Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tipe-tipe Orang Nyumbang Lagu di Acara Pernikahan

Muhammad Arif N Hafidz oleh Muhammad Arif N Hafidz
7 Januari 2021
A A
Tipe-tipe Orang Nyumbang Lagu di Acara Pernikahan terminal mojok.co

Tipe-tipe Orang Nyumbang Lagu di Acara Pernikahan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Di daerah saya, lebih tepatnya Bantul, orang yang memiliki hajatan atau acara pernikahan seolah mempunyai suatu keharusan untuk menghadirkan dangdut atau minimal organ tunggal. Tujuannya tentu sebagai hiburan. Entah, budaya ini sejak kapan saya kurang tahu. Tapi, yang jelas, hal ini seolah menjadi suatu keharusan sebagai pengganti campursari yang semasa kecil sering saya jumpai.

Padahal, dulu sewaktu saya kecil, campursari di daerah saya lebih identik dengan hajatan. Apalagi, sinden yang suaranya kepalang merdu. Campursari dan acara pernikahan itu seolah sudah satu paket. Tapi, budaya itu sudah banyak berubah. Campursari sudah nggak seutuhnya jadi bagian dari pernikahan, tetapi dangdut atau organ tunggal yang kini jadi primadona.

Biasanya, organ tunggal ini akan datang dengan mbak-mbak sebagai penyanyinya. Umur penyanyinya pun bervariasi, ada yang masih muda bahkan sudah sepuh pun saya pernah melihat. Akan tetapi, selama “manggung” akan ada jeda untuk penyanyi beristirahat, kemudian akan digantikan dengan sesi di mana orang bisa ikut menyumbang lagu.

Di momen ini, lagu yang dibawakan pun bebas, dari yang bahasa Indonesia, Inggris, atau bahasa Jawa. Yang penting satu, ora nduwe isin, kalau nggak hafal liriknya pun bisa googling. Tema lagu yang dibawakan juga terserah, mulai dari lagu yang berisi ucapan selamat, kemesraan, sampai lagu yang isinya ditinggal rabi.

Dalam momen-momen ini saya mengamati ada beberapa tipe orang yang sering nyumbang lagu di acara pernikahan, di antaranya sebagai berikut.

Pertama, tipe biasa saja. Tipe orang ini biasanya nggak banyak maunya, tampilannya pun datar. Bukan, bukan mukanya, ya, tapi ketika bernyanyi biasanya nggak neko-neko. Datar doang. Sering kali cukup dengan menyebutkan judul lagunya dan menyanyikannya dengan normal (lebih tepatnya datar) tanpa ada embel-embel lain. Bagi saya, tipe ini beneran membosankan sih, cuma sebagai pelengkap saja di acara nikahan orang.

Kedua, suka minta nada. Orang seperti ini di hajatan biasanya bisa dibagi ke dalam 2 tipe lagi. Pertama, orang yang beneran bisa nyanyi serta paham dengan irama dan nadanya, tipe kedua adalah orang yang cuma pengin dianggap bisa nyanyi. Biasanya orang tipe ini akan mengawali dengan bilang ke band pengiringnya “dari nada (ini) ya mas”, “kurang tinggi dikit mas, nah sip.” kira-kira begitu.

Entah, mau suaranya bagus atau nggak, itu urusan belakang. Yang penting dikira bisa nyanyi itu sudah cukup kali, ya.

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Ketiga, orang yang suka kirim-kirim salam. Orang tipe ini biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kirim-kirim salam di acara pernikahan daripada nyanyi. Gayanya yang sumeh menjadikannya lebih sering diperhatikan orang. Tipe ini biasanya orang yang beneran sudah akrab dengan orang yang punya hajatan, tipe orang yang sangat pede atau pemuda sekitar yang sedang ikut nyinom.

Bahkan, di beberapa acara pernikahan, orang tipe ini lagunya sudah mulai pun seolah nggak peduli. Kirim-kirim salamnya lanjut terus, seperti halnya presensi di kelas atau kirim-kirim salam lewat radio. Satu kampung bisa disebut semua. Kata-kata andalan orang tipe ini “spesial untuk karang taruna…”, “Mas Sengget…”, “Mas Adit…” sambil nunjuk-nunjuk serta wajahnya yang sedikit senyum-senyum brengsek.

Keempat, orang yang nyanyi, tapi nggak sinkron sama nada. Tipe orang ini biasanya kalau nyanyi antara nada dan suaranya nggak sinkron. Nadanya di mana, nyanyinya ke mana. Seolah dua kutub yang saling bertolak belakang. Tapi, bagi saya tipe ini memang lebih menjadi tim hore sih. Pelengkap, daripada nggak ada yang nyanyi sama sekali terus acara pernikahan itu sepi.

Kelima, orang yang cuma pengin nyanyi bareng biduan. Tipe ini biasanya datang secara bergerombol, kebanyakan yang saya temui merupakan kumpulan mas-mas tanpa pasangan, perkara jomblo atau nggaknya, entah. Biasanya, akan ada salah satu orang dari gerombolan ini secara sukarela mengajukan diri untuk bernyanyi bareng biduan. Apalagi kalau biduannya masih keliatan kinyis-kinyis. Walau ada beberapa kasus yang dipaksa oleh temannya untuk seru-seruan, biasanya mereka akan terus bergerombol mendatangi biduannya sambil moshing, yang penting bisa deket sama biduannya terus lagunya bertema cidro biar bisa joget-joget manja. Duhalah, Mas.

Sebetulnya masih banyak lagi fenomena unik di acara pernikahan orang. Mau itu kamu atau saudara bahkan orang tuamu masuk ke dalam tipe yang mana saja, kehadiran orang-orang ini benar-benar mewarnai khazanah perhajatan duniawi. Kalau nggak ada orang-orang tipe ini, datang ke acara pernikahan rasanya kurang rame.

Hal paling gampang yang bisa dilakukan hanya memaklumi, anggaplah acara ini jadi acara karaoke dadakan bagi tamu undangan. Selain itu, hajatan kan juga bisa jadi ajang rasan-rasan sesama tamu. Ngrasani si A kok datang sama pasangan si B, padahal mereka masih pacaran, ngrasani si C kok udah mau lahiran padahal baru aja nikah. Eh, sorry. Keceplosan.

BACA JUGA FAM Kok Udah Memulai Kompetisi Musim Baru sih? Contoh PSSI dong! dan tulisan Muhammad Arif N Hafidz lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2021 oleh

Tags: biduan dangdutPernikahan
Muhammad Arif N Hafidz

Muhammad Arif N Hafidz

Pria yang lahir di tanah Kasunanan Surakarta dan tumbuh di bumi Kasultanan Yogyakarta. Pernah menjajaki beberapa lapangan di Bantul bersama skuad Persiba Bantul era Ezequiel Gonzales.

ArtikelTerkait

diajak susah

Logika Terbalik Lelaki: Ingin Dapat Pasangan yang Bisa Diajak Susah

8 Agustus 2019
Song Joong Ki Umumkan Pernikahan, Netizen Mending Nggak Usah Ikut Campur deh Terminal Mojok

Song Joong Ki Umumkan Pernikahan, Netizen Mending Nggak Usah Ikut Campur deh

1 Februari 2023
Menjawab Pertanyaan Sejuta Umat: Kenapa Dekorasi Pengantin Mahal? terminal mojok.co

Serba Serbi Persiapan Sebelum Menikah

8 November 2019
3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

21 September 2023
Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan Terminal Mojok

Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan

3 Januari 2023
pernikahan di desa bedanya di kota hajatan mojok.co

Meluruskan Salah Paham Soal Pesta Pernikahan di Desa yang Bisa Berhari-hari

30 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.