Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
11 Mei 2026
A A
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” (Dok: UT)

Share on FacebookShare on Twitter

Nama besar sebuah kampus sering kali ditopang oleh alumninya. Bukan hanya soal prestasi yang terpampang di baliho, tapi tentang jejak hidup yang mereka tinggalkan. Ketika alumni mampu memberi dampak nyata, bekerja dengan baik dan bermanfaat bagi sekitar, di situlah nama kampus ikut dibawa-bawa.

Universitas Terbuka (UT) juga punya rekam jejak alumni yang membanggakan. Ada yang jadi tokoh publik, birokrat, pendidik, hingga profesional di berbagai bidang. Nama mereka mungkin jarang dikaitkan langsung dengan almamaternya, tapi kalau ditarik ke belakang, benang merahnya ternyata mengarah pada satu nama: UT.

ADVERTISEMENT

Dan, justru di situ letak menariknya. UT tidak banyak memproduksi euforia. Alumninya tidak banyak pamer, tapi hidupnya pelan-pelan naik level.

Dikenal karena kualitas, bukan jas almamater

Beberapa nama publik figur yang ternyata lulusan UT diantaranya, Angga Yunanda, Rey Mbayang, Joshua Suherman, Tamara Geraldine, Linda Agum Gumelar, Wiranto, dsb. Nama-nama tersebut tentu tidak asing lagi, bukan?

Beberapa dari kita mungkin akan terkejut,  bahkan mungkin tidak percaya bahwa nama-nama tersebut adalah lulusan UT. Pasalnya, para alumni ini memang jarang menjadikan almamater sebagai atribut yang harus selalu ditampilkan.

Bukan berarti mereka tidak bangga ya. Justru sebaliknya. Kebanggaan itu tidak melulu harus diumumkan. Para alumni UT ini memilih untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap almamater lewat kerja dan sikap hidup. Supaya, UT lebih sering dikenal karena kualitasnya, bukan dari jaket almamaternya.

Pelan-pelan naik level

Saya kenal langsung sosok yang juga alumni Universitas Terbuka. Beliau adalah pengawas sekolah di tempat saya bekerja. Sosoknya sederhana, tapi inspiratif. Beliau tidak pernah gembar-gembor soal perjuangan kuliahnya. Padahal saya yakin, jalan yang ditempuh tentu tidaklah mudah.

Beliau bekerja, berkeluarga, dan kuliah dalam waktu yang bersamaan. Keren memang, tapi beliau tidak pernah menjadikan itu sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari yang lain. Justru sebaliknya, sikapnya membumi. Dan, perjuangan dalam sunyi itulah yang kemudian mengantarkannya pada level yang lebih tinggi: Jadi pengawas SMK. Pelan, tapi pasti.

Baca Juga:

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

Ketika beliau tahu bahwa saya juga alumni UT, beliau memberikan apresiasi yang hangat. Seolah, beliau bukan sedang berhadapan dengan bawahan, tapi rekan seperjuangan.

UT adalah perjalanan panjang

Dari pertemuan saya dengan pengawas SMK yang ternyata lulusan UT, dan dari banyak alumni UT lain yang saya temui, saya sampai pada satu kesimpulan. Yaitu, UT adalah tempat yang tepat bagi orang-orang yang sedang menyiapkan diri untuk perjalanan panjang. UT tidak pernah menjanjikan kesuksesan secara instan, tapi UT selalu terbuka bagi mereka yang mau bertumbuh.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Dalam bahasa yang lebih keren, UT adalah long game, bukan instant glory. Persis seperti menanam pohon. Tidak bisa langsung berbuah, tapi pasti akarnya kuat. Diterpa badai tak akan goyah, dihantam ombak tak akan runtuh. Semangat juang dan daya tahan mahasiswa UT sudah teruji pokoknya.

Maka tak heran jika banyak alumni Universitas Terbuka yang dari luar terlihat biasa-biasa saja. Semua itu bukan karena mereka kurang pencapaian, ya. Tapi, perjalanan hidup selama di UT-lah yang menempa mereka untuk tidak berisik. Tidak sedikit-sedikit bawa-bawa nama almamater, serta tidak sibuk membuktikan apa-apa. Energi mereka disimpan untuk hal yang lebih penting, yaitu bertumbuh. Hingga akhirnya nanti, pelan tapi pasti, mereka naik level.

Btw, kamu juga kenal salah satu alumni Universitas Terbuka juga nggak? Atau jangan-jangan, lulusan UT sebenarnya ada di dekatmu? Itu, mereka yang datang tepat waktu, bekerja tanpa banyak keluhan, pelan tapi pasti naik level… Coba saja ditanya alumni kampus mana. Jangan-jangan alumni UT!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: alumnialumni Universitas TerbukaKampusPerguruan Tinggiptnuniversitasuniversitas terbukaut
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Risiko Kuliah di International Women University Bandung: Dibikin Minder sampai Dikira Transgender

Risiko Kuliah di International Women University Bandung: Dibikin Minder sampai Dikira Transgender

29 Februari 2024
ISI Jogja Menjelma Jadi Kampus Medioker, Mahasiswa Tambah Banyak tapi yang Merugi Juga Makin Banyak

ISI Jogja Menjelma Jadi Kampus Medioker, Mahasiswa Tambah Banyak tapi yang Merugi Juga Makin Banyak

12 Agustus 2025
MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
Mahasiswa UNESA Iri dengan Wisuda ITS dan UNAIR Mojok.co

Mahasiswa UNESA Iri dengan Wisuda ITS dan UNAIR

12 Oktober 2024
Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau (Unsplash.com)

Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau

3 Oktober 2022
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.