Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alun-Alun Bangkalan Madura Lebih Butuh Tempat Sampah, Bukan Jogging Track! Percuma Ramai tapi Nggak Nyaman karena Sampah Berserakan

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
2 Juni 2024
A A
Alun-Alun Bangkalan Madura Lebih Butuh Tempat Sampah, Bukan Jogging Track! Percuma Ramai tapi Nggak Nyaman karena Sampah Berserakan

Alun-Alun Bangkalan Madura Lebih Butuh Tempat Sampah, Bukan Jogging Track! Percuma Ramai tapi Nggak Nyaman karena Sampah Berserakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pembangunan jogging track di area Alun-Alun Bangkalan Madura memperoleh banyak apresiasi dari warga, terutama yang sering berolahraga di sana. Tapi bagi saya, yang berasal dari pelosok desa Bangkalan, hal itu biasa saja. Tidak menarik. Sebab untuk apa saya menempuh 20 kilometer menuju Alun-Alun Bangkalan hanya untuk lari-larian. Lebih baik saya berolahraga di halaman rumah, tak perlu jauh-jauh.

Tapi bukan berarti saya tidak pernah ke Alun-Alun Bangkalan Madura, ya. Saya sering sekali berkunjung ke tempat ini, entah untuk beristirahat setelah keluyuran atau memang niatnya nongkrong di sana. Bukan karena saya suka ke sini ya, tapi memang karena tidak ada lagi fasilitas umum di Kabupaten Bangkalan selain alun-alun dan stadion. Makanya saya cukup sering ke sini. Oleh sebab itu pula saya berpendapat kalau sebenarnya Alun-Alun Bangkalan Madura butuh hal lain alih-alih jogging track.

Tempat sampah tak sebanding dengan jumlah pedagang dan pengunjung yang datang ke Alun-Alun Bangkalan Madura

Satu alasan mengapa saya sering nongkrong di Alun-Alun Bangkalan Madura adalah jajanannya. Di sisi alun-alun, terutama sisi timur, memang penuh pedagang kaki lima yang berjualan makanan. Dagangannya beragam, mulai dari cimol, cireng, cilor, sempol, pentol, telur gulung, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan minuman yang dijual.

Tapi sayangnya jumlah pedagang dan pengunjung yang banyak ini tak sebanding dengan jumlah tempat sampah yang disediakan. Saya selalu merasa kesulitan begitu selesai jajan. Harus saya buang ke mana sampahnya. Tempah sampah di Alun-Alun Bangkalan Madura sangat minim, bahkan tidak terlihat sama sekali di sisi timur. Padahal di sisi sini paling ramai dengan pedagang kaki lima, lho.

Tak jarang saya menaruh sampah bekas jajan ke dalam tas atau jok motor. Tapi kan tidak semua orang mau melakukan hal ini. Makanya tak usah kaget kalau main ke alun-alun ini banyak sampah berserakkan.

Sekalinya ada tempat sampah tidak berguna

Di sisi barat alun-alun memang terlihat tong sampah. Tapi, tempat sampah itu tidak berguna sebab bagian bawahnya sudah bolong. Jadi, kalau kita buang sampah ke situ, ya sampahnya tetap tercecer di luar tempat sampah.

Melihat tempat sampah di Alun-Alun Bangkalan Madura, saya semakin prihatin dengan kondisi kampung halaman saya ini. Tempat sampahnya saja menurut saya bisa dikategorikan sebagai sampah karena sudah tidak layak pakai. Untung saja tidak ada yang iseng membongkar dan menjualnya ke besi tua. Kan itu lebih berguna. Uangnya malah bisa dibuat untuk membeli tempah sampah baru yang lebih layak digunakan.

Jangan melulu menyalahkan rakyat

Sejujurnya saya merasa risih ketika isu sampah di Bangkalan Madura selalu menjadikan rakyat sebagai inti masalahnya. Ada yang mengatakan SDM warga Bangkalan rendah, kurangnya kesadaran, hingga sebutan meddhel bin mukong (tidak bisa dibilangin). Ingin sekali saya ngotap mulutnya. Sungguh, saya jengkel. Apalagi kalau kalimat tersebut keluar dari pejabat yang seharusnya menyediakan tempat sampah.

Baca Juga:

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

Tapi untungnya warga Bangkalan tidak tinggal diam. Pernah suatu hari saya melihat papan bertuliskan “INI BUKAN TEMPAT SAMPAH”. Tulisan tersebut dipajang di area Alun-Alun Bangkalan Madura. Lucunya, ada yang menambahkan tulisan tersebut dengan spidol setelah beberapa hari sehingga kalimatnya berubah menjadi “Kalau INI BUKAN TEMPAT SAMPAH, di mana tempatnya?”

Bagi saya itu bukan melanggar moral, melainkan bentuk kritikan. Kalau sudah begitu, siapa yang meddhel bin mukong? Rakyatnya atau pejabatnya?

Malah bikin jogging track di Alun-Alun Bangkalan Madura

Saya kurang paham alasan pemerintah kabupaten lebih memilih untuk membangun jogging track daripada menyediakan tempah sampah di area Alun-Alun Bangkalan Madura. Sebab meskipun sudah dibangun, masih banyak orang yang tetap memilih jogging di luar alun-alun. Makanya saya menganggap pembangunan jogging track ini kurang membawa manfaat.

Bagi saya, seharusnya anggaran membuat jogging track dibuat untuk membeli tempat sampah saja. Kan kasihan orang-orang seperti saya yang dari desa. Jauh-jauh ingin merasakan suasana alun-alun kota, eh pas sampai sana hanya disuguhkan sampah yag berserakan. Kecewa, Gaes.

Yah, tapi itu mungkin hanya disayangkan oleh saya yang berasal dari desa. Pembangunan jogging track tentu tetap banyak memperoleh apresiasi, terutama dari orang-orang yang suka dan mudah mengakses fasilitas olah raga ini. Saya yang lokasinya jauh cuma bisa melihat saja, terutama melihat sampah-sampah yang berserakan di alun-alun.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pasar Tanah Merah, Pasar Terbesar di Bangkalan Madura yang Penuh Masalah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2024 oleh

Tags: Alun-Alun Bangkalan MaduraBangkalanbangkalan madurajogging trackKabupaten Bangkalantempat sampah
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jangan Senang Dulu kalau Bangkalan Madura Mulai Bebenah, Ini Cuma Sementara Mojok.co

Jangan Senang Dulu kalau Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Ini Cuma Sementara

6 Oktober 2024
Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Ironi Bangkalan Madura: Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya

20 Maret 2024
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

14 Mei 2025
Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Bupati Bangkalan Madura Terpilih, Jangan Ikut Membuat Kabupaten Ini Semakin Amburadul!

13 Februari 2025
Tanah Merah, Kecamatan Potensial di Bangkalan Madura yang Kacau Gara-gara Nggak Diperhatikan

Tanah Merah, Kecamatan Potensial di Bangkalan Madura yang Kacau Gara-gara Nggak Diperhatikan

21 Juli 2024
6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri

6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri

10 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.