Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
15 April 2026
A A
4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan Mojok.co bakmi jogja gudeg tegal

4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa bakmi Jogja gagal total di Tegal, tapi gudeg, yang justru dianggap tidak enak, malah bisa survive?

Ekspansi makanan khas suatu daerah ke wilayah lain itu lumrah. Bahkan, dengan adanya ekspansi ini, para perantau bisa sedikit mengobati kerinduan mereka akan makanan khas kampung halaman. Meski, seringkali kalau sudah pindah daerah, rasanya sudah tidak otentik lagi. Bisa karena menyesuaikan dengan lidah lokal, bahan baku yang susah ditemukan, atau karena tukang masaknya memang bukan orang asli daerah tersebut.

Di Tegal sendiri, kita bisa dengan mudah menemukan makanan dengan embel-embel kedaerahan. Ada soto boyolali, sate madura, soto mie bogor, dll. Nasi padang nggak usah ditanya. Menemukan warung makan padang di Tegal itu sudah semudah menemukan warteg. Hebatnya, meski makanan-makanan tersebut berasal dari daerah lain, tapi rata-rata tempat makan ini berumur panjang, bahkan punya pelanggan setia.

Kecuali satu: Bakmi Jogja.

Satu per satu tutup warung bakmi Jogja tutup

Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke Tegal. Maksudnya, Kota Tegal, ya, bukan Kabupaten Tegal. Kan yang banyak hiburan itu Kotanya. Kotanya sih kecil, tapi urusan nguras dompet, Kota Tegal juaranya.

Alangkah terkejutnya saya ketika lewat di Jalan Semeru arah stasiun Tegal. Bangunan yang terletak persis sebelum Stasiun Tegal, yang semula warung Bakmi Jogja, sekarang berubah jadi salon. Entah sejak kapan warung bakmi Jogja tersebut tutup. Yang jelas, tutupnya warung ini menambah deret panjang warung Bakmi Jogja yang gulung tikar di Tegal.

Padahal kalau dipikir-pikir, orang Tegal itu sebetulnya doyan banget makan, loh. Buktinya, sejak pagi buta, bahkan saat matahari belum muncul, penjual sarapan sudah berderet rapi di pinggir jalan. Dan mereka ini bukan penjual yang buka warung makan 24 jam, ya. Tapi, mereka memang penjual sarapan yang habis subuh langsung membuka lapak, lalu beres-beres sekitar jam 10.

Bukti lain orang Tegal doyan makan itu ada pada kondisi tempat makan yang selalu ramai. Pun ketika ada kumpulan rapat RT, arisan, pengajian, pasti ada acara makan-makannya. Dengan kata lain, orang Tegal itu nomor wahid kalau soal badogan alias urusan makanan. Dengan karakter yang pemakan segalanya begini, sungguh jadi misteri besar kenapa Bakmi Jogja seolah nggak laku dan susah bertahan lama. Padahal, gudeg bisa.

Baca Juga:

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

Efek telur bebek

Meski sama-sama berasal di Jogjakarta, nasib gudeg dan bakmi jogja memang berbeda 180 derajat. Bisa jadi, gudeg jogja lebih diterima karena menyesuaikan dengan lidah lokal. Yaitu, dengan menyediakan sambal yang pedasnya sesuai selera orang Tegal. Bahkan, ada penjual gudeg yang menambahkan oseng kacang panjang di gudeg racikannya. Bayangkan, oseng kacang panjang dalam sebuah gudeg!! Nggak usah kalian yang orang Jogja asli deh, saya yang orang Tegal aja speechless pas beli nasi gudeg jebul ada oseng kacang panjangnya. Alamak, ini mah nasi campur!!!

Sementara itu, bakmi jogja di Tegal masih setia dengan pakemnya. Rasanya gurih, creamy, dengan semripit aroma bumbu yang ditumis. Penggunaan telur bebek juga masih dipertahankan. Namun setelah saya pikir-pikir, bisa jadi campuran telur bebek inilah yang menjadi penyebab bakmi Jogja kurang bisa diterima di lidah orang Tegal.

Jadi begini. Bagi warga lokal, kalau bicara olahan mie-miean, ya pasangannya telur ayam. Soalnya, telur bebek di mata orang Tegal itu sudah punya tempat eksklusifnya sendiri. Kalau nggak jadi martabak telur, ya berakhir jadi telur asin. Sehingga, ketika telur bebek itu dikocok dan dimasukkan ke dalam kuali Bakmi Jogja, sensor rasa orang Tegal mungkin langsung memberikan sinyal aneh.

Warna pucat bukan kelasnya orang Tegal

Bukan hanya itu saja. Dugaan saya, bakmi Jogja ini susah diterima oleh orang Tegal karena penampakannya yang cenderung pucat. Ini saya ngomong bakmi Jogja yang versi kuah, ya. Masalahnya gini, orang Tegal itu kalau masak bumbunya ora pera-pere, alias nggak tanggung-tanggung. Hampir semua bumbu di dapur harus keluar kalau masak sesuatu. Ditambah, orang Tegal ini cinta banget dengan warna merah. Banyak masakan orang Tegal yang diolah dengan bumbu dasar merah.

Dan, merah ini tidak harus selalu pedas, ya. Orang Tegal sering kali rela mengeluarkan biji dari cabainya, hanya diambil kulit luarnya saja, demi bisa menghasilkan warna masakan yang tetap merah, tapi pedasnya masih bisa dikondisikan. Maka, ketika bertemu dengan Bakmi Jogja yang secara tampilan saja sudah terlihat pucat, jelas tidak menggugah selera warga lokal. Akhirnya, Bakmi Jogja pun pelan-pelan tersisih, kalah saing dengan warung mie lokal atau bakso yang bumbunya lebih berani menantang lidah.

Kalau di tempatmu, ada warung bakmi Jogja nggak? Ramai nggak di sana?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bakmi Jawa di Jogja Tidak Semuanya Memuaskan, Wisatawan Sebaiknya Bisa Bedakan yang Enak dan Biasa Saja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: bakmi jogjagudeg jogjamakanan di tegaltegalwarteg
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Warteg di Tegal yang Wajib Dicoba terminal mojok

4 Ciri Khas yang Melekat pada Warteg di Tegal

5 September 2022
Saudara Ngapak Beda Nasib: Tegal Mutlak Lebih Maju daripada Brebes

Saudara Ngapak Beda Nasib: Tegal Mutlak Lebih Maju daripada Brebes

5 Juni 2025
Banteng Loreng Binoncengan, Falsafah Lokal yang Harus Dipahami Jika Ingin Menjadi Pemimpin di Tegal

Banteng Loreng Binoncengan, Falsafah Lokal yang Harus Dipahami Jika Ingin Menjadi Pemimpin di Tegal

4 Oktober 2023
Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

15 Januari 2022
Kerupuk Antor: Kerupuk Kotor Khas Tegal yang Nggak Insekyur karena Harga Minyak Goreng Naik Terminal Mojok.co

Kerupuk Antor: Kerupuk Kotor Khas Tegal yang Nggak Insekyur karena Harga Minyak Goreng Naik

13 April 2022
Warmindo Ternyata Bisa Kalah dari Warteg Berkat Logika Ini (Unsplash)

Berkat 1 Logika Ini, Warteg Lebih Nyaman dan Menyenangkan Dibandingkan Warmindo Sebagai Tempat Mengisi Perut dan Mengobati Rindu akan Rumah

3 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street suzuki burgman

Vario Street Harus Diakui Lebih Jelek ketimbang Suzuki Burgman, Jika Bisa Beli Salah Satunya, Mending Beli Suzuki Burgman Saja  

14 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

12 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.