Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Mari Menyudahi Nyampah dari Dalam Mobil: Itu Sama Sekali Tidak Etis, Lur

R Fauzi Fuadi oleh R Fauzi Fuadi
11 Juli 2019
A A
nyampah

nyampah

Share on FacebookShare on Twitter

Kamu mungkin pernah melihat cuplikan video pendek di medsos, entah itu Instagram, Facebook, atau Twitter tentang pengendara mobil patwal Polisi yang dengan seenak jidatnya nyampah air mineral gelas sembarangan di persimpangan lampu merah di daerah Matraman Jaktim. Lantas apa yang terjadi setelahnya? Yap, ada seorang pria berambut gondrong yang merasa risih dan terganggu dengan hal yang kurang santun itu kemudian ia memungut sampah dan tanpa gentar sedikitpun, ia mengembalikan sampah dan menegur bapak Polisi yang telah memberikan contoh yang sama sekali kurang terpuji itu.

Video itu diunggah oleh akun ig @siparjalang, sebenarya peristiwa ini terjadi pada tahun 2013, namun baru viral tahun lalu. Berbagai apresiasi datang dari netizen untuk mas gondrong dan beragam nyinyiran dan kekecewaaan pun tak luput  dialamatkan pada pak Polisi.

Hal ini bukan menjadi aksi gagah-gagahan, sebab siapapun dan di manapun kita, setidaknya dapat menahan untuk tidak membuang sampah sembargan. Jika masih berada di dalam mobil, taruh saja dulu di kantong kresek, jika tak ada, tempat untuk menaruh botol yang terdapat di setiap pintu dapat dijadikan tempat sampah sementara, hingga tiba di rest area, tempat sampah pinggir jalan, atau Indomaret—sekadar untuk melepas lelah dan berbelanja keperluan tentunya.

Dalam hal ini, saya meriset 10 kawan saya tentang pengalamannya melihat sendiri orang yang buang sampah sembarangan dari dalam mobil. Dan hasilnya adalah sebagai berikut.

Bahwasannya, 7 dari 10 responden menyatakan hal yang kurang lebih serupa, bahwa nyampah dari dalam mobil, entah itu plastik bekas makanan ringan, botol air mineral, putung atau abu rokok, sampai bungkus permen. Tentu hal itu sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain. Bahayanya adalah sampah itu dapat tertabrak oleh pengendara lain yang berada di belakangnya, hingga menyebabkan gerakan reflek untuk menghidarinya, atau menganggu fokus dan pandangan. Ha dikiro dalanan iki wek’e pakdene po?

Sisanya tak pernah dan lupa terhadap kejadian yang pernah mereka tangkap, sebab sudah lama hal itu terlewat begitu saja tanpa mereka abadikan satu gambar pun ya bauat apa juga diabadikan kan?, tapi yang jelas mereka juga tak setuju dengan perilaku yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan pengendara lain.

Dan 3 di antara 7 responden, pernah melihat orang di dalam mobil membuang sampah kering satu sampai tiga kresek yang lumayan besar di pinggir jalan, yang mana disepanjang jalan itu tak ada area pembuangan sampah yang tersedia.

Mula-mula penumpang mobil itu membuka pintu—dengan mobil masih bergerak perlahan—lalu dibuanglah sampah tersebut ke tempat yang sekiranya rumbuk atau tak terlihat orang, seperti melemparnya ke bawah jembatan, selokan besar yang tak lagi dialiri air, dan di rerumputan liar. Melihat hal itu, kawan saya hanya bisa mbatin. Ia tak cukup berani menghadang, dan memberi peringatan. “Aku dudu aparat, lur,” ujarnya.

Baca Juga:

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Bengawan Solo: Sungai Legendaris yang Kini Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Saya pun pernah mengalami hal serupa, ketika saya sedang mengendarai sepeda motor ke luar kota, saya mendapati lengan seseorang yang keluar dari jendela mobil dan nyampah tisu, disusul botol air mineral, dan bungkus snack yang sudah dilipat sedemikian rupa. Mengetahui hal itu, ingin rasanya ku hadang mereka lalu memberikan tausiyah seputar fiqih bencana.

Kali lain, di saat saya mengendarai sepeda motor, tepat di depan saya melaju cukup kencang mobil kol bak yang mengangkut tiga ekor sapi yang pantatnya di sebelah kanan. Saya tak sabar ingin cepat-cepat menuju rumah karena ingin setor tunai—pup. Ketika saya lihat di depan tak ada kendaraan yang berlawanan arah, tanpa pikir panjang saya langsung tancap gas.

Sejurus dengan itu, ndilalah salah satu sapi itu mengeluarkan air kencing yang cukup deras layaknya semprotan pemadam kebakaran. “Buajigurr..!” teriak saya, saya pun reflek melakukan manuver untuk mengambil jarak dari ‘air mancur itu’, berusaha tuk menghindarinya. Walau masih terkena cipratannya sih, tapi setidaknya tidak sampai basah seperti diguyur hujan dadakan.

Bukan hanya sampah anorganik saja yang jadi masalah macam plastik dan lain sebangsanya, tapi juga sampah yang keluar dari tubuh manusia. Which is itu sampah yang busuk sejak dalam pikiran apalagi perbuatan tubuh kita ini. Sebut sajalah riyak, ludah, atau ingus yang jika dibuang sembari mengendari mobil, truk, atau motor sekalipun dengan kecepatan 100 km/jam—tanpa peduli di belakang ada pengendara lain atau tidak—maka dapat dipastikan lendir-lendir itu akan terbawa angin, terhempas jauh ke belakang, hingga parahnya terkena pengendara lain yang berada tepat di belakangnya. Masih untung kalau pengendara mobil yang jadi korbannya, kaca depan dapat degan mudah dibersihkan dengan wiper.

Lha kalau yang kena pengendara sepeda motor—bisa dipastikan misuh dan segala makian secara otomatis akan keluar dari congor orang yang menjadi korban kegoblokan orang yang masa bodoh terhadap lingkungan sekitar.

Yang penting sampah itu tak bersarang terlalu lama di dalam diri atau mobilnya dan sesegera mungkin membuangnya tanpa memperdulikan ekosistem dan orang di sekitarnya—beres masalah. Tapi, tidak semudah itu, Ferguso!—bukannya menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru.

Sebenarnya jika kita telisik lebih dalam, perilaku membuang sampah sembarangan di jalan raya ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya—Bab XI Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Bab XII Dampak Lingkungan.

Arkian, kita bisa menjaga kelestarian alam ini dengan berbagai cara, seperti menegur kawan kita jika ada yang nyampah sembarangan. Sebab, dampaknya tidak main-main, walau satu bungkus plastik yang dibuang bukan pada tempatnya. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh penduduk bumi, berapa ton sampah yang akan menimbulkan bencana? Seperti rusaknya ekosistem di darat maupun di air, bencana ekologis seperti banjir, tanah yang tak lagi subur, hingga berbagai penyakit yang bersumber dari sampah.

Ini bumi tempat kita bersemayam dan berkembangbiak. Merawat dan menjaganya dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya hingga menanam pohon disekitar rumah demi kualitas udara bersih adalah wujud nyata bahwa kita masih peduli terhadap kesehatan bumi yang kita pijak bersama ini.

Salam lestari~

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: buang sampah sembarangancinta lingkunganhigienenyampah
R Fauzi Fuadi

R Fauzi Fuadi

Suka Jalan-jalan random. Tinggal di Samarinda.

ArtikelTerkait

Bukan Ibadah Salat Saya yang Kecepetan, tapi Salat Anda yang Kelamaan mojok.co/terminal

Pak Ustaz, Ayo Dong Bikin Contoh Dakwah yang Berbasis Kelestarian Alam

21 Februari 2021
Mentang-mentang Gratis, Tisu di Rumah Makan Kadang Diambil Seenaknya. Hadeeeh terminal mojok.co

Mentang-mentang Gratis, Tisu di Rumah Makan Kadang Diambil Seenaknya. Hadeeeh

19 Oktober 2020
Seakan Rabun, Beberapa Tempat Ini Sering Dianggap Tempat Sampah oleh Orang Goblok Terminal Mojok

Seakan Rabun, Beberapa Tempat Ini Sering Dianggap Tempat Sampah oleh Orang Goblok

19 Januari 2021
Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

28 Desember 2025
Menebak Pikiran Orang yang Suka Buang Sampah Sembarangan

Menebak Pikiran Orang yang Suka Buang Sampah Sembarangan

2 September 2020
plastik berbayar

Mencintai dan Membenci Kebijakan Plastik Berbayar

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Keluarga di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.