Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Lucky Maulana Azhari oleh Lucky Maulana Azhari
22 Agustus 2026
A A
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal dan bekerja di Cengkareng adalah mimpi buruk. Sebab banjir, macet, lawan arah, dan kesemrawutan tata kota kumpul di sana. Saya sendiri tampaknya harus belajar legowo ketika ditempatkan bekerja di Taman Palem Lestari, sebuah kompleks rumah toko di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Semula saya membayangkan bahwa Cengkareng serupa Jewel Changi di Singapura: kawasan yang menggabungkan ruang komersial, alam, dan nuansa futuristik. Maklum, Cengkareng berdempetan langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta, bandara nomor wahid di republik ini. Dalam bayangan saya, kawasan sekitar bandara mestinya menjadi wajah dari sebuah kota.

Tetapi saya keliru, tema alam yang saya temui justru sungai yang selalu meluap tiap kali malam diguyur hujan, tak peduli berapa lama durasi hujan dan intensitasnya. Keesokan harinya, saya harus berangkat kerja lebih pagi serta bersiap menerjang banjir dan macet bersamaan. “Musuhe wong Cengkareng yo udan,” batin saya.

Lama-lama, saya hafal jalan mana saja yang hampir pasti menjadi kolam sehabis hujan; Pintu air Outer Ringroad, City Park, sepanjang jalan JB (Jajanan Banyak), RSUD Cengkareng, dan akses masuk menuju Taman Palem. Ngeri-ngeri sedap memang kalau permukaan air melebihi knalpot motor, alih-alih mau mencari duit, malah tombok untuk dandan sepeda motor ke bengkel.

Macet, menu sarapan paling pasti di Cengkareng

Selain banjir, macet juga seperti menu sarapan harian di kecamatan ini. Saya yakin kita semua sepakat bahwa tidak ada hari libur bagi macet Jakarta. Tetapi, macet di Cengkareng jelas hal yang berbeda. Pengamatan saya selama tinggal di sana, macet Cengkareng disebabkan oleh permukaan air kali yang lebih tinggi dari jalan, sehingga ditambah curah hujan sebentar saja, air pasti meluap dan memenuhi jalanan. Kalau sudah seperti itu, arus kendaraan menjadi mandeg dan mengular panjang.

Belum lagi, kendaraan berat dan truk-truk kontainer yang melintasi Outer Ringroad Cengkareng, utamanya saat jam-jam sibuk. saya sampai hafal ada hari-hari tertentu bagi truk-truk besar ini memenuhi Ringroad, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat sore. Hari-hari yang saya hindari untuk pulang telat, sebab dari Taman Palem ke rumah kontrakan bisa memakan waktu tempuh nyaris 3 jam dengan Jaklingko. Terlebih lagi jika di depan ada truk mogok atau amblas.

Fenomena lawan arah juga menjadi habit di kecamatan ini. Kalau kau berkunjung ke Cengkareng, sebaiknya jangan hanya berkutat di komplek elit Citra Garden City. Lewatlah sebentar ke Ruko 1000 dan perumahan KFT, kau akan jumpai jiwa-jiwa yang beringas, mereka tak takut mati meski lawan arah. Kalau kita gertak, mereka akan jauh lebih galak.

Biasanya persoalan bermula karena pengendara dari Jalan Kamal Raya hendak menuju Rawa Buaya. Mereka memilih lawan arah karena harus memutar cukup jauh jika melewati putar balikan di kolong tol Kayu Besar.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Tata kota, masalah sebenarnya

Namun, semakin lama tinggal di Cengkareng, saya mulai paham bahwa banjir, macet, dan lawan arah bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Semuanya merupakan dampak dari persoalan yang lebih mendasar: tata kota.

Jalan yang sempit bertemu dengan beban kawasan yang tinggi, buruknya sistem drainase, ruang resapan yang sedikit, alih fungsi zona, serta kawasan pemukiman yang terus menjadi padat.

Dan yang paling membuat pikiran saya tambah ruwet adalah kehidupan setelah hari kerja. Ketika akhir pekan tiba, saya justru harus bertandang jauh ke Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan hanya untuk mencari ruang terbuka hijau yang layak. Saya harus naik kendaraan, melewati kemacetan, menghabiskan waktu dan tenaga, demi mencari tempat untuk sekadar duduk, berjalan kaki, atau menghirup udara segar. Semua itu karena minimnya ruang terbuka hijau di daerah ini.

Barangkali memang benar, sebagai penghuni Cengkareng, saya harus belajar legowo dan nrimo ing pandum selama tinggal dan mencari uang di daerah ini.

Jika bumi pasundan diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum, maka Cengkareng diciptakan ketika Tuhan sedang cemberut. Atau, jika Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Cengkareng terbuat dari ruwet, semrawut, dan senggol bacok.

Penulis: Lucky Maulana Azhari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pahitnya Nasib Perantau di Cengkareng Jakarta Barat, Rela Jadi Pemulung Demi Makan Tapi Tak Berani Jujur ke Ortu di Kampung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: cengkarengcengkareng itu di manakemacetan cengkareng
Lucky Maulana Azhari

Lucky Maulana Azhari

Pekerja swasta asal Tegal. Sudah 9 tahun berdomisili di Jakarta. Menaruh perhatian kepada sastra dan kota.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.