangat tinggi, mau tidak mau akting pemain juga harus bagus dong. Bisa tidak seorang Barry Keoghan dengan label underrated-nya mampu naik kelas dengan perannya sebagai Joker? Bagaimanapun, memerankan Joker benar-benar menguras mental pemain. Lihat saja Jared Leto apakah dia sukses memerankan tokoh Joker? Realitanya justru sebaliknya kan sampai dihujat sana-sini.

Mari kita berandai-andai Joker gagal di Batman-nya Matt Reeves. Sudah jelas penonton bakal kecewa. Dan BatReeves bakal masuk dalam “sekuel yang gagal mengulang kesuksesan film pertama”.

Baik Barry Keoghan serta Matt Reeves sama-sama dipusingkan untuk menjaga nama The Batman agar tidak rusak di mata penonton. Matt Reeves harus memikirkan bagaimana agar membuat karakter Joker yang fresh dan belum pernah dibayangkan oleh penonton untuk meninggalkan kesan “bosan”. Sedangkan bagi Barry Keoghan, hal ini bisa jadi membuatnya gila andai akting dia gagal. Ya walaupun di deleted scene kemarin terkesan menarik, namun bukan berarti dapat dikatakan sepenuhnya bagus kan? Pembuktiannya baru dapat dinilai kalau dia dapat screen time lebih.

Saya tidak melarang Joker untuk diberi panggung dalam film. Hanya saja, bukankah terkesan buru-buru jika langsung muncul begitu saja? Apalagi, kita selalu bosan untuk melihat Joker dan Joker lagi. Kini semua tanggung jawab ada pada aktor serta sutradara untuk membuat Joker tidak cuma nyampah dan justru jadi film gagal.

Justru kehadiran Jokerlah yang dapat membuat nama film menjadi ciamik dan menjadi film terbaik Batman dibanding pendahulunya. Mari kita lihat nanti apakah Joker Barry Keoghan gagal, atau justru melampaui ekspektasi penonton serta kritikus berkat ide sutradara serta akting apik dari Barry. Mari kita tunggu beberapa tahun ke depan. Entah dia akan dikenang seperti Heath Ledger (juga Joaquin Phoenix), atau malah berakhir seperti Leto.

Joker Ledger (Pixabay.com)

By the way, kenapa sih nggak ada yang kepikiran adaptasi The Killing Joke? Padahal bagus loh.

Sumber Gambar: Akun Instagram @dccomics

Penulis: Muhammad Haekal Ali Mahjumi
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2022 oleh

Tags: barry keoghanbatmanheath ledgerjokermatt reeves
Muhammad Haekal Ali Mahjumi

Muhammad Haekal Ali Mahjumi

Seorang lulusan Ilmu Sejarah yang kini berlabuh di semesta data. Jika dulu sibuk membedah narasi masa lalu, kini tekun mengolah angka untuk membaca pola masa depan.

ArtikelTerkait

The Flash: Ketika Multiverse Sudah Mencapai Titik Jenuhnya

The Flash: Ketika Multiverse Sudah Mencapai Titik Jenuhnya

15 Juni 2023
Justice League Snyder’s Cut di Mata Awam Saya dan Tips Ngeles Soal Joker terminal mojok.co

‘Justice League Snyder’s Cut’ di Mata Awam Saya dan Tips Ngeles Soal Joker

22 Maret 2021
Ngeship Bruce Wayne dengan Selina Kyle dalam Semesta DC Terminal Mojok.co

Ngeship Bruce Wayne dengan Selina Kyle dalam Semesta DC

9 Maret 2022
joker

Joker dan Pria yang Ditolak (Spoiler Alerts)

9 Oktober 2019
joker

Joker dan Viktimisasi

8 Oktober 2019
randall

Unpopular Opinion About Joker: Randall dan Perannya yang Dilupakan

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.