Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
26 Agustus 2026
A A
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan buru-buru membayangkan betapa enak mendapat warisan. Asal tahu saja, sebelum warisan itu benar-benar jadi milik kita, ada banyak hal yang perlu diurus. Apalagi kalau warisannya berupa rumah. 

Mempertahankan rumah warisan itu butuh biaya yang tidak sedikit. Ada biaya perawatan, pajak, hingga pemeliharaan lingungan. Itu baru soal biaya, belum lagi kalau ada sengketa kalau ahli warisnya ada banyak. Intinya, dapat rumah warisan tidak seindah bayangan kalian. 

ADVERTISEMENT

Sementara, kalau mau dijual ternyata susah laku, apalagi in this economy. Namanya rumah waris, sudah pasti bekas. Belum tentu setiap bagian rumah kondisinya baik. Kalau mau dijual dalam kondisi yang sangat baik demi menaikkan harga jual, butuh renovasi. Sedangkan renovasi, butuh uang. Nggak semua ahli waris mau dan mampu untuk patungan.

Terlalu banyak ahli waris bikin ribet

Budenya ibu saya nggak punya anak. Suami dan saudara-saudaranya telah wafat. Beliau memiliki rumah. Walhasil ketika wafat, yang menjadi ahli waris rumahnya adalah para keponakannya. Sementara, keponakannya ada 20 orang lebih.

Almarhumah budenya ibu saya, meninggalkan rumah yang letaknya di kawasan elite Jakarta Timur. Rumahnya cukup luas. Untuk biaya lingkungannya saja bisa sampai ratusan ribu per bulan.

Berbeda jauh dengan lingkungan rumah saya yang iuran RT-nya hanya Rp30.000 per bulan. Belum lagi pajaknya. Itu mengapa, mengurus rumah waris tersebut terasa cukup berat bagi keluarga.

Bukannya meringankan, terlalu banyak ahli waris malah bikin tambah ribet. Sekedar membantu membersihkan rumah atau patungan untuk biaya, sulit. Ujung-ujungnya, yang rela aja yang turun tangan.

Sebenarnya nggak bisa disalahkan juga. Kondisi tiap ahli waris beda. Ada yang tinggalnya di luar kota, ada yang untuk hidupnya pas-pasan. Yah meskipun, banyak juga yang nggak peduli dan menuntut untuk cepat dijual aja. Biar, bisa dapat uang warisan.

Baca Juga:

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

Menjual rumah warisan pun nggak bisa asal, perlu mempersiapkan banyak dokumen

Pilihan terbaik soal rumah waris, memang dijual. Namun, menjual rumah juga nggak mudah. Langkah awal, berkaitan dengan pengurusan dokumen. Semakin memakan tenaga dan waktu karena ahli warisnya nggak semua tinggal di kota yang sama.

Apalagi karena ahli warisnya sampai 20 lebih, butuh ke pengadilan untuk menetapkan siapa saja ahli waris yang pantas secara hukum dan agama. Harus ada ahli waris yang mau repot dan berkorban. Kalau semua cuma mau terima beres, pada akhirnya rumah tersebut hanya akan jadi rumah terbengkalai.

ADVERTISEMENT

Minimal, dokumen yang diperlukan untuk mengurusnya adalah akta kematian pewaris dan surat turun waris. Permasalahannya, dokumen penyerta untuk mengurus surat turun waris itu banyak. Mulai dari KTP ahli waris, akta kelahiran, bahkan bisa sampai surat nikah.

Mengumpulkan berkas-berkas tersebut kedengarannya mudah, tapi kendala pasti ada. Dokumen hilang salah satu kendalanya. Tambah ribet, kalau kasusnya turun waris, lalu turun waris lagi.

Rumah yang masih ditempati biasanya menimbulkan persoalan baru

Lain hal dengan rumah peninggalan almarhumah nenek saya. Nenek saya sudah lama wafat. Tapi, karena ditinggali oleh uak saya dan keluarganya, rumah tersebut nggak kunjung dijual.

Niat awalnya, mau dipertahankan dan dibeli oleh uak saya. Belum sempat terlaksana, uak saya wafat. Sedangkan anak-anaknya, nggak ada niat membeli rumah tersebut sebagaimana niat orang tuanya.

Saat ditempati oleh uak saya, ahli waris lain memang nggak perlu mengeluarkan biaya. Semua ditanggung keluarga uak saya sebagai konsekuensi mereka tinggal di sana. Tapi, tetap aja ada dramanya. Mereka yang tinggal di sana merasa sudah  banyak berkorban. Untungnya, konflik masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Permasalahan paling utama, rumah tersebut jadi tertunda lama untuk dijual dan dibagi warisnya. Sedangkan, yang diuntungkan hanya satu pihak. Akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun jatuh waris, rumah tersebut diputuskan dijual dengan kondisi apa adanya.

Menjual rumah warisan butuh keburuntungan sekarang ini

Namanya juga rumah lama, kondisinya usang dan perlu renovasi. Tapi, karena nggak ada biaya, diputuskan dijual apa adanya. Kami skeptis bisa mendapatkan harga yang baik, karena kondisi rumah yang apa adanya dan lokasinya di perkampungan.

Beruntungnya nggak lama setelah banner rumah dijual dipasangkan, ada beberapa penawaran masuk. Penawaran paling tinggi datang dari tetangga sebelah rumah. Mereka tertarik membeli rumah tersebut karena katanya membawa hoki.

ADVERTISEMENT

Entah sumbernya dari mana, mereka berkali-kali menegaskan kalau rumah tersebut membawa keberuntungan bagi mereka. Mereka berharap jangan sampai rumah tersebut dibeli orang lain. Sampai saat ini saya berkesimpulan kalau rumah almarhumah nenek saya itu laku karena terbantu takhayul.

Sekarang, penampakan rumah dijual sangat sering saya temui. Mulai dari yang dekat rumah saya di kawasan Jakarta Timur, sampai saat saya pergi ke kawasan Jabodetabek lainnya. Selalu ada aja rumah dijual. Mulai dari yang bagus, bobrok, sederhana, sampai mewah. 

Kalau lihat kondisinya, saya yakin, banyak di antaranya merupakan rumah waris yang belum laku-laku. Saya yakin juga kalau rumah-rumah itu mengalami salah satu persoalan yang saya sebutkan di atas. 

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2026 oleh

Tags: ahli warisJakarta TimurRumahrumah warisanTempat Tinggalwarisan
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini Mojok.co

Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini

22 Juli 2024
3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

5 November 2023
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

7 Oktober 2023
Menjawab Misteri Kenapa Ibu Lebih Mudah Menemukan Barang Hilang di Rumah

Menjawab Misteri Kenapa Ibu Lebih Mudah Menemukan Barang Hilang di Rumah

16 Februari 2023
Daripada Ngontrak, Mending Langsung Beli Rumah di Cikarang. Banyak Untungnya!

Daripada Ngontrak, Mending Langsung Beli Rumah di Cikarang. Banyak Untungnya!

17 Desember 2023
Alun-Alun Wonosobo, Alun-Alun Tersepi yang Pernah Saya Kunjungi Mojok.co

Wonosobo Hanya Cocok untuk Tempat Wisata, Bukan Tempat Tinggal yang Ideal!

13 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.