Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
7 Februari 2026
A A
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepupu saya seorang pemuda yang sudah cukup umur, matang, dan punya niat baik untuk menikah. Namun, seperti kebanyakan pemuda dari Pati, dia punya ketakutan yang begitu besar terhadap pernikahan. Bukan ketakutan akan membangun biduk rumah tangga, dia takut akan tekanan sosial terhadap pernikahan di Pati. 

Bagi kalian yang belum tahu, pernikahan di Pati memang agak menantang secara ekonomi bagi calon mempelai laki-laki. Begini, di pernikahan ada yang namanya mahar dan seserahan. Mahar adalah simbol tanggung jawab dan kesungguhan. Sementara seserahan adalah bentuk penghormatan. Nah, di Pati mahar itu dijadikan ajang gengsi. Itu mengapa, barang-barang yang diberikan laki-laki ke perempuan Pati kebanyakan begitu fantastis secara nominal. 

ADVERTISEMENT

Asal tahu saja, di Pati, mahar puluhan juta rupiah adalah angka yang biasa. Emas belasan gram dianggap standar. Belum lagi motor, mobil, bahkan rumah. Semuanya hal yang wajar di Pati. 

Ketika mahar tidak memenuhi ekspektasi sosial, bukan tidak mungkin pemuda Pati jadi omongan keluarga dan tetangga. Nggak tanggung-tanggung, mereka bahkan bisa dicap nggak niat, nggak mampu, bahkan kurang menghargai perempuan. 

Pemuda Pati semakin terhimpit, apalagi di tengah ekonomi yang semakin sulit

Tentu saja mahar dengan nilai yang fantastis itu tidak jadi persoalan apabila calon mempelai laki-lakinya memang mampu. Bagi beberapa orang, mungkin tuntutan sosial mahar yang fantastis juga bisa jadi motivasi untuk bekerja lebih keras. 

Akan tetapi, kebanyakan pemuda Pati itu seperti sepupu saya, nilai yang fantastis  jelas hanya memberatkan dan penghalang mewujudkan pernikahan. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang gonjang-ganjing seperti sekarang ini, tentu saja hanya segelintir pemuda yang benar-benar berprivilese yang mampu mewujudkan hal itu. 

Tidak heran kalau pernikahan menjadi momok yang ditakuti pemuda Pati. Bukan biduk rumah tangganya, tapi tekanan sosial akan mahar pernikahannya. 

Ketakutan menikah dengan orang daerah sendiri

Apa yang sepupu saya, dan mungkin banyak pemuda Pati lain rasakan itu berat. Dan, berkali-kali lipat tambah berat di tengah kondisi seperti sekarang ini. Namun, sedihnya, hal itu jarang jadi pertimbangan. Orang-orang tetap saja menuntut dengan nggak kira-kira, seperti tidak ada pemakluman atau alternatif lain. 

Baca Juga:

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

Tuntutan sosial pernikahan semacam itu bisa berbuntut panjang. Pemuda Pati jadi takut mempersunting pemudi Pati. Sebab, tuntutan mahar itu biasanya berlaku untuk muda-mudi yang asli berasal dari Pati. Apabila calon mempelai perempuan dari daerah lain, biasanya pernikahan tidak akan mengalami tuntutan sosial setinggi itu. 

Akibatnya akan lebih panjang lagi kalau sudah menyangkut utang, apalagi pinjol. Bukan tidak mungkin, untuk memenuhi tuntutan sosial itu orang-orang jadi mengambil utang, bahkan pinjol, untuk memenuhinya. Niat pernikahan yang awalnya baik, jadi rumit gara-gara tuntutan sosial tidak masuk akal tadi. 

Mungkin sudah saatnya muda-mudi Pati lebih memahami kondisi ekonomi calon pasangan. Termasuk berdialog tanpa paksaan dan menurunkan standar yang tidak realistis. Itu bukan berarti menurunkan nilai pernikahan ya, justru sebaliknya, itu cara menyelamatkan maknanya. Sebab, tidak ada faedahnya juga kalau terus menerus mengikuti tuntutan sosial yang nggak masuk akal itu. 

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2026 oleh

Tags: maharmahar patipatipemuda patiPernikahanpernikahan patiseserahan
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Hukum Poligami Sekaligus Tata Cara Melakukannya Seperti yang Viral di Medsos terminal mojok.co

Hukum Poligami Sekaligus Tata Cara Melakukannya Seperti yang Viral di Medsos

8 Desember 2020
Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Menggadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga Mojok.co

Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Gadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga

24 Juli 2025

4 Bulan Menurut Primbon yang Nggak Baik untuk Pesta Pernikahan

22 Januari 2022
Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi terminal mojok.co

Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi

18 November 2020
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Berkat untuk Dibawa Pulang Mojok.co

Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Nasi Berkat untuk Dibawa Pulang

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.