Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Putri Ardila oleh Putri Ardila
12 Januari 2026
A A
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Share on FacebookShare on Twitter

Aku sebenarnya nggak punya masalah sama Kartasura. Tempatnya hidup. Makan gampang. Kos-kosan rapat. Segalanya dekat. Cocok buat mahasiswa yang dompetnya sering pura-pura kuat padahal aslinya ngos-ngosan. Tapi semua rasa cinta itu langsung diuji setiap kali hujan turun lebih dari lima belas menit. Terutama di sekitar UIN Raden Mas Said.

Entah kenapa, hujan di Kartasura punya efek domino yang cepat. Langit baru gelap dikit, gerimis belum niat, eh jalan sudah berubah fungsi. Dari akses kendaraan menjadi kolam rendam kaki. Air naik pelan-pelan, lalu tiba-tiba sudah melewati mata kaki, seolah-olah ada kesepakatan tak tertulis antara hujan dan jalanan: “Yaudah, kita banjirin aja sekalian.”

Yang bikin menarik, banjir di Kartasura ini bukan banjir besar yang masuk berita nasional. Bukan juga banjir yang bikin orang dievakuasi pakai perahu. Ini banjir versi sehari-hari. Banjir yang cukup untuk bikin motor ragu, pejalan kaki pasrah, dan mahasiswa mikir dua kali antara lanjut atau putar balik.

Aku sering lihat sendiri orang-orang berhenti di ujung jalan, menatap genangan air dengan ekspresi penuh pertimbangan hidup. Bukan karena takut basah, tapi karena nggak tahu sedalam apa. Soalnya di Kartasura, air yang kelihatan tenang itu sering menyimpan kejutan. Tiba-tiba ada lubang. Tiba-tiba ada selokan yang nggak kelihatan. Dan tentu saja, sepatu basah total dan nyesel datang ke kelas.

Gang berubah jadi sungai mini

Di sekitar kosku juga nggak kalah dramatis. Gang-gang kecil berubah jadi sungai mini. Air memenuhi jalan seolah saluran air cuma formalitas belaka. Kalau dipikir-pikir, ini bukan soal hujan deras. Ini soal air yang nggak punya tempat pergi.

Saluran mampet, ukurannya kecil, atau memang dari awal nggak disiapkan buat nampung hujan yang agak serius. Akhirnya, air meluap ke jalan. Jalanan yang seharusnya jadi fasilitas umum malah jadi korban pertama setiap kali awan mendung lewat.

Lucunya, semua ini sudah jadi pengetahuan bersama. Orang Kartasura tahu. Mahasiswa tahu. Warga kos tahu. Makanya kalau hujan, refleksnya bukan nyari payung, tapi nyari jalan alternatif.

Masalah menahun di Kartasura

Kartasura punya banyak jalan kecil yang berkelok, tapi saat hujan, jalan-jalan itu berubah jadi teka-teki. Salah belok sedikit, bisa ketemu genangan yang bikin kamu mikir ulang soal takdir. Jadi nggak heran kalau banyak yang milih putar balik, walau harus muter jauh. Daripada nekat, motor mogok, lalu pulang dengan perasaan kalah.

Baca Juga:

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Yang bikin agak nyesek, masalah ini bukan hal baru. Setiap musim hujan datang, ceritanya ya itu-itu lagi. Air naik. Jalan ketutup. Aktivitas melambat. Lalu ketika hujan berhenti, air surut, dan semuanya kembali seperti biasa. Sampai hujan berikutnya datang.

Kartasura seperti punya kemampuan luar biasa untuk melupakan. Lupa bahwa kemarin banjir, bahwa saluran air bermasalah, bahwa jalanan itu bukan cuma buat musim kemarau. Padahal, kawasan ini hidup. Mahasiswa keluar-masuk tiap tahun. Kos baru tumbuh. Perumahan nambah. Tapi saluran airnya tetap seperti dulu, seolah jumlah manusia dan volume hujan nggak pernah berubah.

Meski begitu, ya, aku tetap cinta Kartasura. Cinta karena di sini aku kuliah, karena hidup terasa dekat dan murah, karena banyak kenangan tumbuh di gang-gang sempit itu.

Tapi setiap hujan turun dan air naik sampai mata kaki, rasa cinta itu selalu diuji. Bukan diuji dengan romantis, tapi diuji dengan genangan, sandal basah, dan pertanyaan klasik: “Kenapa tiap hujan begini terus?”

Kartasura mungkin ramah untuk mahasiswa. Tapi soal hujan, ia masih sering lupa bersiap. Dan kita, seperti biasa, hanya bisa menyesuaikan langkah. Pelan-pelan, cari jalan lain, sambil berharap suatu hari, hujan nggak lagi identik dengan banjir.

Penulis: Putri Ardila
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal Kartasura, Kota Paling Strategis di Jawa Tengah. Mau ke Jogja Dekat, Solo apalagi!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2026 oleh

Tags: banjir di kartasurakaresidenan surakartakartasurasurakartaUIN Raden Mas Said
Putri Ardila

Putri Ardila

Mbak-mbak bermata minus yang nulis buat bertahan hidup dan berharap suatu hari bisa keliling dunia tanpa harus berhenti menulis.

ArtikelTerkait

5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Surakarta, Kota yang Pandai Mematahkan Harapan Orang (Unsplash)

Buat Saya, Surakarta Nggak Seindah Kata Orang. Kotanya Panas, Pengendaranya Ngawur

7 September 2024
Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia (Unsplash)

Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia

13 Juni 2023
Panduan Makan Selat Solo di Surakarta agar Sesuai di Lidah

Panduan Makan Selat Solo agar Rasanya Sesuai di Lidah

13 April 2023
4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget Ketika Hidup di Solo Mojok.co

4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget ketika Hidup di Solo

12 Desember 2025
flyover manahan mojok

Flyover Manahan, Flyover dengan Desain Paling Aneh yang Pernah Saya Lihat

24 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

17 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.