Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
15 Januari 2026
A A
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Solo dan Jogja punya banyak kemiripan. Sejarah panjang antara dua daerah itu menjadikan keduanya tidak jauh berbeda. Walau begitu, seiring berjalannya waktu, dua daerah ini tetap saja punya beberapa perbedaan. Termasuk untuk hal-hal yang paling simpel, perbedaan istilah.    

Sebagai orang Jogja, saya sempat merasakan beberapa kekagetan alias culture shock terhadap beberapa istilah yang dipakai orang-orang Solo. Tentu bukan culture shock yang gimana-gimana, tapi beberapa kali bingung dengan beberapa kosakata yang dipakai oleh orang Solo saat berkomunikasi sehari-hari. Butuh beberapa waktu penyesuaian sebelum akhirnya tahu makna dari istilah-istilah tersebut.

#1 Di Solo ada istilah hik atau hek yang berarti angkringan

Saat pertama kali mendengar kata hik, saya sempat kebingungan. “Kalau kamu cari minuman, beli di hik saja,” begitu kurang lebih kalimatnya. Ternyata, hik adalah kata lain untuk angkringan kalau di Solo. Katanya, hik ini kependekan dari “hidangan istimewa kampung”.

Dari segi sejarah, hik dan angkringan sama-sama hasil budaya dari perantau Klaten yang datang ke dua kota tersebut berjualan wedangan dan makanan. Hik dan angkringan sebenarnya tidak jauh berbeda. Sebuah gerobak yang berisi susunan makanan ringan dan ceret air panas. 

Itu mengapa, hik dan angkringan tidak jauh berbeda. Dua-duanya berbentuk gerobak dengan susunan makanan ringan, ceret panas, dan tenda terpal. Tidak lupa bangku kayu panjang untuk pembeli yang makan di tempat. 

Baca juga 6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada.

#2 MMT sebutan untuk spanduk atau banner di Solo 

Orang Solo yang saya kenal pernah bilang begini, “jangan lupa nanti cetak MMT.” Saya bingung MMT ini apa. Setelah diberi tahu, ternyata MMT adalah istilah yang umum di Solo Raya untuk menyebut spanduk atau banner. MMT merupakan singkatan dari metromedia technologies atau material media teknik yaitu jenis bahan yang umum dipakai buat mencetak banner atau spanduk.

Jadi secara teknis, MMT adalah bahan dan teknologi cetak digital, sedangkan banner adalah produk akhirnya atau media promosinya yaitu spanduk. Meski begitu, keduanya dianggap sama. Ini hanya soal istilah saja.

Baca Juga:

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

#3 Tidak ada istilah olor di Jogja

Olor termasuk istilah yang baru saya dengar di Solo. Di Jogja, saya hampir nggak pernah mendengar kata ini. Ternyata olor adalah istilah untuk kabel roll atau kabel ekstensi. Sepertinya nggak hanya di Solo Raya saja, istilah olor ini juga pernah saya dengar di beberapa istilah lain. 

Entah apa yang membuat orang menyebutnya olor. Mungkin karena ada aktivitas mengolor-olor (memanjangkan) kabel ketika ingin menggunakan kabel rol. Entah juga.

#4 Teh kampul dan budaya ngeteh di Solo

Budaya ngeteh di Solo memang cukup kental. Itu mengapa, ada beberapa istilah dalam penyajiannya. Misal, nasgitel dan wasgitel. Termasuk ada varian teh yang terkenal di Solo Raya yakni teh kampul yaitu teh dengan potongan jeruk nipis di dalamnya. Istilah kampul merujuk pada irisan jeruk nipis yang kemampul atau mengapung.

Sebelumnya, di Jogja saya nggak pernah mendengar istilah ini. Baru pertama kali dengar ketika di Solo. Di Jogja memang ada teh yang diberi jeruk tapi kami nggak menyebutnya dengan teh kampul, hanya lemon tea saja. Jadi wajarlah ya kalau saya sedikit bingung di awal.

Baca juga 3 Kuliner Solo yang Bikin Culture Shock Lidah Sunda Saya

#5 Mondho, istilah bahasa Jawa yang membuat bingung orang Jogja

Seumur hidup jadi orang Jawa tapi baru kali ini bingung sama istilah Jawa yaitu mondho. Pertama kali dengar dari penjual bakmi di Solo yang bertanya mau pedas atau mondho. Jadi mondho itu kata yang menunjukkan tingkatan sedang. Contohnya pada panas, mondho berarti hangat. Pada pedas, mondho berarti pedas sedang. Bisa juga pada penggunaan gula yang berarti manis sedang.

Sebenarnya istilah mondho itu memang ada di bahasa Jawa umum, tapi mungkin karena jarang penggunaanya di Jogja, saya jadi nggak tahu dan bingung saat pertama kali mendengarnya di Solo.

Itulah 5 istilah yang ada di Solo yang cukup membingungkan saya sebagai orang Jogja. Sebetulnya masih ada beberapa lagi seperti oglangan, cagak ting, dan sebagainya. Tapi, 5 istilah di atas yang paling sering saya dengar selama beberapa waktu tinggal di Solo Raya. 

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: Bahasa Jawaistilah soloJawaJogjasoloSolo JogjaSolo Raya
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Eks Penumpang Teman Bus Jogja Resah Layanan Pengganti Tidak Sebaik Sebelumnya Mojok.co

Eks Penumpang Teman Bus Jogja Resah kalau Layanan Pengganti Tidak Sebaik Sebelumnya

3 Januari 2025
keragaman kosakata bahasa jawa terminal mojok

Keragaman Kosakata Bahasa Jawa Bikin Kumpul-kumpul Jadi Masalah Asusila. Terminal Mulok #14

21 Maret 2021
Puncak Sosok, Sebaik-baiknya Tempat Healing di Jogja

Puncak Sosok, Sebaik-baiknya Tempat Healing di Jogja

12 April 2025
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran  

Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran  

27 September 2025
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun

5 Juli 2025
Kerja Part Time di Jogja Adalah Jalan Pintas Menuju Perbudakan, Gaji Setengah UMR pun Nggak Ada! umr jogja gaji di jogja gaji umr jogja

Begini Rasanya Hidup dengan Gaji UMR Jogja: Makan Mahal Dikit, Hancur Rencana Keuangan yang Sudah Disusun

10 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.