Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Anak Magang Perlu Dibayar Nggak, Sih?

Rode Sidauruk oleh Rode Sidauruk
6 September 2019
A A
anak magang

anak magang

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi beberapa fakultas di universitas, kegiatan magang atau job training merupakan salah satu program wajib. Hal ini berguna untuk menerapkan setiap ilmu atau teori yang didapatkan selama bersemester-semester lamanya di bangku kuliah. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan bisa merasakan dunia kerja yang sebenarnya. Biasanya, kegiatan magang ini dilakukan di tahun ketiga atau kira-kira semester enam atau tujuh.

Seru! Satu kata yang bisa saya lontarkan tentang kegiatan magang ini. Saya bahkan bisa berkenalan dengan kemampuan diri saya yang baru—lebih dari sekedar mengasah skill lama, sangat produktif—bukan sibuk, menambah relasi, dan tentu it’s an honor buat saya bisa membantu sebuah perusahaan dengan menjadi bagian di dalamnya.

ADVERTISEMENT

Tadi sore, saat saya sedang meng-scroll akun LinkedIn saya, saya menemukan sebuah konten yang dibuka dengan kalimat Unpaid internships for college credit is bad. Penasaran, saya membaca sampai habis tulisan mas-mas itu—yang sebenarnya bisa dibaca dalam waktu kurang dari semenit—and I got the point.

Intinya, doi bilang kuliah itu mahal, dan kalau udah bayar kuliah mahal-mahal trus kita kerja for free—walaupun ‘hanya’ magang, it’s totally bad. Anak-anak magang seharusnya dapat diperlakukan seperti pekerja atau karyawan di perusahaan itu. Tentu, hal ini bicara tentang bayaran. No, doi nggak bilang gajinya harus sama dengan karyawan tetap di sana, tapi setidaknya kasih reward ke anak magang yang udah mau kerja buat perusahaan itu. That’s it.

Sejujurnya, saya cenderung setuju dengan pendapat mas tersebut. Apa salahnya coba ngebayar anak magang yang mau kerja di perusahaan? Ya, walaupun kami mahasiswa ini emang tujuan magangnya buat dapet ‘nilai’ yang akan memengaruhi IPK dan kelulusan kami, tapi kan kami juga kerja gitu loh. Kerja. Bukan main. hehe

Tapi serius, unpaid internship memang jadi salah satu alasan kenapa mahasiswa jadi malas apply dan bahkan nolak (diam-diam) setelah interview secara—ini berdasarkan cerita teman dan sanak saudara saya, lho, ya. Dan pengalaman pribadi juga deng.

Gini, lho. Saya sendiri merasa, ketika tahu kalau setelah magang saya ‘tak mendapatkan apa-apa’—dalam hal ini uang, saya sedikit kecewa. Yha, gimana. Jarak (calon) kantor saya dengan kosan atau tempat menginap saya bisa dibilang tidak dekat. Mau menyewa satu kamar kosan, kok yah rasanya nanggung yah—apalagi kalau ada saudara yang berbaik hati mau menampung saya.

Naik ojol, naik kereta atau busway, naik ojol lagi, makan siang (kalau tidak disediakan) tentu akan memakan biaya mencapai setengah ratus ribu. Trus, kita tak dibayar setelah kerja (mayan) keras—mikir buat konten yang berfaedah, dimintatolongin ini-itu, revisi sejuta kali, dan sebagainya.

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Bukannya nggak ikhlas, lho, yhaaa~ Sebenarnya yang anak magang harapkan tak banyak, kok. Mereka dan saya hanya ingin dikasih reward atas kerja keras kami. Kalau dibilang yang penting dapet pengalaman sebelum terjun ke dunia kerja yang sebenarnya, hmm saya rasa di kampuspun kami sudah dapat pengalaman mirip-mirip dunia kerja. Yha bedanya memang kami langsung duduk dan berdiri di kantor atau perusahaan yang sebenarnya.

Perusahaannya masih baru, masih berproses. Duh, bukannya mau membandingkan, yha. Saya dan teman saya juga magang di perusahaan baru berdiri beberapa tahun, belum unicorn, tapi setidaknya kami dibayar—mengganti ongkos dan itu sangat berharga buat kami.

Saya rasa tak masalah membayar anak magang dengan 20.000 per hari atau bahkan 10.000 per hari—kalau emang 20.000 kebanyakan yekan. Tapi yah perhitungkan sajalah berapa anak magang layaknya dikasih jajan.

Dengan uang segitu saja, yang sebenarnya mengganti ongkos dan makan siangpun tak bisa menutupi, para anak magang akan merasa sangat bahagia dan klepek-klepek karena kerja kerasnya dihargai. Biasanya sih, saya lebih senang menyebutnya dengan reward alih-alih salary.

Yha, bener kata mas tadi yang meng-inspire saya nulis ini, kuliah itu nggak gratis loh. Kami—atau pemerintah dan para penyedia beasiswa—bayar mayan mahal setiap enam bulan. Abis itu, ilmu yang kami praktikkan di dunia kerja tak di-reward sama sekali. Agak kecewa sih, tapi mo gimana lagi yah.

Kadang emang betul yang dibilang para recruiter, pengalaman saja cukup membantu para mahasiswa merasakan atmosfir dunia kerja. Baiklah, apalah daya kami yang kadang harus dapat tempat magang sebelum deadline magang dari kampus memanggil dan melihat teman-teman satu persatu lulus dan kami menua di kampus. (*)

BACA JUGA Persamaan Pengalaman KKN Saya dengan KKN di Desa Penari atau tulisan Rode Sidauruk lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2019 oleh

Tags: Anak Magangjob trainingKapan LulusMahasiswapendadaranwisuda
Rode Sidauruk

Rode Sidauruk

ArtikelTerkait

Entah Plonco atau Lucu-Lucuan, Ospek Mahasiswa Itu Tidak Dibutuhkan! terminal mojok.co

Entah Plonco atau Lucu-Lucuan, Ospek Mahasiswa Itu Tidak Dibutuhkan!

29 Agustus 2021
6 Jas Almamater Kampus Paling Keren di Indonesia

6 Jas Almamater Kampus Paling Keren di Indonesia

29 Juli 2024
salah jurusan

Maba, Bukan Hanya Rentan Salah Jurusan, Tapi juga Salah Pilih Organisasi

30 Agustus 2019
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Rahasia Lulus Kuliah Lebih Cepat: 10 Online Tools yang Membantu Mahasiswa Menyelesaikan Skripsi

Rahasia Lulus Kuliah Cepat: 10 Online Tools yang Membantu Mahasiswa Menyelesaikan Skripsi

9 April 2023
Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan organisasi kampus terminal mojok.co

Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan

30 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.