Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

Budi oleh Budi
24 Februari 2026
A A
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, di mana stres dan kegelisahan menjadi teman sehari-hari, saya pernah merasa tersesat. Saya mencari sesuatu yang bisa memberikan kedamaian batin. Hingga akhirnya, saya menemukan ketenangan itu di Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar di Indonesia yang modernis dan reformis.

Muhammadiyah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan, tapi juga sebuah filosofi hidup. Ia mengajarkan keseimbangan antara iman, ilmu pengetahuan, dan amal shaleh. Artikel ini akan menceritakan perjalanan pribadi saya, bagaimana Muhammadiyah menjadi sumber ketenangan.

Bagi saya, ketenangan yang saya temukan bukanlah sesuatu yang instan. Ini semua hasil dari proses panjang. Melibatkan introspeksi diri dan keterlibatan aktif. Di tengah pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, ketika dunia terasa gelap, Muhammadiyah hadir sebagai cahaya harapan melalui program-program sosialnya. Itulah awal mula saya tertarik, dan sejak itu, hidup saya berubah.

Baca juga: Fakta Menyeramkan Jika Muhammadiyah Tidak Pernah Lahir di Indonesia

Awal perjalanan menuju ketenangan

Perjalanan saya dimulai dari sebuah kebosanan spiritual. Saya lahir dan besar di kota kecil namun ramai dengan aktivitas ekonomi dan budaya. Sebagai anak muda, saya dulu lebih fokus pada karir dan hiburan duniawi.

Namun, ketika di usia 25 tahun, saya mengalami krisis eksistensial. Pekerjaan sebagai pegawai membuat saya lelah, hubungan sosial terasa hampa, dan saya sering merasa cemas tanpa alasan jelas.

Saya mencoba berbagai cara untuk menemukan kedamaian. Mulai dari olahraga, bahkan traveling ke tempat-tempat indah di Jawa Tengah. Tapi semuanya terasa sementara.

Suatu hari, seorang teman mengajak saya mengikuti kajian di masjid Muhammadiyah dekat rumah. Awalnya, saya ragu karena gambarannya sebagai organisasi yang “kaku” dan terlalu formal. Tapi saat tiba di sana, saya terkejut. 

Baca Juga:

Bersekolah di SMA Muhammadiyah Adalah Salah Satu Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Ambil Dalam Hidup Ini

Saya Menyesal Telah Menganggap Kalau UAD Adalah Kampus Muhammadiyah yang Medioker

Kajiannya tidak hanya tentang hafalan ayat Al-Qur.’an, tapi juga diskusi tentang isu kontemporer seperti lingkungan hidup dan ekonomi umat. Pembicara, seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah, menjelaskan cara menerapkan Islam ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan esensi modern.

Itu adalah momen pertama saya merasakan ketenangan. Sebuah rasa aman bahwa agama bukanlah beban, melainkan panduan yang fleksibel.

Saya mulai aktif di cabang Muhammadiyah setempat. Melalui program pengajian rutin, saya belajar tentang tajdid (pembaruan) yang menjadi inti Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa Islam harus kembali ke Al-Qur.’an dan Sunnah, tapi juga terbuka terhadap ilmu pengetahuan barat. Ini membuat saya sadar bahwa ketenangan bukan datang dari menghindari dunia, tapi dari menghadapinya dengan bijak.

Selama enam bulan pertama, saya menghadapi tantangan. Ada saat di mana saya merasa tidak layak karena latar belakang saya yang kurang religius. Tapi komunitas Muhammadiyah menyambut saya dengan tangan terbuka. Mereka tidak menghakimi, melainkan mendukung. Ini adalah awal dari transformasi saya, di mana ketenangan mulai meresap ke dalam jiwa.

Nilai-nilai Muhammadiyah yang menginspirasi

Apa yang membuat Muhammadiyah begitu istimewa bagi saya adalah nilai-nilainya yang praktis dan relevan. Pertama, prinsip amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran). Muhammadiyah mengajarkan prinsip bukan sebagai slogan, tapi aksi nyata. 

Di Muhammadiyah, ini terwujud melalui amal usaha sosial. Saya pernah ikut program bantuan bencana alam di Jawa Tengah, di mana relawan Muhammadiyah bekerja tanpa lelah untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan. Melihat bagaimana mereka tetap tenang di tengah kekacauan membuat saya belajar bahwa ketenangan datang dari keyakinan bahwa setiap usaha adalah ibadah.

Kedua, penekanan pada pendidikan. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah dari TK hingga perguruan tinggi, yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum. Saya sendiri mengikuti kursus online dari Universitas Muhammadiyah tentang manajemen stres berbasis Islam. 

Di sana, saya belajar bahwa ketenangan (sakinah) dalam Al-Qur.’an bukan hanya kondisi hati, tapi juga hasil dari pengetahuan dan amal. Ayat seperti “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS. Ar-Ra’d: 28) dikaitkan dengan psikologi modern, membuatnya mudah dipahami.

Ketiga, sikap moderat dan inklusif. Muhammadiyah tidak ekstrem. Mereka mendorong dialog antaragama dan toleransi.

Saya pernah menghadiri acara dialog lintas agama dengan tema perdamaian. Muhammadiyah mengajarkan saya bahwa ketenangan bukan milik satu golongan, tapi bisa dicapai melalui kerja sama. Nilai-nilai ini bukan hanya teori. Mereka menjadi panduan harian saya, membantu saya mengatasi konflik internal dan eksternal.

Dalam konteks Indonesia modern, Muhammadiyah juga aktif dalam isu lingkungan. Program “Muhammadiyah Peduli Lingkungan” mengajak anggota untuk menanam pohon dan mengurangi plastik. 

Saya ikut serta, dan aktivitas itu memberikan ketenangan fisik dan mental: berada di alam sambil beramal. Secara keseluruhan, nilai-nilai ini seperti pondasi rumah yang kokoh, melindungi saya dari badai kehidupan.

Baca juga: Alasan Saya Tetap Mau Jadi Dosen Muhammadiyah walau Tahu Hidupnya Bakal Susah

Dampak ke kehidupan sehari-hari

Setelah terlibat di Muhammadiyah, dampaknya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari saya. Pertama, di bidang pekerjaan. Dulu, saya sering stres karena pekerjaan.

 Kini, dengan mengaplikasikan prinsip tawakal (berserah diri kepada Allah setelah berusaha), saya lebih tenang. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas saya, tapi juga hubungan dengan rekan kerja.

Kedua, dalam hubungan sosial. Ketenangan yang saya dapat membuat saya lebih sabar dan empati. Saya sekarang aktif di keluarga besar Muhammadiyah, di mana saya bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang. 

Ini memperkaya perspektif saya, dan saya jarang merasa kesepian lagi. Bahkan, saya menemukan pasangan hidup melalui komunitas ini. Seseorang yang sama-sama mencari ketenangan spiritual.

Ketiga, kesehatan mental. Muhammadiyah memiliki program kesehatan jiwa melalui rumah sakit-rumah sakitnya. Saya pernah mengikuti konseling gratis, di mana psikolog berbasis Islam membantu saya mengelola kecemasan. Hasilnya, saya tidur lebih nyenyak, dan hari-hari terasa lebih bermakna.

Secara keseluruhan, dampak ini membuat saya menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Saya tidak lagi mencari ketenangan di luar, karena Muhammadiyah mengajarkan bahwa itu ada di dalam hati yang terhubung dengan Tuhan dan sesama.

Menemukan ketenangan di Muhammadiyah adalah anugerah terbesar dalam hidup saya. Organisasi ini bukan hanya tempat memperdalam beribadah, tapi sekolah kehidupan yang mengajarkan keseimbangan. Dan ingatlah: ketenangan sejati datang dari iman yang dipraktikkan.

Penulis: Budi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bersekolah di SMA Muhammadiyah Adalah Salah Satu Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Ambil Dalam Hidup Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: kampus muhammadiyahmasjid MuhammadiyahMuhammadiyahMuhammadiyah Peduli Lingkunganpp muhammadiyahsekolah muhammadiyahSMA Muhammadiyah
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Ayahku Adalah Orang Muhammadiyah, tapi Soal Rokok Dia NU Tulen terminal mojok.co

Ayah Saya Adalah Orang Muhammadiyah, tapi Soal Rokok Dia NU Tulen

11 Desember 2020
4 Pertanyaan yang Bikin Muak Mahasiswa UMY saking Sering Ditanyakan Mojok.co kampus muhammadiyah

4 Pertanyaan yang Bikin Muak Mahasiswa UMY saking Sering Ditanyakan

18 November 2024
UAD universitas ahmad dahlan kuliah rasa pengalaman cara mendaftar kuliah di luar negeri mojok

UAD Cocok Untukmu yang Gagal Kuliah ke Luar Negeri

22 April 2020
Lahir di Lingkungan NU dan Tumbuh Dewasa di Lingkungan Muhammadiyah, Bikin Saya Jadi Krisis Identitas terminal mojok.co

Lahir di Lingkungan NU dan Tumbuh Dewasa di Lingkungan Muhammadiyah, Bikin Saya Jadi Krisis Identitas

8 Januari 2021

Tips Membedakan Masjid NU dan Muhammadiyah Sebelum Ikut Salat Tarawihnya. #TakjilanTerminal20

22 April 2021
Di Luar Berdebat, di Kampung Saya, NU dan Muhammadiyah Berhubungan Erat Sampai ke Kamar terminal mojok.co

Di Luar Berdebat, di Kampung Saya, NU dan Muhammadiyah Berhubungan Erat Sampai ke Kamar

26 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa
  • Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini
  • Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah
  • THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri
  • Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup
  • Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.