Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Nafiuddin Fadly oleh Nafiuddin Fadly
28 Januari 2026
A A
Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan di Kartasura termasuk jalan vital yang menghubungkan Bandara Adi Sumarmo. Sayang kondisinya tak layak dilewati.

Pembahasan jalan rusak di Indonesia memang tak ada habisnya. Gara-gara jalan rusak pengendara bisa terancam keselamatannya. Belum lagi motor jadi rusak dan harus masuk bengkel. Biaya perbaikannya tentu bisa menggerogoti dompet yang isinya lebih banyak angin ketimbang lembaran gambar pahlawan.

Beberapa hari lalu saya berkendara melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, Kartasura. Jalan itu berada di ujung pinggiran Kabupaten Sukoharjo. Kondisi jalannya benar-benar “sakit”. Ibarat orang sakit, harus segera dibawa ke UGD.

Baca juga: Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan berlubang menyeramkan

Ketika melintasi jalan ini, saya dan pengendara lain otomatis berkendara pelan. Tujuannya agar bisa menghindari lubang yang ada. Istilah bahasa Jawa “alon-alon waton kelakon” cukup efektif di sini. Walaupun sudah pelan, kita harus pintar-pintar berbelok. Lebih baik begitu daripada nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan seperti jatuh, menyerempet kendaraan lain, bahkan tabrakan.

Memang sih ada BPJS, tapi kalau bisa mencegahnya kenapa tidak. Bagaimanapun jalan ini merupakan jalan penghubung ke Bandara Adi Sumarmo, jadi tak heran jika banyak yang melewati jalan ini.

Selain itu pengendara motor harus lebih waspada jika berkendara di belakang mobil. Sebab pengendara bisa mendapat kejutan langsung dari lubang jalan. Badan mobil yang besar umumnya menutupi lubang jalan, membuat pengendara motor tak sadar.

Jangan kira melewati jalan berlubang itu hal sepele. Ban motor yang terperosok ke dalam lubang jalan bikin selangkangan pengendara sakit. Satu-satunya terapi agar bisa tenang adalah dengan mengumpat. Jika tidak percaya, silakan coba sendiri.

Baca Juga:

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Air hujan menutupi lubang jalan, mustahil menghindar

Akhir-akhir ini hujan turun terus menerus. Durasinya tak hanya satu dua jam, tapi bisa sepanjang hari. Tak heran jika di Jakarta dan sekitarnya sampai kebanjiran. Intensitas hujan yang semakin sering juga berdampak pada Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan di Kartasura. Soalnya lubang di jalanan ini jadi ketutupan air hujan yang menggenang di jalan.

Dalam kondisi cuaca cerah, tidak hujan, pengendara masih bisa menghindari jalan rusak. Soalnya lubangnya kelihatan. Sementara saat hujan, lubang tertutup air sehingga pengendara yang tak awas dan paham bisa terperosok ke dalam lubang karena tidak tahu.

Hal ini senada dengan keresahan yang dibagikan di grup Facebook bernama Pawartos (Perkumpulan Warga Ageng Kartasura). Di grup itu, ada video yang dibagikan akun bernama Dhennykartasura.

Kita harus menebak-nebak letak lubang jalan secara pasti. Bahkan untuk pengendara yang sering melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, belum tentu berhasil. Pada akhirnya berkendara di jalan ini menjadi semacam “mission impossible”.

Belum lagi jika hujan deras turun, penglihatan pengendara jadi tidak maksimal. Lha gimana bisa melihat secara jernih jika kaca helm dipenuhi butiran air hujan. Menakutkan bukan?

Baca juga: Jalan Danliris Colomadu Terkutuk, Rusaknya Abadi.

Untungnya masuk prioritas perbaikan

Kabar bagus akhirnya tiba. Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan akan segera diperbaiki. Ini sudah menjadi rencana pemerintah setempat untuk memasukkannya ke dalam empat jalan yang diprioritaskan akan diperbaiki.

Untuk sementara ini, jalan yang berlubang ditutup oleh tanah. Setidaknya, masih ada yang peduli satu dengan lainnya. Memang tidak semua lubang jalan ditutup, mungkin karena saking banyaknya. Tapi setidaknya kondisi jalan jadi lebih baik.

Bayangkan jika jalan rusak ini dibiarkan terus menerus. Masyarakat pasti marah dan menumpahkannya ke media sosial. Nantinya, di Facebook sudah tidak lagi muncul kata-kata “semangat bund”, tetapi berisi umpatan nama-nama binatang.

Melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, Kartasura memang menyebalkan. Terlebih jika hujan turun membuat lubang tertutup air dan tak kelihatan. Pengendara hanya bisa pasrah dalam kondisi ini. Semoga dengan masuk dalam prioritas perbaikan, jalan ini bisa lebih baik dan pengendara yang lewat sini tak perlu waswas.

Penulis: Nafiuddin Fadly
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kartasura, Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yang Ketularan Problem Perkotaan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2026 oleh

Tags: jalan adi sumarmo ngabeyanjalan rusakkabupaten sukoharjokartasuraKecamatan Kartasurangabeyan kartasura
Nafiuddin Fadly

Nafiuddin Fadly

Seorang pria asal Solo. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial dan teknologi. Suka kopi espresso dan baca buku.

ArtikelTerkait

3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng Mojok.co

Pemimpin Boleh Berganti, tapi Masalah Jalan Rusak di Wonosobo Tetaplah Abadi

23 Februari 2025
Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Wisata Jeglongan Sewu: Destinasi Terbaik di Gunungkidul buat Uji Nyali

11 Maret 2023
Mengenal Jalan Slamet Riyadi Kartasura yang Underrated Karena Kalah Terkenal sama Jalan Slamet Riyadi Solo

Mengenal Jalan Slamet Riyadi Kartasura yang Underrated karena Kalah Terkenal sama Jalan Slamet Riyadi Solo

23 November 2025
Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi

11 Agustus 2022
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

Selamat Hari Jadi Kabupaten Banyumas: Jalan Rusak, Macet, dan Kemiskinan Masih Menghiasi Kota Satria

21 Februari 2023
Surat Cinta untuk Bupati Rembang: Pak, Jalan Nusa Indah Rembang Magersari Rusak Parah, Kasihan Anak-anak Sekolah

Surat Cinta untuk Bupati Rembang: Pak, Jalan Nusa Indah Magersari Rusak Parah, Kasihan Anak-anak Sekolah

16 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Teman Saya Orang Surabaya Nggak Suka Makan Rawon, dan Alasannya Masuk Akal Mojok.co

Tidak Semua Lidah Orang Surabaya Doyan Makan Rawon, Beberapa Ada yang Trauma dengan Alasan yang Masuk Akal

26 Mei 2026
Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak Untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi Mojok.co

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

30 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026
Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

26 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.