Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
28 April 2026
A A
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! (unplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Jawa Timur, ada empat kabupaten yang secara geografis terpisah dari pulau Jawa, mereka ini ada di pulau Madura. Empat kabupaten ini yaitu Sumenep paling timur, kemudian Pamekasan, lalu Sampang, dan ujung baratnya ada Bangkalan. Artinya, Kabupaten Bangkalanlah yang paling dekat dengan ibu kota provinsinya, Surabaya. Bangkalan juga menjadi pintu gerbang utama jika kalian ingin ke Pulau Madura.

Tapi, jika melihat kondisi pembangunannya, Bangkalan kerap kali tertinggal dari yang lainnya, yakni Sumenep dan Pamekasan. Padahal, kabupaten ini adalah yang paling dekat dengan Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia. Tak perlulah ya saya rincikan berbagai datanya, dari indeks pembangunan manusianya saja, kabupaten ini sudah lama terlampaui oleh dua kabupaten yang saya sebutkan tadi.

Saya sendiri pun kadang bertanya-tanya, mengapa hal ini bisa terjadi? Nah setelah melakukan perenungan, agaknya inilah jawabannya.

Alam di Bangkalan Madura terlalu memanjakan warganya

Kata Ibnu Khaldun, semakin alam memanjakan manusia, semakin manusia itu terlena olehnya. Ya, demikianlah mungkin yang juga terjadi pada Bangkalan Madura. Dibandingkan dengan Madura bagian timur, curah hujan di Bangkalan itu lebih tinggi. Makanya, hal ini membuat tanah di kabupaten ini cenderung lebih subur daripada di bagian timur.

Di desa saya misalnya, kesuburannya sangat luar biasa. Buah-buah unggulan seperti durian, rambutan, mangga, binatu, nangka dan lain sebagainya punya musimnya sendiri di desa saya. Nah, ini akhirnya menjadi ladang penghasilan beberapa warga. Musim durian, jual durian. Musim rambutan, jual rambutan. Kalau musim nangka, jual nangka.

Jadi, warga seakan tidak punya jenis pemasukan ekonomi yang tetap, sebab alam seperti sudah menjanjikan panen setiap musimnya. Akhirnya, kita seperti bengong saja, kurang berinovasi. Ini pendapat saya ya!

BACA JUGA: Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

Tak punya wisata secantik Madura timur

Selanjutnya, wisata alam di Bangkalan itu sebetulnya tak semenarik Madura timur. Di Madura timur, Sumenep khususnya, pantainya telah terancang secara otomatis untuk menarik para turis. Tak perlu diapa-apain, pesisirnya sudah sangat cantik dengan pasir putihnya. Hal ini tentu jadi modal besar bagi Madura timur sehingga mereka jadi yang paling unggul dalam hal wisata.

Baca Juga:

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Nah, bagaimana kondisi di Bangkalan? Kabupaten ini tidak seberuntung kabupaten lainnya. Karena lautnya bukan lautan lepas, yakni hanya berbentuk selat, pasirnya akhirnya tidak putih, airnya pun tak begitu jernih. Kadang coklat, kadang ijo, kadang abu-abu. Ditambah lagi, banyak sampah yang bikin airnya tercemar, bahkan berbau!

Tentu ini adalah kebalikan dari Madura timur, tak mungkin wisatawan/turis mau menikmati pesisir Bangkalan!

Dekat dengan Surabaya bikin warga Bangkalan leha-leha

Tinggal di kabupaten yang dekat dengan ibu kota tak selalu menjadi peluang, terkadang malah bikin hidup malas-malasan. Sebaliknya, warga yang tinggal jauh dari ibu kota, kadang tumbuh sebagai pejuang, sebab untuk bertahan mereka harus lebih mati-matian. Demikianlah saya melihat antara warga Bangkalan dan Sumenep serta Pamekasan.

Misalnya dalam melihat pendidikan. Orang Bangkalan kebanyakan langsung pasrah berharap lolos di UTM, atau ya paling jauh ke Surabaya saja. Sementara, siswa-siswa di Pamekasan dan Sumenep, bagi mereka kuliah mending jauh sekali. Daripada ke Surabaya, langsung saja Jogja. Makanya, maklum kalau banyak orang Madura Timur yang kuliah di Jogja.

Nanggung bagi investor

Sebagai gerbang sebuah pulau, apalagi dari pintu keluarnya adalah kota besar, kondisi Bangkalan itu benar-benar nanggung. Disebut kota, masih banyak pedesaan. Disebut desa, katanya masuk kawasan metropolitan. Kondisi nanggung ini akhirnya membuat investor tak begitu berani memberi modal ke Bangkalan.

Misalnya nih, seandainya ada sebuah produk atau perusahaan yang ingin melebarkan sayap ke Madura, memilih Bangkalan itu tidaklah rasional, sebab ngapain bangun di Bangkalan kalau di Surabaya sebagai kota besarnya sudah ada. Orang Bangkalan tetap lebih suka beli ke Surabaya. Akhirnya, mana yang dipilih? Ya, kalau tidak Sumenep ya Pamekasan, ke ujung timur.

Makanya, jangan heran kalau Mie Gacoan di Madura bukanya lebih dulu di Pamekasan. Bioskop? Di Pamekasan juga sudah ada. Kenapa di Bangkalan nggak ada bioskop? Terlalu dekat dengan Surabaya. Percuma!

Ya itulah beberapa pendapat saya mengapa Bangkalan agaknya akan begini-begini saja. Tentu, tulisan ini niatnya hanya untuk membantu pemerintah menganalisis apa yang terjadi di Bangkalan Madura. Harapannya, mereka bisa mencarikan solusi agar perkembangan masyarakat di kabupaten tercinta saya ini tidak tertinggal.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: BangkalanmaduraPamekasansampangsumenep
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Warung Madura Bernama Madura Kitchen Sukses Jajah London (Unsplash)

Madura Kitchen, Warung Madura yang sukses Menginvasi Kota London Malah Kena Nyinyir Orang Indonesia Sendiri

21 Juni 2024
Tiga Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja gen z

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri? universitas trunojoyo madura

Pengalaman Kuliah di Madura Selama 3 Tahun: Nyatanya, Madura Tak Sejelek yang Ada di Pikiran Kalian

23 Januari 2024
Le Minerale dan Aqua Nggak Laku di Madura! Orang Madura Lebih Suka Air Minum Kemasan Lokal yang Ada Barokah-barokahnya

Le Minerale dan Aqua Nggak Laku di Madura! Orang Madura Lebih Suka Air Minum Kemasan Lokal yang Ada Barokah-barokahnya

22 Juli 2024
Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Warung Madura di Daerah Lain Buka 24 Jam, tapi Kenapa di Madura Malah Nggak Buka 24 Jam?

18 Februari 2023
Preman Bukan Sesuatu yang Menakutkan di Madura, Kehadirannya Justru Ditunggu Warga

Preman Bukan Sesuatu yang Menakutkan di Madura, Kehadirannya Justru Ditunggu Warga

6 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.