Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sudah Siapkah Surabaya Melepas Bu Risma?

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
17 Oktober 2019
A A
bu risma

bu risma

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tinggal di Surabaya sejak masih berseragam putih-merah, tentu saja saya tahu betul kota ini. Hiruk pikuknya jalanan, banyak sekali jalur angkutan kota (angkot), udaranya yang panas, bahkan tempat lokalisasi terbesar pun adanya di Surabaya.

Hal ini yang membuat saya memilih untuk pindah domisili sejak saya bisa menafkahi diri sendiri. “Aku mau cari tempat tinggal yang adem, ayem, masih banyak sawahnya, udaranya masih segar”. Itu dulu kalimat yang saya lontarkan ke orang tua saat memilih untuk merantau.

Namun setiap akhir pekan saya masih menyempatkan diri main ke Surabaya. Teman-teman saya mayoritas memang menetap di situ, beberapa keluarga juga. Dan semakin sering saya main, semakin ingin pula saya kembali tinggal di Surabaya.

Surabaya sekarang punya 100 taman aktifyang bisa kita datangi kapan saja, tentu dengan rindangnya pepohonan yang benar-benar bisa bikin ngantuk. Dengan banyaknya gedung tinggi yang digunakan sebagai mall, apartemen, juga perkantoran, Surabaya masih bisa terlihat sangat asri. Semua berimbang.

Sungai yang dulu warna airnya keruh dan banyak sampah itu sekarang bersih, ada beberapa taman dan kafe-kafe kecil di pinggirnya yang nyaman sekali untuk dikunjungi.

Dolly, lokalisasi terbesar pada zamannya itu sudah ditutup pada tahun 2014. Para pekerjanya sudah diberdayakan untuk alih profesi dengan bantuan dari pemerintah, sepanjang gang Dolly pun kini berubah menjadi pusat Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjual berbagai macam hasil produksi industri rumahan.

Bagaimana Surabaya bisa berubah sedrastis ini? Ya, karena ada Bu Risma. Sejak beliau menjabat sebagai walikota Surabaya di periode pertama tahun 2010-2015, Surabaya seakan bersiap untuk mempercantik diri. Di balik sosoknya yang terlihat selalu sederhana dan bersahaja, Bu Risma punya keberanian dan ketegasan yang luar biasa. Mungkin kalian masih ingat ya, saat ada acara beberapa tahun yang lalu di Taman Bungkul Surabaya, dan setelahnya taman menjadi rusak, bagaimana marahnya Bu Risma pada seluruh jajaran panitia dan pelaksana? Ngeri? Iya. Makanya jangan berani-berani merusak.

Semua kerja keras beliau bukan omong kosong, penghargaan demi penghargaan diterima oleh Surabaya. Pada tahun 2012, Surabaya dinobatkan sebagau kota terbaik se-Asia Pasifik dalam kategori partisipatif. Hal ini dilihat karena Surabaya berhasil mensinergikan seluruh lapisan masyarakatnya mulai daei pelajar sampai pegawai kantoran untuk saling bantu bahu membahu membangun dan mengembangkan kota.

Baca Juga:

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

Pada tahun 2014, Bu Risma berangkat ke Inggris untuk mewakili Surabaya menerima penghargaan dari London Summit Leaders dalam kategori Innovative City of The Future. Ini dinilai dari tata kota Surabaya. Saat itu, Surabaya datang sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia.

Tahun 2016, Bu Risma terpilih untuk kedua kalinya sebagai walikota Surabaya. Tentu saja saya ikut bahagia. Itu berarti Surabaya akan jadi lebih indah dan tertib. Kenapa saya bilang tertib? Karena Bu Risma punya peraturan sendiri untuk para pegawainya supaya imej buruk tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa lenyap. Kinerja pegawai pemerintahan di lingkup kelurahan dan kecamatan, misalnya. Yang dulunya bertele-tele bila kita ingin mengurus segala surat-menyurat, sekarang tidak lagi. Bu Risma sendiri sering melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek para pegawainya benar-benar melakukan tugas mereka membantu warga. PNS yang ketahuan berjalan-jalan di tempat umum atau pusat perbelanjaan pada jam kerja pun akan ditegur.

Untuk siswa sekolah juga begitu. Bu Risma tidak mau melihat ada anak berseragam sekolah, jalan-jalan di mall atau keluyuran nggak jelas saat jam sekolah. Beberapa kali saya mendengar cerita ada anak sekolah yang dipanggil dan ditegur langsung oleh beliau.
Tak heran ya Bu Risma bisa masuk jajaran 10 wanita paling inspiratif versi majalah Forbes tahun 2013.

Gimana dengan para Bonek pendukung Persebaya? Oh, tentu saja Bu Risma sayang sekali pada mereka. Tak jarang beliau menemui mereka sebelum atau sesudah digelarnya pertandingan bola di Surabaya. Menasehati mereka tanpa menggurui, dan mereka juga sangat menghormati Bu Risma.

Bagi kalian yang tinggal di Surabaya juga pasti sering melihat Bu Risma turun ke lokasi proyek atau beberapa tempat yang sedang dalam proses rancang bangun. Tidak pernah berdandan menor, tidak mengenakan hijab aneka rupa, berpakaian sederhana, santun. Dan lebih sering bersepatu boots. Beliau tidak risih untuk ikut membantu para pegawainya. Untuk hal ini lah saya rasa beliau pantas dinobatkan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia dalam The World Mayor Prize pada tahun 2014 lalu.

Tak sedikit warganet yang menganggap tindakan yang dilakukan Bu Risma ini hanyalah pencitraan, cari muka, ingin dilihat sebagai superhero. Maha benar wahai warganet!
Kalian boleh berasumsi apa saja, bebas. Tapi kalau kalian bisa melihat atau bahkan mengalami sendiri perubahan yang telah diciptakan oleh Bu Risma pada Surabaya dan seluruh masyarakatnya, saya rasa kalian akan berubah pikiran. Percayalah!

Bu Risma dengan caranya sendiri sudah membuktikan pada kita bahwa perbedaan gender dalam urusan memimpin suatu daerah itu non-sense. Bahwasanya wanita juga bisa menjadi seorang pemimpin yang benar-benar memimpin dan mengayomi. Bukan pemimpin yang hanya bisa tunjuk ini-itu memerintah orang lain.

Karena sudah menjalani masa jabatan selama dua periode, maka di periode mendatang Bu Risma sudah tidak bisa lagi menjabat sebagai walikota Surabaya. Tentu saja banyak pihak yang bersedih. Banyak yang ragu akankah pemimpin berikutnya bisa melanjutkan tugas Bu Risma sebaik beliau? Akankah semua yang sudah susah payah dibangun beliau untuk Surabaya mampu dipertahankan? Apakah masyarakat Surabaya sudah siap ditinggalkan oleh (masa kepemimpinan) Bu Risma? (*)

BACA JUGA Benarkah Jogja Berhati Mantan? atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2019 oleh

Tags: Angkotbu rismaketertiban kotaSurabayawalikota surabayawanita inspiratif
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

Sakinah Supermarket Penguasa Surabaya Timur, Alfamart dan Indomaret Nggak Ada Apa-apanya Mojok.co

Sakinah Supermarket Penguasa Surabaya Timur, Alfamart dan Indomaret Nggak Ada Apa-apanya

24 April 2024
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Terminal Purabaya Sidoarjo (Unsplash)

Persoalan Terminal Purabaya Sidoarjo di Tengah Kemegahannya

28 Mei 2023
Gagal Kuliah di Surabaya- Ibu dan Kiai Kompak Tidak Merestui (Unsplash)

Saya Gagal Kuliah di Surabaya meski Persyaratan Sudah 95%. Saya Terhalang Perubahan Restu Ibu karena Kiai Sekolah Tidak Setuju

20 Maret 2024
Kota Malang Hari Ini: Problem Kemacetan dan Tamu-tamu Peradaban angkot surabaya

Artikel Balasan: Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang? Enak Aja!

8 Februari 2023
Mengapa Bu Risma Dipuja Warga Surabaya, tapi Sering Dirujak Netizen di Ibu Kota?

Mengapa Bu Risma Dipuja Warga Surabaya, tapi Sering Dirujak Netizen di Ibu Kota?

2 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Jangan Bangga Skripsi Nggak Banyak Revisi, Bisa Jadi Itu Pertanda Salah Arah yang Bikin Repot Saat Sidang Nanti  

20 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.