Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Afiliator Marketplace di Twitter: Share Link Dapat Cuan, tapi Ganggu Kenyamanan Orang

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
28 September 2022
A A
Afiliator Marketplace di Twitter Nge-share Link Dapat Cuan, tapi Ganggu Kenyamanan Orang Terminal Mojok

Afiliator Marketplace di Twitter Nge-share Link Dapat Cuan, tapi Ganggu Kenyamanan Orang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Suka nemu komentar nggak penting dari para afiliator marketplace yang malah nitip link di kolom komentar di Twitter, kan? Ngeselin nggak, sih?

Sadar nggak sih kalau makin ke sini ada banyak spam yang kita jumpai saat menelusuri trending topic di Twitter? Spam itu tak lain dan tak bukan berasal dari orang-orang yang ikut affiliate program suatu marketplace yang masif membombardir Twitter dengan link jualan. Saya kira cuma saya yang kesal dengan masalah ini, tapi rupanya beberapa waktu lalu saya menemukan twit dari seorang warga Twitter yang mengeluhkan hal serupa.

tolonglah para sh0pee affiliater, promosiin link lo yang sewajarnya ajaa jangan rep tweetan orang pke link lo, jangan smpai pakai keyword trending lo pake jugaa. gue yang pengen tau yg trending tentang es teh, chatime, arief Muhammad, sma Nagita Slavina jadi terhalang gara lo.🧠

— RENJUN (@onyouurrm_ark) September 25, 2022

Keganasan para afiliator marketplace ini semakin menjadi-jadi sekitar dua tahun belakangan kalau saya nggak salah ingat. Mereka nggak cuma memenuhi kolom komentar postingan yang lagi ramai, namun juga terang-terangan memakai kata kunci yang sedang trending di Twitter. Bisa ditebak lah tujuannya supaya kita bisa melihat postingan mereka. Istilahnya, orang-orang ini numpang pansos pada hal-hal yang sedang viral.

Padahal kemunculan mereka secara tiba-tiba di kolom komentar saja sudah bikin emosi, lho. Ha gimana nggak emosi, wong lagi asyik baca komentar kok tiba-tiba muncul cuitan yang nggak ada sangkut pautnya dengan topik yang dibahas? Jan ra nyambung blas! Kadang ada juga yang pakai modus sok asyik ikutan komentar sesuai konteks, tapi ujung-ujungnya tetap jualan.

Masalahnya, hampir semua postingan disusupi para afiliator marketplace ini, termasuk postingan soal duka dan bencana. Belum lagi kalau mereka pakai kata kunci trending buat mengangkat postingan iklan mereka. Duh, bikin orang lain yang pengin tahu trending topic harus scrolling jauh gara-gara beritanya ketimbun postingan affiliate ini. Kan sungguh membagongkan, Kawan.

Sebenarnya ada alasan di balik menjamurnya link marketplace yang mereka share di media sosial ini. Seperti yang diketahui banyak orang, marketplace kini menawarkan affiliate program bagi para pengguna media sosial, misalnya saja Tokopedia dan Shopee. Sebenarnya marketplace lain juga menawarkan program serupa, tapi kebetulan yang paling banyak diikuti orang dan link-nya lebih sering kita jumpai berseliweran di Twitter adalah Shopee Affiliate Program.

Tak seperti affiliate Binomo dan aplikasi trading lainnya yang sempat viral beberapa tahun lalu, affiliate program di marketplace ini diklaim legal. Selain itu, marketplace juga menjanjikan komisi yang riil, bukan sekadar komisi bodong. Bahkan tata cara menjadi anggota affiliate program ada di laman resmi Tokopedia dan Shopee lho, Gais. Kita bisa mengecek sendiri keuntungan dan persyaratannya.

Baca Juga:

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Dalam skema affiliate program, orang-orang yang menjadi anggota diposisikan sebagai makelar. Gampangnya, mereka menawarkan produk jualan orang lain di Shopee melalui share link di postingan Twitter mereka. Jadi, bukan mereka yang punya produk, ya. Produk yang mereka share boleh apa saja, asalkan nggak melanggar kontrak. Lazimnya mereka nge-share link disertai gambar, tentu saja biar netizen tertarik untuk melirik postingan mereka dan mengeklik tautan yang mereka bagikan.

Nah, setiap kita mengeklik tautan yang dibagikan dan membeli produk yang dipromosikan, si afiliator ini akan mendapat komisi dari marketplace dan pedagangnya. Besaran komisinya berbeda-beda tergantung kebijakan tiap marketplace. Kalaupun kita mengeklik tautan produk yang dipromosikan afiliator tadi tapi nggak kita beli, para afiliator ini masih mungkin dapat komisi, lho. Misalnya, saya tergiur dengan sepatu postingan seorang afiliator Shopee. Ndilalah setelah buka tautannya, saya nggak jadi beli. Namun jika dalam 7 hari saya saya melakukan pembelian di Shopee—meskipun bukan membeli sepatu yang saya incar tadi—si afiliator Shopee ini akan tetap mendapat komisi.

Sudah banyak tutorial jadi afiliator sukses di YouTube. Kalau penasaran, kalian tinggal ketik saja “affiliate marketplace”. Salah satu wawancara dengan sosok afiliator sukses bahkan pernah dimuat di kanal YouTube Baim Wong, yang mana penghasilan si afiliator bisa tembus ratusan juta dalam waktu singkat. Hmmm, pantesan banyak yang mau gabung affiliate program ini, ya? Lha wong cuma modal share link bisa dapat cuan. Sungguh pekerjaan idaman bagi kaum rebahan.

Di sisi lain, masifnya spam dari orang-orang yang gabung affiliate program ini menimbulkan kerugian bagi pengguna Twitter lain lantaran sangat mengganggu kenyamanan. Saya nggak melarang mereka mencari rezeki di media sosial, tapi mbok ya tahu diri gitu, lho. Jangan sampai menyusahkan orang lain yang mau update berita tapi jadi bingung gara-gara trending topic dipakai buat ngiklan. Cari cara yang lebih kreatif dan nggak merugikan orang lain lah.

Kalau Twitter terus mendiamkan fenomena ini sehingga para afiliator makin menjadi-jadi, bukan nggak mungkin netizen yang semakin geram akan meninggalkan Twitter perlahan-lahan. Sepertinya perlu regulasi untuk mengatur para afiliator marketplace biar nggak mengganggu kenyamanan pengguna Twitter lain, namun mereka tetap bisa memanfaatkan Twitter sebagai lahan mencari nafkah. Yah, semoga saja solusinya segera ketemu, deh.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Aplikasi Shopee, Marketplace yang Krisis Identitas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2022 oleh

Tags: affiliate programafiliatormarketplaceshopeetokopediatrending topicTwitter
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Mental BreadTalk

Mengkaji Mental BreadTalk dan Penyebab-Penyebabnya

3 Oktober 2019
Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

13 November 2022
Panduan Memahami Tweet-tweet Budiman Sudjatmiko yang Terlalu Ndakik Buatmu! terminal mojok.co

Panduan Memahami Tweet-tweet Budiman Sudjatmiko yang Terlalu Ndakik Buatmu!

31 Maret 2021
5 Rekomendasi Beras 60 Ribuan Terbaik di Marketplace Terminal Mojok

5 Rekomendasi Beras 60 Ribuan Terbaik di Marketplace

23 Desember 2022
fleet Mereka yang Pura-pura Cari Penjual Netflix di Twitter Itu Menganggu Banget terminal mojok.co

3 Fitur ini Lebih Dibutuhkan Twitter daripada Fleet

29 November 2020
Twitter Nggak Akan Rest in Peace Hanya karena Stories

Twitter Nggak Akan Rest in Peace Hanya karena Stories

6 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.