Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Juga Harus Diperhatikan jika Alun-alun Bangkalan Madura Benar-benar Diperbaiki

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
23 Januari 2026
A A
3 Hal yang Juga Harus Diperhatikan jika Alun-alun Bangkalan Madura Benar-benar Diperbaiki

3 Hal yang Juga Harus Diperhatikan jika Alun-alun Bangkalan Madura Benar-benar Diperbaiki (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Bangkalan Madura, saya turut senang mendengar kabar baik dari kabupaten ini. Beberapa masyarakat juga mulai bergairah menyambut tahun 2026 karena banyak agenda Pemkab yang ditunggu-tunggu. Salah satunya revitalisasi Alun-alun Bangkalan Madura yang termasuk taman kota, Taman Paseban.

Hal ini juga diperkuat oleh tulisan Mas Abdur Rohman yang menyebut kalau Alun-alun Bangkalan Madura menjadi salah satu proyek yang segera direvitalisasi tahun 2026 ini. Geliatnya juga mulai nampak tipis-tipis, seperti dibukanya pagar pembatas lapangan sepak bola di alun-alun sehingga terasa lebih luas.

Namun saya rasa renovasi fisik tidaklah cukup untuk alun-alun yang sepaket dengan Taman Paseban ini. Jika benar Alun-alun Bangkalan akan direvitalisasi, 3 hal ini juga harus diperhatikan. Harapannya agar alun-alun tak hanya berbenah secara fisik, tapi juga berbenah secara sistem manajerial.

Baca juga: Alun-Alun Bangkalan Madura Lebih Butuh Tempat Sampah, Bukan Jogging Track! Percuma Ramai tapi Nggak Nyaman karena Sampah Berserakan.

Ruang aman sebagai pusat hiburan warga Bangkalan

Saya yakin sebagian besar warga Bangkalan Madura senang jika ada renovasi Alun-alun Bangkalan, khususnya bagian Taman Paseban. Soalnya alun-alun dan taman ini memang tempat rekreasi mingguan terjangkau bagi warga setelah penat memeras keringat sepanjang minggu.

Renovasi fisik memang keharusan mengingat tempat ini mulai nampak kumuh dan kusam. Perlu penyegaran dengan cat yang lebih estetik.

Akan tetapi jangan berhenti di situ. Perlu juga renovasi manajerial sumber daya manusia pengelola dan aturannya. Salah satu yang terpenting adalah taman yang benar-benar memberi ruang aman bagi warga Bangkalan. Harapannya warga menikmati Alun-alun Bangkalan Madura, anak-anak aman bermain di sana, dan kaum muda-mudi juga nyaman berolahraga di sana.

Sejauh ini, alun-alun dan Taman Paseban bagi saya belum cukup aman. Setidaknya ada dua hal yang saya temui saat ke sana. Pertama, saya pernah diganggu ODGJ ketika sedang nongkrong di sana. Kedua, saya pernah diserbu petasan oleh anak kecil (diduga anak jalanan) ketika sedang menjalani aktivitas bersama komunitas literasi di alun-alun.

Baca Juga:

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

Nah, ruang aman ini juga perlu diperhatikan Pemkab agar revitalisasi Alun-alun Bangkalan Madura tak sekadar perbaikan fisik, tapi juga manajerial. Misalnya menyediakan tim keamanan. Paling tidak hadir 2-3 orang memastikan kondisi aman dan semua warga yang datang beraktivitas dengan nyaman.

Membenahi sistem parkir Alun-alun Bangkalan Madura

Selama ini, yang bikin saya dan banyak teman malas beraktivitas di Alun-alun Bangkalan Madura adalah budaya bayar-bayar-bayar untuk sekadar menikmati fasilitas dasar. Bayar parkir, misalnya. Maksud saya, parkir ini kan di taman kota yang merupakan fasilitas publik warga Bangkalan. Bukan di pinggir jalan liar yang dikuasai oknum. Apa Pemkab tidak bisa menertibkan parkir di kawasan publiknya sendiri seperti alun-alun dan taman.

Lebih dari itu, pelayanan parkirnya juga buruk. Beberapa kali motor saya dibiarkan kepanasan. Nggak ada inisiatif dari tukang parkir untuk menutup jok kendaraan dengan kardus atau apa pun itu. Begitu juga saat turun hujan, helm dibiarkan terkena air hujan. Padahal menyelamatkan helm yang parkir di wilayahnya kan tanggung jawab tukang parkir.

Masa tukang parkirnya cuma menagih uang, memberi karcis, lalu ngopi. Makanya jika Alun-alun Bangkalan Madura benar-benar direvitalisasi, saya harap manajemen parkir ini juga diperbaiki. Kalau bisa parkiran dibuat gratis dan tukang parkirnya diberi arahan standar pelayanan dasar. Pakai seragam khusus misalnya, lalu diajari pelayanan dasar seperti menyelamatkan motor yang diparkir dari hujan dan panas.

Saya yakin warga yang datang ke sini pasti terkesan dan merasa dihargai. Fasilitas publik bisa digunakan dengan baik.

Baca juga: Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah.

Toilet adalah fasilitas dasar, masa harus bayar?

Puncak kejengkelan saya tiap berkunjung ke Alun-alun Bangkalan Madura adalah toiletnya yang berbayar. Seharusnya kan toilet umum menjadi fasilitas dasar yang bisa dinikmati pengunjung, masa harus bayar?

“Kan bayarnya cuma dua ribu!”

Lha iya kalau hanya kencing sekali. Saya pernah kencing dua kali saat berada di Alun-alun Bangkalan Madura. Pertama waktu baru tiba di sana saya merasa kebelet. Kedua setelah beraktivitas agak lama saya tiba-tiba pengin kencing lagi. Ha masa saya harus menahannya sampai rumah? Bisa kencing batu, dong. Alhasil saya kencing lagi di alun-alun dan bayar dua ribu lagi.

Habis duit 4 ribu buat ke toilet yang notabene fasilitas dasar. Sudah gitu harus bayar parkir lagi dua ribu.

Makanya kalau Alun-alun Bangkalan Madura beneran akan direvitalisasi, tolong sistem bayar toilet ini dihapus. Bikin gratis gitu. Toilet itu fasilitas dasar, lho. Masa warga diperas terus, sih.

Itulah 3 hal yang menurut saya perlu juga diperbaiki dari Alun-alun Bangkalan Madura selain bentuk fisiknya. Saya yakin kalau ruang publik ini semakin nyaman, warga bakal senang. Alun-alun akan semakin ramai, ekonomi warga bergerak, dan kebagiaan warga muncul. Semoga.

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: alun-alunAlun-Alun Bangkalan MaduraBangkalanbangkalan maduraTaman PasebanTaman Paseban Bangkalan
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Pengalaman Berkunjung ke Sumenep Madura: Suasananya Mirip Mojokerto di Masa Lalu bangkalan, madura

Masyarakat Hanya Fokus pada Stereotip Madura karena Kasus di Bangkalan, tapi Mereka Lupa Madura Juga Punya Sumenep yang Elegan nan Menawan

22 Januari 2025
Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura Mojok.co

Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura

14 April 2024
Jember Tidak Lebih Baik dari Bangkalan Madura, Kondisi Pendidikannya Juga Carut Marut Mojok.co

Jember Tidak Lebih Baik dari Bangkalan Madura, Kondisi Pendidikannya Juga Buruk

16 Februari 2024
Mie Gacoan Nggak Usah Buka Cabang di Bangkalan Madura, Sudah Ada Mie NteHOT yang Siap Bikin Kalian Gulung Tikar! mie endess

Mie Gacoan Nggak Usah Buka Cabang di Bangkalan Madura, Sudah Ada Mie NteHOT yang Siap Bikin Kalian Gulung Tikar!

6 April 2024
Galis, Kecamatan Paling Miris di Bangkalan Madura, Korban Ketimpangan Pendidikan

Galis, Kecamatan Paling Miris di Bangkalan Madura, Korban Ketimpangan Pendidikan

24 Oktober 2024
Bangkalan Madura Memang Daerah Tertinggal, sampai Bisnis Jasa Transfer Uang dan Tarik Tunai Tumbuh Subur di Sini

Bangkalan Madura Memang Daerah Tertinggal, sampai Bisnis Jasa Transfer Uang dan Tarik Tunai Tumbuh Subur di Sini

25 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

6 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri
  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.