Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

Siti Halwah oleh Siti Halwah
5 Mei 2026
A A
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya baru saja selesai membaca artikel berjudul Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes di Terminal Mojok. Tulisan itu berisi curhatan pengalaman penulis yang asli Madura berkuliah di Surabaya. Menurut ceritanya, tidak mudah memang, terlebih bagi banyak mahasiswa Madura yang rela merantau ke Surabaya untuk serius kuliah. 

Sejujurnya, sebagai orang Madura yang kuliah di Pulau Madura, saya juga hampir merasakan hal yang sama, kok. Nggak ada bedanya. Padahal, saya tumbuh dan berasal dari pulau ini, kuliah juga di pulau ini, kok bisa merasakan hal seperti itu?

Baca juga Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater.

Sebagian besar mahasiswa berasal dari luar Pulau Madura

Saat pertama kali masuk ke kampus Universitas Trunojoyo Madura, saya merasa kaget. Ternyata, yang kuliah di kampus ini bukan hanya orang Madura saja. Ada banyak mahasiswa yang berasal dari luar pulau. Bahkan, ada yang jauh-jauh dari Bali dan Papua sana. Semuanya berkumpul di kampus negeri pertama di Pulau Madura ini.

Saat masuk ke kelas dan pertama kali berkenalan dengan teman-teman yang lain, saya menyadari bahwa sebagian besar teman-teman saya nggak berbicara bahasa Madura. Mereka berbicara menggunakan bahasa Jawa yang hanya sebagian kecil saya mengerti. Bahkan, saya menyadari bahwa 3/4 mahasiswa di kelas saya justru bukanlah orang Madura. Alhasil, bahasa Madura semakin jarang saya dengar di sekitar kampus.

Fenomena ini saya sadari terjadi karena Universitas Trunojoyo Madura memang termasuk kampus yang menawarkan UKT murah dan biaya hidup relatif lebih manusiawi daripada kampus-kampus di Jawa Timur lainnya. Makanya, banyak mahasiswa yang memutuskan kuliah di sini meskipun dari pengakuannya nggak pernah sama sekali menginjakkan kaki di Madura.

Faktor lain yang membuat jumlah orang Madura tidak banyak kuliah di Universitas Trunojoyo karena kebanyakan warlok memilih merantau, kuliah di luar. Mereka mencari peruntungan dan pendidikan yang lebih baik dari pada yang ditawarkan oleh kampus-kampus di Madura ini.

Alhasil, kampus tempat saya kuliah justru lebih banyak diisi orang-orang luar Madura. Hal ini bikin saya jarang mengobrol pakai bahasa Madura karena kekurangan teman sesama Madura.

Baca Juga:

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

Dosen dan tenaga pendidik bukan asli orang Madura

Selain mahasiswanya yang kebanyakan bukan warlok, dosen dan tenaga pendidik lainnya juga lebih banyak orang luar Madura. Di prodi saya saja, saat itu hanya terdapat satu orang dosen yang berasal dari Madura. Selebihnya adalah para perantau.

Saya nggak tahu apakah itu bentuk diskriminasi atau memang orang-orang Madura kurang kompeten di bidang ini. Namun, saya tetap saja merasa sedih karena kampus yang ada di Madura justru malah kekurangan orang Madura.

Baca juga Tak Ada yang Lebih Menyedihkan ketimbang Hidup Gen Z Madura, Generasi yang Tumbuh Tanpa Peran Orang Tua tapi Harus Tetap Tahan Banting Saat Dewasa.

Terbentuk kelompok yang mengkotak-kotakkan interaksi sosial mahasiswa

Akibat paling fatal yang saya rasakan dengan minimnya orang Madura di kampus Madura ini adalah terbentuknya kelompok yang mengkotak-kotakkan interaksi sosial mahasiswa. Masih teringat dengan jelas dalam ingatan, bagaimana awal-awal perkuliahan berlangsung dan dosen menyuruh mahasiswa baru membentuk kelompok sendiri. Saya merasa kebingungan karena kekurangan anggota kelompok.

Sebagian besar teman saya yang berasal dari luar Madura membentuk kelompoknya sendiri, seolah menolak orang dari luar komunitasnya untuk bergabung. Hal ini cukup berlangsung lama hingga semester satu berakhir.

Selain itu, beberapa kali dark jokes dan sindiran seputar Madura kerap dilontarkan secara eksplisit. Guyonan tersebut bikin saya dan teman-teman dari Madura lainnya merasa tersindir dan nggak nyaman. Teman saya bahkan sampai pernah nyeletuk begini saking kesalnya, “kalau kalian nggak suka sama Madura, mending nggak usah kuliah di sini.” Aduh, sakit hati banget deh, kalau ingat masa awal-awal kuliah dulu.

Semua pengalaman tadi membuat saya merasa asing kuliah di kampung yang berlokasi di Pulau Madura. Malang betul nasib mahasiswa Madura, mau di tanah sendiri, mau merantau, sama-sama merasa seperti “tamu”.

Penulis: Siti Halwah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: maduramahasiswa maduraorang madurauniversitasUniversitas MaduraUniversitas Turnojoyo MaduraUTM
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Ragam Cara Jajakan Dagangan ala Pedagang Madura

28 Desember 2019
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Nestapa Mahasiswa Asal Bangkalan yang Mendapat Tugas Kuliah Review Kebijakan Unggulan Daerahnya: Bingung dan Malu karena Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

9 September 2025
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

17 April 2024
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
5 Dosa Penjual Martabak Madura di Luar Pulau Madura

5 Dosa Penjual Martabak Madura di Luar Pulau Madura

17 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois Mojok.co

Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois

4 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

29 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.