Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
21 April 2026
A A
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Cilok adalah makanan yang nggak neko-neko. Jajanan kaki lima yang terbuat dari tepung kanji diberi sedikit bumbu, dibentuk bulat kecil-kecil seperti bakso lalu direbus. Sederhana, merakyat, dan murah meriah. Tidak ada yang salah dari cilok sebelum suatu kenyataan pahit menghatam. 

Faktanya ada penjual cilok di luar sana yang nggak amanah. Mereka merusak kepercayaan pembeli dengan melakukan segala cara untuk menekan kualitas demi mendapatkan keuntungan besar. Ujung-ujungnya, pembeli yang jadi korban karena membeli jajanan yang tidak berkualitas seperti di bawah ini: 

#1 Saus kacang yang lebih mirip air cucian kacang

Cilok tanpa saus kacang itu ibarat nonton film tanpa suara, hambar dan bikin bingung. Namun, yang lebih menyakitkan adalah ketika saus kacangnya ada, tapi terlalu encer seperti air cucian kacang. Bukan kental menggoda seperti yang kita bayangkan, melainkan cair seperti kuah bakso yang lupa jati dirinya.

Saya pernah beli cilok dengan ekspektasi tinggi. Begitu sampai rumah, saya buka bungkusnya, dan langsung disambut saus kacang yang bentuknya lebih mirip sup. Rasanya? Ya jelas hambar kacangnya seperti cuma numpang lewat, sambalnya juga setengah hati. Ini bukan lagi soal selera, tapi soal pengkhianatan.

#2 Cilok yang teksturnya lebih keras dari kenyataan hidup

Cilok itu seharusnya kenyal, bukan keras. Kenyal itu menyenangkan, bikin nagih. Tapi, ada penjual cilok yang entah kenapa berhasil menciptakan tekstur yang lebih cocok jadi bola pingpong daripada makanan.

Gigitan pertama langsung bikin rahang kerja lembur. Gigitan kedua mulai muncul rasa curiga. Setelahnya? Sudah pasrah. Ini cilok atau latihan kekuatan gigi? Saya sampai berpikir, ini mungkin bukan karena tepungnya kebanyakan, tapi karena niat penjualnya kurang tulus.

#3 Isi yang tidak konsisten antara ada dan tiada

Salah satu daya tarik cilok adalah isiannya. Entah itu daging cincang, telur, atau bahkan keju. Tapi, penjual yang tidak amanah membiarkannya kosong atau diisi dengan isian minim. Dari luar, bulatan cilok terlihat meyakinkan, ukurannya sedikit lebih besar, bikin kita berharap ada sesuatu yang spesial di dalamnya. Tapi, begitu digigit kosong, hampa. 

#4 Sambal yang pedasnya nggak konsisten

Saya bukan tipe orang yang tidak bisa pedas. Kadang saya suka, kadang saya ingin menghindarinya dahulu. Persoalannya, tidak semua penjual punya sambal yang pedasnya konsisten. Kadang sedikit sambal saja sudah terasa pedasnya, kadang tidak terasa sama sekali. 

Baca Juga:

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

4 Ciri Tahu Gimbal Semarang yang Sudah Pasti Enak dan Tidak Mengecewakan Pembeli

Ketidakpastian itu bikin saya sebagai pembeli bingung. Setiap gigitan jadi semacam perjudian. Dan, saya tidak pernah mendaftar untuk permainan ini.

#5 Kebersihan penjual cilok yang dipertanyakan

Penjual cilok yang tidak amanah mengabaikan kebersihan supaya tidak repot. Kadang gerobak kotor dibiarkan saja, air rebusan cilok keruh tanda jarang diganti, hingga tangan penjual yang multitasking tanpa jeda pegang uang. itu baru kebersihan yang bisa pembeli lihat secara langsung. Belum proses pembuatan cilok yang kita tidak pernah tahu bagaimana proses dan standar kebersihannya. 

#6 Porsi yang tidak konsisten

Dosa yang satu ini mungkin tidak begitu terlihat, tapi sangat menyebalkan dan menggerogoti kepercayaan. Ada lho penjual yang tidak adil melayani pembelinya. Misal, sama-sama beli Rp10.000, tapi jumlah butir cilok yang diberikan berbeda. Tidak ada dasar yang jelas, suka-suka pembeli saja. Sekali atau dua kali mungkin tidak masalah, tapi kalau berkali-kali seperti itu, bikin kesal juga. 

Di atas beberapa “dosa” penjual cilok yang bikin pembeli kapok. Memang tidak semua penjual cilok melakukan siasat curang di atas, tapi sebagai pembeli, sebaiknya kalian semakin hati-hati. 

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: aciaci dicolokcilokJajanjajanan kaki limakaki limapenjual cilok
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan Mojok.co

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan

12 November 2025
Di Magelang, Ada Ojek yang Bisa Dimakan. Rasanya Enak, Teksturnya Kenyal, Harganya Murah Meriah

Di Magelang, Ada Ojek yang Bisa Dimakan. Rasanya Enak, Teksturnya Kenyal, Harganya Murah Meriah

23 Februari 2024
Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

26 Oktober 2023
4 Dosa Kecil Penjual Roti Bakar Gerobak yang Merugikan dan Mengesalkan Pembeli Mojok.co

4 Dosa Kecil Penjual Roti Bakar Gerobak yang Merugikan dan Bikin Kesal Pembeli

19 Agustus 2024
bakso

Meniru Cara Kerja Bakso Dalam Menjalani Kehidupan Ini

13 Juni 2019
4 Perbedaan Cilok Malang dan Cilok Sunda Terminal Mojok

4 Perbedaan Cilok Malang dan Cilok Sunda

10 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

6 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.