Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
16 April 2026
A A
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Angkot menjadi salah satu moda transportasi umum yang lazim ditemui saat berada di Jakarta. Meskipun zaman sudah semakin maju serta moda transportasi umum semakin berkembang, angkot tetap eksis di Jakarta selama puluhan tahun.

Saya pribadi sudah belasan tahun menjadi pengguna angkot Jakarta. Saya setia menjadi pengguna angkot lantaran belum memiliki kendaraan pribadi hingga sekarang. Di samping itu, saya setia menjadi pengguna angkot lantaran tak mau direpotkan dalam mengurus segala tetek bengek kendaraan pribadi seperti pajak, perawatan berkala, dan lainnya.

ADVERTISEMENT

Belasan tahun saya menjadi pengguna moda transportasi angkot Jakarta, ada banyak suka maupun sebal yang saya dapatkan. Nah, berikut ini sejumlah hal menyebalkan yang berkali-kali saya temui ketika naik angkot di Jakarta.

Angkot Jakarta ngetem terlalu lama

Sejatinya, perilaku ngetem ini merupakan hal yang lazim terjadi tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah lain. Saya pribadi tidak masalah bila sopir angkot ngetem setidaknya hingga 30 menit. Kalau lebih dari 30 menit, tentu ini akan jadi hal yang sangat menyebalkan, terlebih jika kita punya urusan penting lainnya.

Oleh karena itu, saya pribadi sangat jarang naik angkot yang tengah dalam kondisi ngetem, kecuali bila terpaksa. Dalam hal ini, saya lebih suka naik angkot yang melintas di pinggir jalan.

BACA JUGA: Naik Angkot di Depok Hanya untuk Mereka yang Punya Nyali, Armada Bobrok dan Sopir Ugal-ugalan

Menetapkan tarif angkot seenaknya

Memang tidak semua sopir angkot bersikap seenaknya dalam menetapkan tarif atau ongkos bagi penumpang. Namun, saya pribadi sangat jarang menemukan angkot yang memasang selebaran berisi ketentuan ongkos yang telah diatur oleh Organda atau pihak berwenang lainnya. Oleh karena itu, hal ini bisa menjadi celah yang rawan untuk dieksploitasi oknum sopir yang nakal untuk menetapkan tarif sesuka hatinya.

Selama saya naik angkot Jakarta, ada kalanya saya mendapati sejumlah oknum sopir yang memberlakukan ongkos di luar ketentuan. Misalnya saja ada oknum yang menetapkan tarif yang seharusnya Rp5 ribu untuk sekali perjalanan menjadi Rp6 ribu atau lebih.

Baca Juga:

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

Melanggar rambu lalu lintas

Lagi, salah satu hal kurang baik yang saya temukan saat naik angkot Jakarta adalah perilaku oknum sopir yang suka melanggar peraturan lalu lintas. Dalam hal ini, ada saja oknum pengemudi yang berperilaku seenaknya di jalan seperti melewati batas zebra cross ketika lampu merah menyala sampai menerobos lampu merah itu sendiri.

Hal ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan raya lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya bila Pemprov Jakarta bisa bertindak tegas atas pelanggaran-pelanggaran tersebut atau melakukan tindakan preventif dengan memasang CCTV di setiap lampu merah atau lainnya.

Menurunkan penumpang tidak pada tempat yang semestinya

Bila kamu nanti naik angkot di Jakarta, jangan terlalu kaget bila kamu terkadang tidak diturunkan di tempat semestinya. Dalam hal ini, beberapa oknum sopir biasanya tidak akan benar-benar meminggirkan angkot yang dikendarainya ke tepi jalan. Alhasil, penumpang mau tak mau harus turun di jalan yang terbilang “nanggung” sembari melihat adanya motor atau kendaraan lain yang mungkin melintas.

Meskipun demikian, saya pribadi tak sepenuhnya menyalahkan pengemudi angkot. Pasalnya, ketika angkot hendak minggir ke kiri jalan untuk menurunkan penumpang, ada saja oknum pengendara sepeda motor yang enggan untuk mengalah alias terus menyalip. Alhasil, opsi menurunkan penumpang di jalan yang “nanggung” mau tidak mau harus diambil.

Di luar pengalaman menyebalkan yang saya dapati, keberadaan moda transportasi angkot tetap memiliki manfaat. Salah satu manfaat keberadaan para sopir angkot ini adalah menjadi indikator kualitas sebuah SPBU.

Dalam sebuah perbincangan santai, paman saya sempat berkata bila salah satu cara untuk menilai bagus atau tidaknya suatu SPBU adalah dengan melihat keberadaan para sopir angkot di sana. Bila semakin banyak sopir angkot di sebuah SPBU, hampir dapat dipastikan bila SPBU itu terhindar dari praktik curang. Dalam hal ini, sopir angkot dinilai punya semacam insting untuk mengetahui jumlah liter bensin yang masuk dalam kendaraannya.

Sebagai pengguna setia transportasi angkot hingga sekarang, tentu besar harapan saya untuk melihat adanya pembenahan moda angkot di Jakarta. Alhasil, para penumpang angkot bisa semakin nyaman dan betah, bahkan bisa saja menarik minat masyarakat umum untuk naik kendaraan umum. Semoga.

Penulis: Muhammad Fariz Kurniawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Sikap Aneh Sopir Angkot yang Redflag Banget dan Bisa Bikin Angkot Mereka Tambah Sepi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2026 oleh

Tags: Angkotangkot di jakartaangkot ngetemsopir angkot
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

ojol dan angkot

Pilih Kasih sama Ojol dan Angkot yang Sebetulnya Sama-sama Susah

21 Desember 2021
Nasib Sopir Angkot di Kampung: Penumpang Sepi karena Beralih ke Motor Pribadi, Cari Kerja Lain pun Tak Semudah Bayangan

Nasib Sopir Angkot di Kampung: Penumpang Sepi karena Beralih ke Motor Pribadi, Cari Kerja Lain pun Tak Semudah Bayangan

15 Mei 2024
penumpang

Ujian Jadi Penumpang Angkot

20 September 2019
bu risma

Sudah Siapkah Surabaya Melepas Bu Risma?

17 Oktober 2019
angkutan umum

Kasta Penumpang dalam Angkutan Umum

14 Agustus 2019
Hal yang Paling Bikin Nggak Enak saat Naik Angkot Kisah Juragan Angkot yang Pengin Jadi Pegawai Kantoran

Hal-hal yang Paling Bikin Nggak Enak saat Naik Angkot

27 Mei 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.