Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bahayanya Ngomongin Burung Bareng Cowok

Lestahayu oleh Lestahayu
2 April 2020
A A
ngomongin burung

Bahayanya Ngomongin Burung Bareng Cowok

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin kosakata ‘burung’, sebenernya itu kata yang biasa aja. Nggak aneh, apalagi menimbulkan SARA. Burung ya burung, hewan yang punya sayap serta paruh, bisa terbang, dan kebanyakan adalah pemakan biji-bijian itu. Ada burung kutilang, perkutut, prenjak, pleci, nuri, kakaktua, burung gereja, cenderawasih, merpati, manyar, cucak rowo, dara, parkit, pipit, elang, rajawali, jalak bali, dll.

Kalau mau yang agak serem-serem gitu, ada burung burung hantu, gagak, dan kedasih yang konon membawa kabar kematian. Itulah definisi yang ada di dalam pikiran kami-–para perempuan—yang mungkin beda dengan apa yang tergambar di otak para laki-laki.

ADVERTISEMENT

Cuma, entah siapa yang memulai dan sejak kapan berlakunya, kosakata burung justru jadi suatu hal yang tabu dan kurang layak untuk diperbincangkan oleh perempuan, apalagi di hadapan para lelaki. Sebab kalau sampai itu terjadi, maknanya jadi ambigu, sensitif, bikin salah paham, tapi nggak jarang malah bikin ngakak. Entah kenapa hal ini bisa terjadi, dan tentu bikin saya bertanya-tanya perihal ada apakah gerangan dengan kosakata ‘burung’ ini.

Rasa penasaran saya akhirnya membawa saya ke sebuah peristiwa beberapa tahun lalu. Waktu itu, saya pernah nanya ke mantan pacar teman dekat saya, “Kenapa cowok kalau ngomongin burung, tanggapannya suka ngaco?”

Tahu, nggak, tanggapannya gimana? Bukannya jawab biar saya plong dan nggak bertanya-tanya lagi, dia malah ketawa ngakak. Terus sehabis itu dia baru jawab, “Itu rahasia laki-laki. Kamu nggak perlu tahu, biar nggak nyesel.” Terus, dia ngakak lagi. Setelah tawa dia mendingan, dia nanya, “Kenapa tiba-tiba nanya gituan?”

Ya waktu itu saya jawab jujur aja, kalau belum lama ini diceritain sama temen saya. Kata temen saya, dia dicurhatin sama seorang cowok yang mau miara burung biar bisa jadi teman ngopi pada pagi hari. Ilustrasinya kira-kira seperti di bawah ini:

Seorang cowok bilang ke temen saya yang notabene seorang cewek. “Kayaknya aku mau miara burung, deh. Biar tiap pagi rumah nggak sepi-sepi banget.”

Nah, temen saya nanya, “Burung apa?” persis kayak Mbak Nial yang nanya ke saya di grup WA Terminal Mojok, sewaktu saya laporan mau bahas tema perburungan ini.

Baca Juga:

3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

“Ya burung beneran, masa burung apa? Pasti kamu mikir mesum, nih.”

Mesum dari mananya, coba? Kalau dipikir-pikir, siapa yang mesum?

Orang cuma nanyain ‘burung apa’ kok dibilang mesum. Kan temen saya nanya begitu itu ya biar dapat jawaban jenis burung apa yang mau dipelihara sama si cowok tadi. Burung yang punya sayap, bisa terbang, dan butuh makan itu. Bukan burung macem-macem, yang dianggap ‘melambangkan kemesuman’ bagi para cowok itu. Tapi tanggapan si lawan bicaranya malah lain, nggak tahu ke arah mana. Hadeeeh.

Begitu saya selesai cerita, mantan pacar teman dekat saya ngasih pesan, ”Makanya kamu nggak usah bahas gituan sama cowok. Bahaya.”

“Kenapa?” tanya saya, yang mulai curiga karena dia nahan tawa.

“Nggak usah ngeyel. Kalau aku kasih tahu, nanti nyesel. Pokoknya jangan.”

Kan orang kalau dilarang-larang gitu malah tambah penasaran kan, ya? Waktu itu saya juga penasaran, tapi nggak ada niat mau nanya ke siapa-siapa. Berhubung saya ini gampang lupa juga, jadinya saya nggak nyari tahu. Rasa penasaran saya tentang hal itu lama-lama ikutan lenyap.

Nah, beberapa waktu yang lalu ada cewek yang cerita ke saya. Katanya dia pernah penasaran perihal larangan membahas burung sama cowok. Kejadiannya hampir sama kayak saya. Cuma bedanya, saya akhirnya lupa sama rasa penasaran saya sendiri. Sedangkan dia, nekat nanya ke temen-temen cowoknya buat memenuhi rasa penasarannya. Terus, dijawablah sama kawan-kawannya. Begitu tahu apa yang sebenernya, dia nyesel.

Untung, ya, saya bahas burung yang identik sama hal mesum menurut para cowok ini bareng mantan pacar orang yang tepat. Sebagai pencinta burung, dia justru mengarahkan saya ke pembahasan tentang burung yang seharusnya. Kadang bahas tentang burungnya yang mati, burungnya yang baru bertelur, atau makanan burung yang baik untuk jenis burung yang ini maupun yang itu, dsb. Beruntung juga, dia nggak memanfaatkan otak saya yang waktu itu belum terkontaminasi hal aneh-aneh. Coba kalau nggak? Mungkin saya nggak bisa nulis artikel ini.

Tapi… saya kan nanya tentang burung udah lama juga. Kenapa malunya baru sekarang, ya? *tutup muka

Jadi, pesan dari saya, jangan ngomongin burung sama cowok, apalagi yang otaknya nggak beres. Pokoknya jangan!

BACA JUGA Jika Cintamu Hasil Doktrin Blue Film, Aku Bisa Apa? atau tulisan Lestahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2020 oleh

Tags: burungmesumtabu
Lestahayu

Lestahayu

Sebagian orang memanggil saya Hayu, tapi lebih banyak yang memanggil Septi. Pernah pacaran satu kali. Suka menulis cerita fiksi, makanya pengin jadi sahabat PUEBI dan KBBI.

ArtikelTerkait

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

3 September 2023
Mempertanyakan Logika Wacana Bongkar Bangku Jalan Besar Ijen Malang

Mempertanyakan Logika Wacana Bongkar Bangku Ijen Malang

16 Februari 2023
Langsung Mute Notifikasi Pas Join Grup WhatsApp Baru Bukan Suatu Dosa terminal mojok.co

Keluar dari WAG yang Penuh Obrolan Mesum Itu Bikin Hidup Lebih Tenang

2 Februari 2021
3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum (Unsplash)

3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum

14 Juni 2025
pakaian outfit seragam bapak-bapak pencinta burung berdasarkan burung kesukaannya mojok.co

Outfit Bapak-bapak Pencinta Burung Sesuai Burung Kesukaannya

29 Juni 2020
kicau mania mojok

Kicau Mania, Perhatikan 4 Hal Ini Ketika Memandikan Burung

4 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.