Nonton bioskop jadi salah satu hiburan bagi kebanyakan orang. Entah mereka yang memang hobi nonton film atau sekadar modus ngajak gebetan. Saya merupakan salah satu pencinta film baik dalam maupun luar negeri. Kalau sempat dan ada waktu, biasanya saya akan nonton film langsung di bioskop sepulang kerja atau di akhir pekan.
Sebagai orang Sukabumi tulen, saya malah baru dua kali nonton di daerah sendiri. Itu pun pas awal-awal bioskop hadir lagi di Sukabumi. Jadi, selama 19 tahun Sukabumi sempat tak punya bioskop, baru pada 2020 lalu Movieplex Bioskop Sukabumi hadir.
Akan tetapi, setelah euforia pembukaan bioskop berlalu, saya kembali menonton bioskop di Bogor. Ternyata tidak hanya saya, banyak kawan lain yang memilih nonton di Kota Hujan daripada di daerah sendiri. Berikut beberapa alasan kami lebih pilih jauh-jauh nonton di Bogor daripada di Sukabumi.
Baca juga Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli.
#1 Keterbatasan bioskop yang beroperasi di Sukabumi
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Sukabumi sempat belasan tahun tanpa bioskop sebelum ada Movieplex yang ada di Cikole. Meski tidak terlalu besar, bioskop ini cukup nyaman untuk dikunjungi bersama teman-teman dan orang terkasih.
Selain Movieplex, sebenarnya ada satu lagi bioskop yang ada di Sukabumi yakni Sam’s Studio yang berlokasi di Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Tidak banyak juga orang Sukabumi yang tahu bioskop satu ini. Maklum, skalanya masih kecil, bukan seperti XXI atau CGV. Jadi film dan fasilitasnya pun terbatas.
Pengalaman bertahun-tahun hidup tanpa bioskop membuat pengalaman nonton di Bogor atau daerah lain jadi kebiasaan. Dan, kebiasaan itu masih terbawa sekalipun sudah ada dua bioskop di Sukabumi.
#2 Kadang ada film baru yang telat masuk ke bioskop
Alasan lain orang Sukabumi lebih memilih pergi ke Bogor karena bioskop di Sukabumi sering kali telat menayangkan film terbaru. Bukan hanya itu, kadang ada film yang memang tidak ditayangkan. Itu jadi salah satu alasan orang Sukabumi rela mengeluarkan ongkos lebih ke Bogor demi menonton film kesukaannya. Hitung-hitung bisa sambil berjalan-jalan ke kota hujan dengan kawan-kawan.
#3 Orang kabupaten lebih dekat pergi ke Bogor daripada Sukabumi kota
Orang-orang kabupaten seperti Cibadak, Parungkuda, atau Cicurug biasanya kalau nonton bioskop selalu langsung ke Bogor. Alasannya karena jaraknya tidak begitu jauh. Bahkan, bisa ditempuh menggunakan angkot atau membawa kendaraan sendiri. Paling hanya satu hingga dua jam jika memang jalanan lancar.
Berbeda jika harus pergi ke kota Sukabumi yang jaraknya cukup jauh dan tidak terlalu ramai jadi kurang ada sensasinya. Belum lagi kalau kena macet di jalur Cibadak yang keluar masuk karyawan pabrik. Maka dari itu, Bogor adalah salah satu solusinya meskipun bakal kena macet juga sih di Cicurug kalau weekdays terutama jam pulang kerja.
Baca juga 4 Dosa Penonton Bioskop Jogja yang Mengganggu dan Sulit Dimaafkan.
#4 Jarak dari Sukabumi ke Bogor tidak terlalu jauh, bisa ditempuh menggunakan kereta dan hemat ongkos
Hampir sama dengan poin ketiga, jarak Sukabumi ke Bogor itu sebenarnya tidak terlalu jauh. Bahkan, untuk warga yang tinggal di kota, Bogor begitu mudah diakses. Warga cukup naik KA Pangrango di Stasiun Sukabumi dan turun di Stasiun Bogor Paledang, tarifnya terjangkau, mulai dari Rp30.000 untuk kelas ekonomi.
Stasiun Bogor Paledang terletak tidak begitu jauh dengan pusat perkotaan, di mana gedung bioskop berada. Biasanya sih orang Sukabumi selalu nonton di Botani Square, terutama mereka yang menggunakan transportasi kereta api. Selain nonton bioskop, bisa sambil berbelanja atau makan di sana dan pulang kembali menggunakan transportasi yang sama.
Itulah beberapa alasan mengapa warga lebih memilih pergi ke Bogor untuk nonton bioskop daripada di kota sendiri. Keterbatasan bioskop menjadi faktor utama mengapa banyak yang rela merogoh uang lebih banyak demi nonton ke Bogor.
Penulis: Erfransdo
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Bertobatlah Wahai Kalian yang Sering Bertanya Saat Menonton Film di Bioskop.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















