Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pilih Kasih sama Ojol dan Angkot yang Sebetulnya Sama-sama Susah

Nia Purnamasari oleh Nia Purnamasari
21 Desember 2021
A A
ojol dan angkot
Share on FacebookShare on Twitter

Uniknya, ojol ini bisa kita lihat sisi manusianya. Tapi, kenapa ya hal tersebut nggak bisa terjadi sama sopir angkot?

“Mau turun di mana Neng?” Tanya sopir angkot.

“Wastu Kencana, Pak.” Jawab saya.

Kalau pertanyaannya seperti ini, sudah dipastikan angkot biasanya akan berputar arah lagi di tengah, tidak akan sampai ke akhir trayeknya. Saat itu saya berharap semoga saya nggak diturunkan di tengah jalan, karena malas juga kalau harus nyari angkot lagi di hari yang terik seperti saat itu.

“Oh, iya sampai sana kok, Neng. Kirain mau ke Sadang Serang, ini nggak akan sampai ke sana soalnya.” si Bapak menimpali dengan menyebut titik angkot Caringin-Sadang Serang ini berakhir.

Setelah itu tanpa diminta si bapak menceritakan kondisi angkot di Bandung sekarang. Rute angkot yang ia bawa ini katanya hanya tinggal beberapa puluh saja. Banyak yang berhenti beroperasi. Ia juga menyebutkan beberapa rute lain berikut berapa armada yang masih jalan. Saya memang nggak sesering itu keluar rumah. Tapi, saya juga bisa merasakan angkot sekarang lebih sulit didapatkan dibandingkan sekitar 12 tahun lalu saat saya masih sekolah dulu.

Awalnya saya pikir ini semua terjadi karena pandemi di tahun 2020 lalu. Si Bapaknya mengiyakan, tapi katanya mulai terasa sepi itu sejak ada ojek online sekitar 2018. Saya bukan pengguna ojek online reguler, tapi saya cinta sama ojol karena memudahkan hidup. Ongkos ojol jauh lebih mahal daripada angkot, tapi waktu kita jadi bisa efisien. Nah, bagi orang-orang yang uangnya banyak, tentu akan lebih memilih ojol dong ketimbang angkot.

Sampai saat ini saya masih setia naik angkot karena saya tidak bisa naik motor. Dan ini jugalah cara saya menempa mental anak saya, biar tidak bermudah-mudahan naik taksi online. Saya yakin kalau anak saya bisa menjadi pribadi yang tangguh serta penyabar jika rajin naik angkot. Ya, cuaca yang terik combo dengan ngetem selama hampir 15 menit, bisa jadi momentum yang tepat untuk mengajarkan anak saya bernafas dengan benar sambil istighfar.

Baca Juga:

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Sebagai penumpang angkot profesional, saya juga tau kelakuan-kelakuan sopir angkot yang ajaib. Mulai dari berhenti sembarangan, terus tiba-tiba ambil kiri tanpa melihat-lihat, ngetem lama banget, sampai memasukan penumpang melebihi kapasitasnya. Tapi, saat mendengar cerita si pak sopir ini saya jadi nggak tega juga.

Katanya kadang uang yang didapat setiap harinya cuma ada lebihan sedikit dari jumlah setoran. Dari ilustrasi ini saya yakin banget angkot sekarang udah nggak nyempil-nyempilin penumpang lagi, karena.. penumpangnya saja sudah nggak ada! Anak SMA saja sekarang kalau pergi rame-rame biasanya akan memilih taksi online daripada angkot, dan kalau pagi-pagi biasanya mereka naik ojol agar lebih cepat sampai, padahal anak sekolah adalah nyawanya angkot.

ADVERTISEMENT

Kenapa ya kadang kita sering dengan mudah kasihan sama ojol. Seperti misalnya di akun-akun donasi sering sekali orang yang anak atau istrinya sakit, terus dikasih narasi sedih dengan foto yang bapaknya ini pake jaket ojol. Apakah jaket ojol ini selalu dipakai di setiap kegiatan? Mbok ya dibuka dulu gitu loh sebelum difoto.

Kita juga sering diperlihatkan konten-konten mengharukan. Seperti misalnya cerita-cerita orang bertemu dengan ojol-ojol yang baik, lalu mereka memberi makan ojol, atau orang-orang yang memberi surprise sama ojol. Jangan salah, saya sendiri kalau sepintas lihat konten-konten seperti ini suka meneteskan air mata loh. Terharu.

Uniknya, ojol ini bisa kita lihat sisi manusianya. Bahwa driver-driver ini juga manusia biasa, di balik jaketnya ini mereka menanggung beban keluarga, saat mereka bekerja ada keluarga yang menunggu mereka. Pokoknya mereka ini sedang berjuang di jalanan.

Tapi, kenapa ya hal tersebut nggak bisa terjadi sama sopir angkot?

Selama ini sopir angkot selalu dilihat sebagai penjahatnya, Padahal sopir angkot si tukang ngetem dan si tukang berhenti sembarangan ini juga sama-sama punya keluarga. Sama seperti ojol. Kalau mau adu susah juga saya yakin, sopir angkot juga hidupnya nggak kalah susah dari ojol.

Ojol-ojol ini kesusahan dan perjuangannya diiklankan sama perusahaan tempat mereka bernaung. Saya masih ingat dulu pernah melihat iklan Gojek di sebuah billboard. Ada seorang bapak yang berprofesi sebagai driver ojol bersama anaknya, lalu ada kata-kata yang mengucapkan terima kasih karena berkat tip dari para penumpang, ia bisa membeli seragam baru.

Duh saya sebagai orang tua, bacanya jadi terharu, tapi di sudut hati yang lain saya pikir ya memang jagoan aja nih bagian marketingnya, ngajak-ngajak orang lain untuk memberikan tips. Padahal kan seharusnya perusahaan naikin honor mitra drivernya aja biar mereka bisa membelikan anak-anaknya ini seragam.

Marketing seperti inilah yang tidak dimiliki oleh sopir angkot. Orang-orang hanya merasakan pengalaman yang tidak enak sama sopir angkot. Mereka tidak pernah berkesempatan ngobrol dengan sopir angkot, atau memilih tidak mengobrol dengan sopir angkot. Beda kan ya kalau diajak ngobrol sama ojol biasanya kita lebih welcome, malah kadang kita yang membuka percakapannya.

ADVERTISEMENT

Saya yakin sih lama-lama angkot akan tergerus karena semakin tidak relevan. Tapi, sebetulnya angkot ini masih sangat dibutuhkan, kan nggak semuanya mampu naik ojol ya. Jadi kalau angkot nggak ada, yang dirugikan lagi-lagi kelas menengah ke bawah. Ya sopirnya, ya orang-orang yang biasa naik angkot juga.

Di Bandung ada startup yang mulai melirik soal angkot ini. Mereka membuat sebuah aplikasi bernama jaramba (jarambah, dalam bahasa sunda artinya bepergian jauh) yang membantu masyarakat bisa bepergian dengan angkot. Saat melihat kegiatan mereka di Instagram, menurut saya sangat keren. Apalagi tujuan mereka adalah agar kita tidak ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Meski sebetulnya agak sangsi, tapi saya berharap start up ini akan berhasil membangun budaya baru, sama seperti gojek yang membangun budaya naik ojek. Saya yang dulu anti banget naik ojek karena sungkan boncengan sama yang bukan muhrim dan takut diculik, akhirnya malah ketagihan. Semoga hal ini juga terjadi sama angkot. Ya meskipun nggak yakin-yakin amat karena tingkat adiksi naik ojek karena kemudahannya, akan berbeda dengan sumuk dan lambatnya naik angkot.

Sebab, selain bisa dipakai buat melatih kesabaran dan ongkosnya murah, saya nggak tahu juga sih kelebihannya naik angkot itu apa. Semangat ya sopir angkot.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: Angkotojol
Nia Purnamasari

Nia Purnamasari

ibu homeschooler, penyuka jajanan SD.

ArtikelTerkait

Mengenal Escorting, Aksi Luhur Ojek Online Indonesia (Unsplash)

Mengenal Escorting, Aksi Luhur Ojek Online Indonesia

16 April 2023
Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? (Mojok.co)

Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? 

2 Desember 2023
uang tip terminal mojok

Mempertanyakan Alasan Orang Ekonomi Lemah Memberi Uang Tip Lebih Banyak Ketimbang Orang Tajir

5 Maret 2021
Boleh Nggak Say No sama Motor Gede yang Bertransformasi Jadi Ojol

Boleh Nggak Say No sama Motor Gede yang Bertransformasi Jadi Ojol?

12 Januari 2020
Hal yang Paling Bikin Nggak Enak saat Naik Angkot Kisah Juragan Angkot yang Pengin Jadi Pegawai Kantoran

4 Jenis Angkot Unik di Padang dengan Penumpangnya

9 Juni 2020
Era Bakar Duit Berakhir, Gojek dan Grab Minggir Dulu. Kini Saatnya Maxim Bersinar Mojok.co

Maxim Bersinar Saat Era Bakar Duit Gojek dan Grab Mulai Berakhir

17 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.