Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pacaran Sama Cewek yang Punya Saudara Kembar, Seru dan Bikin Tengsin pada Waktu Bersamaan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
30 Juni 2020
A A
pacaran saudara kembar MOJOK

pacaran saudara kembar MOJOK

Share on FacebookShare on Twitter

Gimana rasanya pacaran sama cewek yang punya saudara kembar?

Sebagai seseorang yang pernah berpacaran sejak 6 SD, saya sudah mengalami beberapa perputaran roda kisah percintaan. Seperti roller coaster, awalnya bikin deg-degan, sempat mual, merasa cemas, lama-lama terbiasa lagu deg-degan lagi. Muternya di situ-situ aja. Begitu seterusnya.

Beberapa kejadian sudah saya alami. Dari yang absurd, nyebelin, sampai bikin pusing. Ada yang bilang, saya melalui masa puber lebih awal dibanding teman-teman lainnya karena sudah menemukan cinta monyet sejak dini. Bahkan terlalu dini. Ada juga yang bilang, predikat bucin sudah seharusnya saya terima sejak kecil.

Saya pikir, kisah absurd ketika pacaran tidak akan saya alami lagi pada masa dewasa. Saya meyakini hal tersebut, sampai akhirnya saya pacaran dengan seorang perempuan yang memiliki saudara kembar.

Nama mereka, sebut saja Mimi dan Mumu (keduanya nama samaran). Yang menjadi pacar saya kala itu adalah Mumu.

Bukannya apa, karena memiliki kemiripan fisik (termasuk model rambut) dan gaya bicara, saya jadi sering tertukar, mana yang Mimi dan mana yang Mumu. Memang, Mumu lebih pendiam dan pemalu. Tapi, Ia bisa menyesuaikan dan berakting persis seperti Mimi. Pun sebaliknya.

Selain kompak secara fisik dan gaya berbicara, harus saya akui mereka juga kompak dalam hal jahil. Khususnya ketika menjahili saya, yang menjadi pacarnya Mumu. Betul-betul niat banget dan terencana.

Hal seperti ini sering terjadi saat saya berkunjung ke rumah untuk ngapel. Bahkan dari awal, saya sudah sering kena prank. Mereka berdua suka berganti peran, seakan sudah kompromian sebelumnya. Niatnya ya apalagi jika bukan ingin ngisengin saya.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Salah satu kejahilannya adalah ketika saya berkunjung ke rumahnya untuk ngapel di suatu akhir pekan. Saya datang tanpa rasa curiga, biasa saja. Setiba di rumahnya, saya setor muka dan menyapa orang tuanya terlebih dahulu, lalu duduk di halaman depan melihat lingkungan sekitar. Kemudian, Mumi datang menghampiri dan kami ngobrol ngalor-ngidul seperti biasanya.

Tidak lama, Mumu datang dari dalam rumah dan berkata, “Hayo! Kamu nggak bisa bedain, kan? Aku Mumu, lho, pacarmu!”

Jebul saya malu setengah mampus. Orang tuanya pun ikut cengengesan dan menghampiri saya, lalu berkata, “Gimana, sih, Mas. Masih aja belum bisa bedain. Hahaha.” Lalu masuk lagi ke dalam rumah. Sumpah, saya tengsin. Saya cuma bisa senyum tipis-tipis setelahnya. Muka mau ditaro di mana, Bos?!!

Ternyata yang dari awal ngobrol dengan saya adalah Mimi, kembarannya. Dan yang baru datang menegur adalah Mumu, pacar saya. Haduuu. Ribet pokoknya pacaran sama orang yang kembar identik. Nggak mukanya, nggak fisiknya, ealah, gaya rambut dan suaranya juga sama. Bukan salah saya sepenuhnya dong, kalau masih sering tertukar? Hiks.

Hal absurd lain adalah ketika saya salah pegang tangan. Saat itu, kami bertiga jalan ke mal dan mereka sedang mengenakan pakaian kembar. Sejak awal saya sudah was-was dan mewanti-wanti diri, “Jangan sampai salah lagi, nich.”

Dan akhirnya betul kejadian. Ketika saya ingin menggenggam tangan Mumu, (pacar saya), saya malah pegang tangannya Mimi. Ya saya kena tegur lagi, “Lha, kamu salah pegang tangan. Baju kami memang sama, tapi, sepatunya kan beda. Masa nggak nandain, sih?”

Ya, bukannya nggak lihat, masa selama jalan saya nunduk terus sih biar bisa membedakan kalian berdua. Duh, ampun.

Sejak saat itu, saya jadi mikir-mikir lagi kalau mau jalan bareng bertiga. Kecuali, salah satu di antara mereka mau membedakan penampilan. Biar saya nggak ketuker lagi gitu. Lagian, pikir saya, secara genetik maupun fisik boleh saja kembar, tapi kalau sudah kembar identik, mohon kasih pembeda sebagai ciri khas, agar tidak tertukar dan keliru sampai berulang kali gitu. Hiks.

Di luar dari persoalan tersebut, bagi saya yang paling penting sih bisa membedakan mana pacar saya, mana kembarannya. Bukannya apa, suatu waktu, ketika saya mau coba bicara serius menjurus ke romantis, kan tengsin juga kalau salah orang.

Dan rasanya nggak salah-salah amat jika pada masanya, saya memohon pada pacar saya untuk sedikit mengubah penampilan. Biar saya nggak salah gandeng melulu gitu. Malu, tauk.

BACA JUGA Apa Benar Kopi Dapat Menentukan Kasta Seseorang? dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2020 oleh

Tags: KembarPacaransaudara kembar
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

ambyar

Ambyar: Mengubah Ingatan Lama Menjadi Deraian Air Mata

30 Juli 2019
Pacaran kok Wajib Chattingan Seharian, Hubungannya Waras Nggak, tuh?

Pacaran kok Wajib Chattingan Seharian, Hubungannya Waras Nggak, tuh?

6 Februari 2021
terlalu baik

Menolak Cinta Seseorang dengan Dalih, ‘Maaf Kamu Terlalu Baik Buat Aku’: Maksudnya Gimana Sih?

17 Juli 2019
Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline? terminal mojok.co dating online situs cari jodoh online

Move On dari Bayang-bayang Mantan: 5 Cara untuk Orang Baru Putus Cinta

3 April 2020
Halo Mbak Pacarnya Mantan, Untuk Apa Stalking Saya? Insecure, Ya?

Halo Mbak Pacarnya Mantan, Untuk Apa Stalking Saya? Insecure, Ya?

9 Maret 2020
3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

5 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.