Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya

Hilmi Baskoro oleh Hilmi Baskoro
22 Oktober 2025
A A
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya (www.jemberkab.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Alun-Alun Jember Nusantara rusak untuk kesekian kalinya. Belum genap setahun dibuka, fasilitas publik yang satu ini sudah berkali-kali diperbaiki. Salah satu yang paling parah adalah kerusakan fasilitas toilet.

Banyak pihak menyalahkan warga yang gagal menjaga fasilitas publik. Tidak sedikit yang kemudian berkomentar “SDM rendah” atau ungkapan lain yang memojokkan warlok Jember. Saya bisa memahami amarah itu, tapi menurut saya, persoalannya tidak melulu karena warlok.

Alun-Alun Jember Nusantara yang rusak lagi dan lagi itu semacam puncak gunung es. Ada permasalahan lebih besar di baliknya: minimnya ruang publik terjangkau dan layak di Jember. 

Aktivitas warga terkonsentrasi di satu titik

Minimnya kesadaran segelintir warga menjaga fasilitas publik memang jadi salah satu faktor. Namun, pernahkah kalian bertanya-tanya, kenapa warga begitu sulit menghargai fasilitas publik? Apakah benar karena SDM rendah? Kalau memang iya, siapa yang membiarkan kualitas SDM bisa serendah itu? Atau, mungkinkah warga tidak bisa menjaga tangan usilnya karena selama ini tidak terbiasa memiliki fasilitas publik yang layak? Mungkinkah mereka “gagap” ketika mendapati ada sebuah fasilitas berkualitas yang bisa dinikmati bersama. 

Asal tahu saja, Alun-Alun Jember Nusantar iyu bak magnet bagi warga lokal.  Mereka datang untuk mengais rezeki dengan jualan kaki lima, ada juga datang untuk berkomunitas, atau sekadar melepas penat. Animo masyarakat mengunjungi alun-alun semakin besar setelah tempat ini jadi bagus setelah renovasi. 

Belum lagi kalau ada acara yang digelar pemerintah di tempat ini. Pengunjung yang datang semakin membludak. Sekarang, anggap saja Alun-Alun Jember seharusnya menampung maksimal 3.000 orang, tetapi biasa dipakai 10.000 orang dalam event tertentu, maka beban melebihi kapasitas desain. Jadi tidak usah heran jika kursi, granit, ring basket, bahkan toilet cepat rusak. 

Dengan kata lain, konsentrasi aktivitas warga Jember hanya di satu titik.  Mungkin kalian akan bertanya-tanya, “Kenapa tidak menggelar acara di tempat lain?” atau “Kenapa orang-orang nggak melepas penat di tempat lain?” Saya beri tahu ya, kenyataannya, tidak ada ruang publik yang cukup representatif di Jember untuk itu semua. 

Ada ruang publik lain, tapi tidak semenarik Alun-Alun Jember Nusantara

Di tingkat kecamatan memang ada alun-alun seperti di Balung, Rambipuji, Tanggul, hingga Ambulu. Tempat-tempat itu memang jadi pusat kegiatan warlok kecil-kecilan. Misal, pasar malam, hajatan, desa, hingga olahraga. Titik-titik lain seperti Universitas Jember (UNEJ) dan Perumahan The Argopuro  juga jadi tempat warlok berkegiatan, biasanya olahraga lari. 

Baca Juga:

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Akan tetapi, harus diakui, titik-titik aktivitas warga itu tidak ada yang semenarik dan selengkap Alun-Alun Jember. Itu mengapa, untuk acara-acara skala untuk kabupaten, provinsi, bahkan nasional tetap terpusat di kota.

Bahkan, GOR PKPSO, Stadion Notohadinegoro, sampai Jember Sport Garden (JSG) yang megahnya minta ampun itu juga kurang dilirik oleh warga. Warga melihatnya sekadar fasilitas olahraga, tidak untuk mencari rezeki, healing, berkomunitas, atau berkegiatan lain. 

Intinya warga merasa kurang cocoklah melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa digelar di Alun-Alun Jember Nusantara di titik-titik di atas. 

Titik potensial

Jember Sport Garden (JSG) sebenarnya sangat potensial jadi opsi memecah konsentrasi tinggi di Alun-Alun Jember Nusantara. Meskipun, letaknya memang agak ke pinggir. Namun, apabila digarap dengan serius, JSG bisa menjawab tantangan ini. Tarik saja banyak PKL ke sana, tata dengan baik, kemudian sediakan berbagai fasilitas tak hanya yang berkaitan dengan olahraga. Pemkab Jember juga sudah berencana menjadikan JSG sebagai tempat wisata! 

Atau, kalau mau nekat, bangun ruang publik baru yang representatif layaknya Alun-alun Jember Nusantara. Bisa berupa taman atau pusat wahana permainan. Tapi, kan membangun baru berarti mengundang kemarahan rakyat. Pasti banyak cibiran. Kondisi Jember sekarang lagi butuh banyak uang untuk hal lain, salah satunya renovasi sekolah-sekolah rusak.

Penulis: Hilmi Baskoro
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jembatan Brawijaya Kediri Terlihat Murahan untuk Proyek Bernilai Rp3,3 Miliar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2025 oleh

Tags: alun-alunalun-alun jemberAlun-Alun Jember Nusantarafasilitas alun-alun jemberjember
Hilmi Baskoro

Hilmi Baskoro

Manusia yang sering beli buku tapi nggak langsung dibaca.

ArtikelTerkait

3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui terminal mojok.co

3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui

23 Januari 2022
Jember Tempo Dulu: Kala Toko Roti Wina Berjaya hingga Gebang Theater yang Jadi Andalan Muda-Mudi Jember Mencari Hiburan

Jember Tempo Dulu: Kala Toko Roti Wina Berjaya hingga Gebang Theater Jadi Andalan Muda-Mudi Jember Mencari Hiburan

9 Desember 2024
Jember Selatan seperti “Anak Tiri” Kabupaten Jember (Unsplash)

Penderitaan Orang Jember Selatan yang seperti Menjadi “Anak Tiri” Kabupaten Jember karena Perbedaan Bahasa dan Budaya

9 Februari 2024
Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

1 Desember 2023
Membedah Alasan di Balik Kualitas Kopi Jawa Timur yang Begitu Fantastis

Membedah Alasan di Balik Kualitas Kopi Jawa Timur yang Begitu Fantastis

22 November 2023
Jalur Satu Arah Bukan Solusi Kemacetan Jember, Mindah Macet sih Iya

Jalur Satu Arah Bukan Solusi Kemacetan Jember, Mindah Macet sih Iya

6 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.