Surabaya menjadi salah satu daerah yang paling familiar selain Banyuwangi, daerah asal saya. Saya hafal jalan-jalan di sana hingga kuliner kaki lima yang menggoyang lidah. Salah satu yang paling unik dan menyita perhatian adalah nasi goreng merah khas Surabaya.
Pertama kali menyantapnya saya merasa aneh karena warnanya. Di banyak daerah lain, nasi goreng berwarna cokelat bukan merah. Namun, ternyata, justru di situlah sisi uniknya hingga kuliner dicari banyak orang, termasuk saya.
Sebenarnya sangat mudah menemukan tempat satu ini, hampir di tiap sudut kota ada. Namun, tidak semuanya benar-benar menggoyang lidah. Itu mengapa, sebelum menyantap makanan satu ini, saya sudah melakukan survei kecil-kecilan soal ciri nasgor merah Surabaya yang enak di lidah.
Warna merah pada nasi goreng merah Surbaya terbuat bahan-bahan yang alami
Tidak seperti nasgor lain yang berwarna cokelat, nasi goreng Surabaya itu berwarna merah. Namun, warna merah yang dimaksud bukanlah merah yang mencolok mata yang sangat artifisial. Warna merah yang dimaksud terbuat bahan-bahan alami. Biasanya warna merah pada nasgorberasal dari saus tomat atau resep sambal yang sudah diwariskan secara turun temurun.
Setelah mencicipi beberapa warung nasi goreng kaki lima dengan berbagai “gaya” sausnya. Pilihan saya jatuh pada nasi goreng merah dekat SPBU yang tidak jauh dari Stasiun Gubeng Baru. Kalian yang penasaran, boleh langsung ke sana.
Menggunakan potongan cabai untuk menambah tingkat kepedasan
Di banyak jenis nasi goreng, rasa pedas berasal dari racikan bumbu sambal. Semakin pembeli ingin rasa pedas, semakin banyak bumbu sambal ditambahkan. Sambal menyatu dengan nasi sehingga pembeli sulit membedakan mana nasgor yang pedas mana yang tidak.
Akan tetapi, hal itu tidak terjadi pada nasi goreng merah Surabaya. Makanan satu ini menggunakan potongan cabai untuk menambah tingkat kepedasan. Semakin banyak potongan cabai dalam satu sajian, semakin pedas pula rasanya. Itu mengapa, sangat mudah membedakan level kepedasan pedagang.
Ternyata, potongan cabai yang ikut digoreng dengan nasi ternyata membuat sensasi pedas yang berbeda: pedas, tapi tidak berlebihan. Mungkin karena ikut digoreng dengan suhu yang tinggi membuat level pedasnya cabai bisa tereduksi hingga sesuai dengan lidah pembel
Tidak perlit kondimen
Nasi goreng kaki lima Surabaya yang enak pasti menawarkan berbagai macam kondimen. Mulai dari suwiran ayam, telur cincang, bawang goreng, potongan sayur kol, brokoli dan sawi hijau hingga mentimun sebagai pelengkapnya. Kehadiran kondimen ini memperkaya rasa di lidah.
Saya sudah mencicipi nasgor merah yang dijajakan penjual kaki lima di berbagai sudut Surabaya. Dan, saya mengamati satu pola, nasgor yang enak punya kondimen yang melimpah.
Itulah ciri penjual nasi goreng merah Surabaya yang tidak diragukan lagi rasanya. Kalian yang ingin mencicipi makanan satu ini dan tidak zonk, bisa perhatikan dahulu apakah ciri-ciri di atas ada di warung yang ingin kalian datangi. Selamat mencoba!
Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















