Sidang skripsi menjadi salah satu ujian terbesar mahasiswa sebelum menyabet gelar sarjana di kampusnya. Berbagai persiapan menjelang hari H cukup menguras energi. Mulai dari menyiapkan materi, mengurus hal administrasi, sampai outfit yang akan dipakai saat sidang skripsi. Rasa gugup pasti menghampiri karena masa depan ditentukan hari itu juga.
Akan tetapi, tidak jarang saat di hari penting mahasiswa, ada saja dosen yang hadir pada sidang skripsi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bukan karena terkenal “killer”, namun lebih kepada profesionalismenya yang dipertanyakan. Tidak hanya mahasiswa yang kerap membuat dosa saat sidang, namun ada juga dosen yang melakukannya.
Beberapa kali saat masih menjadi mahasiswa, saya kerap mendapati dosen penguji yang kurang profesional saat menguji mahasiswanya saat sidang proposal hingga skripsi seperti berikut ini.
#1 Dosen penguji skripsi telat datang ke ruangan yang membuat sidang tertunda
Cukup banyak kejadian di mana dosen penguji telat datang ke ruangan sidang yang pada akhirnya sidang menjadi tertunda beberapa menit. Padahal biasanya H-7 hingga H-1 dosen selalu diingatkan oleh mahasiswa mengenai jadwal sidang mulai dari ruangan, tanggal, hingga jam sidang. Tapi masih saja ada dosen yang telat datang karena berbagai alasan.
Tidak jadi masalah kalau pemimpin sidang (dosen pembimbing) memulai sidang pada waktunya meskipun ada dosen yang belum datang. Namun, di banyak kesempatan pemimpin sidang selalu menunggu semua dosen hadir baru bisa dimulai. Hal itu terkadang bikin mahasiswa yang sudah siap menjadi gugup kembali dan bahkan selesai tidak tepat pada waktunya sehingga mahasiswa lain yang akan memakai ruangan jadi harus menunggu.
#2 Tidak menyimak mahasiswa presentasi, namun sibuk bermain gadget
Meskipun dosen penguji sudah membaca isi skripsi mahasiswanya, tetap saja tidak dapat dinormalisasi bahwa ketika sidang boleh bertindak seenaknya. Apalagi kalau saat mahasiswa menyampaikan presentasi dengan serius, namun dosen penguji malah asyik sendiri bermain gadget. Hal yang lebih menyebalkannya lagi saat giliran bertanya, blio malah “membantai” mahasiswanya dengan topik atau pertanyaan yang kadang di luar dari isi skripsi mahasiswa.
Tidak masalah kalau dosen bersangkutan sibuk membaca presentasi mahasiswa melalui laptop pribadinya, namun banyak kejadian dosen malah sibuk memeriksa draf skripsi mahasiswa lain atau bahkan mencuri kesempatan untuk mengerjakan tugas lain sehingga mahasiswa yang sedang presentasi malah diabaikan.
#3 Dosen penguji skripsi yang menghabiskan waktu mengomentari mahasiswa sampai dosen lain tidak diberi kesempatan
Dosen penguji tugasnya memang menguji mahasiswa saat sidang. Setiap sidang tentu memiliki waktu yang sudah ditetapkan oleh departemen fakultas. Biasanya sekitar satu sampai dua jam tergantung jenis sidangnya. Namun, ada saja anomali dosen yang seakan “serakah” dalam menguji mahasiswa dari A sampai Z. Tidak masalah kalau blio tahu waktu, namun kadang malah menyita waktu dosen lain untuk berkomentar.
Selain bikin mahasiswa ketar-ketir, kadang juga bikin dosen penguji lain yang sudah menyiapkan komentarnya jadi gemas sendiri karena tidak diberi waktu. Saat sudah diberi waktu, malah mepet karena waktu sidangnya akan berakhir sehingga semua masukan atau komentarnya tidak tersampaikan sepenuhnya.
#4 Izin pulang di tengah sidang karena urusan pribadi
Bukan sekali dua kali dosen penguji yang izin di tengah sidang mahasiswa yang sedang berlangsung. Alasannya pun beragam, mulai dari kegiatan akademik hingga non akademik. Apa pun alasannya, dosen penguji tentu sudah diberikan tugas oleh fakultas untuk hadir pada sidang mahasiswa, sehingga mahasiswa yang menjadi prioritas utama. Namun, masih ada saja dosen yang izin karena urusan pribadi.
Bagi mahasiswa mungkin jadi angin segar karena dosen penguji pulang lebih dulu. Mending kalau dosen tersebut memberi nilai yang memuaskan. Beda halnya kalau pulang duluan, tidak ada masukan, banyak membantai, tapi memberi nilai yang tidak masuk akal. Bahkan ada dosen yang tidak hadir sama sekali, bahkan melalui online pun tidak menyempatkan.
Itulah beberapa ulah dosen penguji mahasiswa saat sidang skripsi. Terkadang bukan hanya mahasiswa saja yang kerap membuat “masalah” saat sidang, namun ada juga dosen yang justru membuat dosa yang merugikan mahasiswa bahkan dosen lain yang hadir.
Penulis: Erfransdo
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















