Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
14 Januari 2026
A A
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lulus S1 itu sering dibayangkan sebagai garis finish. Kenyataannya, bagi banyak orang, justru jadi garis start yang paling bikin deg-degan. Bangun pagi tanpa jadwal kuliah, buka HP isinya grup keluarga nanya, “Udah kerja belum?” Tidak lupa akun LinkedIn penuh postingan orang-orang update karier. Di titik itu, wajar kalau kepala mulai panas dan mikir jalan pintas: kuliah S2 aja.

Sekilas, melanjutkan S2 tampak pilihan yang aman. Dengan melanjutkan studi, kalian berarti masih berstatus mahasiswa, masih punya alasan “produktif”, dan kelihatan keren di CV. Tapi, tidak semua pilihan yang terlihat aman itu benar-benar aman. 

Ini bukan sekadar opini. Ini pengalaman teman saya sendiri. Setelah lulus S1, dia tidak kunjung bekerja. Bukan karena malas, tapi karena proses cari kerja memang melelahkan secara fisik dan mental. Setiap lamaran kayak masuk lubang hitam kirim CV, menunggu, lalu ghosting. Akhirnya, dia ambil S2. Bukan karena mimpi jadi akademisi, tapi karena bingung mau ke mana.

Awalnya terasa baik-baik saja. Jadwal kuliah padat, tugas numpuk, diskusi kelihatan intelektual. Tapi, persoalan baru muncul setelah lulus S2.

Overqualified yang diam-diam membayangi lulusan S2

Waktu dia mulai melamar kerja setelah lulus S2, respon HR beda. Begitu lihat lulusan terakhir adalah S2, ekspektasi mereka langsung berbeda. Perusahaan mikir dia bakal minta gaji lebih tinggi, cepat bosan di posisi junior, atau terlalu “teoretis”. Padahal, pengalaman kerjanya nol. Akhirnya, dia sering mentok di satu kondisi pahit: ijazahnya ketinggian, tapi pengalamannya belum ada.

Inilah yang sering disebut overqualified. Bukan karena kamu terlalu pintar, tapi karena posisi yang tersedia nggak sejalan dengan profilmu. Perusahaan cari orang siap kerja, bukan sekadar siap diskusi. Dan, di dunia kerja, kesiapan itu lebih sering diukur dari pengalaman, bukan gelar.

Buat fresh graduate, S2 nggak otomatis bikin kamu lebih laku di pasar kerja. Bahkan di banyak bidang, S1 dan pengalaman kerja 2 tahun jauh lebih dilirik daripada S2 tanpa pengalaman. Dunia kerja itu praktis. Mereka butuh orang yang bisa langsung jalan, bukan yang masih perlu adaptasi dari nol.

Baca juga S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri.

Baca Juga:

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain

Ini bukan propaganda melarang sekolah tinggi

Tulisan ini tidak bermaksud menghalang-halangi kalian untuk melanjutkan studi S2. Tidak sama sekali. Apabila kamu memang punya cita-cita jadi dosen, peneliti, akademisi, atau kerja di bidang-bidang yang mensyaratkan S2, silakan langsung lanjut saja. Kuliah S2 itu pilihan yang valid dan keren. Apalagi kalau S2-nya dibarengi riset, publikasi jurnal, ikut proyek, atau jadi asisten dosen. Dalam konteks ini, S2 bukan pelarian, tapi langkah strategis.

Masalah muncul ketika kuliah S2 dijadikan tempat ngumpet. Ngumpet dari rasa takut ditolak kerja, ngumpet dari realita persaingan, atau sekadar ngulur waktu karena belum siap menghadapi dunia profesional. Kalau alasannya ini, S2 berpotensi jadi penyesalan di akhir. 

Padahal, kerja dulu itu banyak manfaatnya. Dari kerja, kamu belajar hal-hal yang nggak ada di kelas komunikasi sama atasan, kerja tim, konflik kantor, deadline mepet, sampai rasa capek yang dibayar gajian. Dari situ kamu jadi lebih ngerti: bidang apa yang cocok, skill apa yang kurang, dan apakah S2 benar-benar dibutuhkan atau cuma keinginan sesaat.

Banyak orang justru ambil S2 setelah kerja dan hasilnya lebih maksimal. Mereka sudah tahu tujuan, topik yang ingin diperdalam, dan posisi apa yang ingin dituju setelah lulus.

Baca juga 5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP.

Lanjut kuliah tanpa tujuan itu berbahaya

Hidup bukan lomba siapa paling cepat lanjut kuliah. Ada yang sukses langsung kerja, ada yang matang setelah muter-muter dulu. Bukan cepat atau lambat yang terpenting itu kenapa kamu memilih jalan itu.

Jangan sampai kalian ambil S2 cuma karena lagi nggak ngapa-ngapain dan nggak tahu risikonya. Karena kalau salah langkah, yang datang belakangan bukan rasa bangga, tapi bingung. 

Ini kejadian nyata di teman saya. Setelah lulus S2, bukannya langsung dapat kerja sesuai harapan, dia justru mentok ke mana-mana. Akhirnya, demi tetap bisa makan dan jalani hidup, dia pilih jadi ojol. Kerja apapun itu bukan hal yang memalukan. Hanya saja, kondisinya jadi ironis karena gelar tinggi nggak sejalan sama peluang yang ada.

Buat fresh graduate, penting banget buat sadar kalau S2 itu bukan jalan pintas buat keluar dari fase nganggur. Dunia kerja nggak sesederhana: sekolah lebih tinggi peluang lebih besar”. Tanpa pengalaman, gelar S2 malah bisa bikin posisi kamu serba tanggung. Jadi sebelum mutusin lanjut kuliah, pastikan dulu kamu paham risikonya, tahu tujuan akhirnya mau ke mana, dan nggak cuma kabur dari rasa bingung. Kadang, kerja dulu apa pun itu justru lebih masuk akal daripada lanjut S2 tanpa arah. 

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah s2magisteroverqualifiedpascasarjanaS1S2sarjana
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier jurusan s2

Kapan Waktu yang Tepat untuk Kuliah S2? Haruskah Mengikuti Kebutuhan Industri?

2 September 2025
Kuliah S2 Teknik Sipil Terasa Percuma karena Belum Pernah Kerja di Perusahaan Konstruksi Mojok.co

Kuliah S2 Teknik Sipil Terasa Percuma karena Belum Pernah Kerja di Perusahaan Konstruksi

21 Mei 2025
Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

13 April 2020
4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

16 Agustus 2025
Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa kuliah s2

Jangan Pernah Kuliah S2 Modal Nekat, Risikonya Terlalu Besar, Saya Adalah Korbannya

7 Januari 2024
sarjana pendidikan

Bukti kalau Kepanjangan S.Pd. itu Bukan Sarjana Pendidikan, tapi Sarjana Penuh Derita

11 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga
  • Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut
  • Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik
  • Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.