Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
25 April 2026
A A
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja adalah sebuah paradoks yang dibungkus dengan aroma wangi bakpia. Buat mahasiswa yang baru saja menapakkan kaki di Kota Gudeg, kota ini serasa memberi pelukan hangat. Namun, bagi mereka yang sudah lama tinggal dan kenal betul Kota Jogja, semua kemanisan itu hanyalah lapisan gula dari sebuah perangkap yang siap mengatup rapat. 

Di balik status menterengnya sebagai Kota Pendidikan, Jogja sebenarnya adalah sebuah labirin yang punya seribu cara untuk membuat masa depan mahasiswa ambyar seketika. Bukan lantas artinya Jogja menolak kehadiran mahasiswa, apalagi yang berasal dari luar kota. Jogja hanya terlalu asyik mengajak mereka bercengkrama hingga akhirnya terlena dan melupakan tujuan utama ke sana.

Candu kota wisata yang membuat mahasiswa betah berpetualang ketimbang masuk kelas

Jogja itu memang istimewa. Punya hawa pegunungan yang sejuk di utara, sekaligus jejeran pantai yang memikat di selatan. Pesona ini sering kali membuat mahasiswa mendadak amnesia akan visi mulia mereka ke Jogja untuk menyabet gelar sarjana, bukan pemandu wisata.

Alih-alih rajin masuk kelas atau nongkrong di perpustakaan, mereka justru tergoda buat eksplorasi alam Jogja. Tahu-tahu sudah semester akhir, skripsi belum judul, tapi foto jalan-jalan di feed Instagram sudah ratusan. Percayalah, Jogja punya setumpuk siasat buat membunuh ambisi dengan cara yang paling halus.

Erosi daya juang akibat tertular prinsip khas orang Jogja “alon-alon asal kelakon”

Konon, suasana Jogja itu serba pelan dan menenangkan. Namun, prinsip alon-alon asal kelakon yang tak selalu relevan di kehidupan modern ini adalah wujud jebakan batman paling canggih. Sebab, tanpa sadar, mahasiswa kehilangan urgensi untuk bergerak cepat.

Hari ini santai, besok tenang, lusa bubar. Di sini, peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tak boleh berlaku sepenuhnya untuk mahasiswa. Soalnya, kota ini punya bakat alami membuat orang merasa baik-baik saja. Padahal, masa depan mereka sedang di ujung tanduk lantaran skripsi tak kunjung disentuh.

Kontras sosial yang bikin kena mental, macak kere adalah solusi

Jogja adalah muara bertemunya anak sultan dari Jakarta dengan anak petani dari pelosok daerah. Di sini, potret mahasiswa yang berangkat naik Beat karbu bersebelahan dengan mobil keluaran terbaru adalah hal lumrah. Bagi yang mentalnya belum baja, melihat ketimpangan ini bisa saja bikin depresi.

Ketimbang ikut arus bergaya borju demi diterima suatu sirkel, bergaya sederhana jauh lebih berguna. Skin proletar adalah tameng paling ampuh agar tak tergilas ekspektasi pergaulan yang makin edan. Sebab, penyelesaian skripsi itu butuh dana. Dan itu, tak pernah sedikit nominalnya.

Baca Juga:

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

Ancaman keamanan yang terselip di balik keramahan

Jangan tertipu slogan “Jogja Berhati Nyaman” yang terpampang di jalan-jalan. Di balik senyum ramah dan lirik lagu romantis, ada realita keamanan yang sering kali bikin bulu kuduk merinding saat harus pulang larut. 

Waktu gelap Jogja sudah diakuisisi mereka yang siap memberi kejutan tak terduga di tikungan sepi. Teror klitih tak pernah benar-benar hilang. Maka, lebih baik lupakan ajakan nongkrong tengah malam yang dibalut diskusi perkuliahan. Sebab, hari apes tak pernah tertulis di kalender.

Siapkan kopi sachet karena ini adalah kunci penyelamat dompet

Jujur saja, di Jogja, batas antara menjadi intelektual dan pengangguran itu setipis tisu. Buktinya, banyak mahasiswa berdalih menggelar diskusi kuliah atau rapat organisasi di kedai kopi sampai dini hari. Padahal, hanya sekian persen waktu yang terpakai untuk bahas agenda. Sisanya, diisi ghibah tak berfaedah.

Efeknya? Waktu belajar habis, mata kuliah pagi bolos, dan IPK terjun bebas. Maka, kalau benar-benar niatnya lembur demi meraih predikat sarjana, kopi sachet adalah pahlawan yang paling jujur. Mata tetap melek, tugas kelar, dan saldo rekening tetap bisa bernafas sampai ganti bulan.

UMR Jogja yang lucu untuk masa depan abu-abu

Banyak mahasiswa yang saking cintanya sama Jogja, mereka ingin menetap setelah lulus. Nyatanya, di sinilah letak bahaya sesungguhnya. Sebab, kenyamanan berdiam sekaligus berkarier di Jogja merupakan plot twist paling pahit bagi mahasiswa.

Barangkali, bertahan hidup di sini dengan gaji lokal adalah seni level tertinggi. Kuliah di Jogja memang membuka potensi untuk masa depan yang cerah. Sayangnya, nekat lanjut tinggal dan bekerja di Jogja malah membuat masa depan mahasiswa seburam kabut Merapi pagi hari.

Jogja akan selalu menjadi kota penuh makna. Namun, segala romantisasi itu tak akan pernah jadi penolong saat dompet menipis atau dosen pembimbing lupa nama mahasiswa akibat mereka terlalu lama menghilang. Nikmati saja setiap keindahan sudut Kota Jogja, tapi jangan pernah menitipkan masa depan kepadanya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2026 oleh

Tags: JogjaKota pelajarmabaMahasiswamahasiswa baruromantisme
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

1 September 2023
5 Rekomendasi Hotel Unik di Jogja buat yang Bosan ke City Hotel Terminal Mojok

5 Rekomendasi Hotel Unik di Jogja buat yang Bosan ke City Hotel

18 November 2022
Merantau di Jogja Lebih Enak Dibanding Surabaya, Lebih Slow dan Manusiawi Mojok.co

Merantau di Jogja Lebih Enak Dibanding Surabaya, Lebih Slow dan Manusiawi

23 Agustus 2025
Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

7 Desember 2024
jumatan

Jumatan Tidak Membuatmu Menjadi Lebih Tampan

31 Mei 2019
Pengalaman Saya Menghadapi Ibu-ibu yang Antre dengan Keras Kepala terminal mojok.co

Dari Anak Kos Untuk Ibu Kos

9 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya
  • Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing
  • Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya
  • Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi
  • Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.