Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Menggugat Kafe yang Hanya Menerima Pembayaran QRIS, Apa yang Kalian Lakukan Itu Diskriminatif

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
19 Oktober 2025
A A
Menggugat Kafe yang Hanya Menerima Pembayaran QRIS, Apa yang Kalian Lakukan Itu Diskriminatif Mojok.co

Menggugat Kafe yang Hanya Menerima Pembayaran QRIS, Apa yang Kalian Lakukan Itu Diskriminatif (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

QRIS dan nontunai lain seharusnya tidak bisa menggantikan pembayaran tunai. 

Orang zaman sekarang sulit lepas dari keberadaan kafe. Tidak hanya sebagai tempat ngopi dan makan, kafe juga jadi tempat nongkrong, belajar, diskusi, hingga bekerja. Itu mengapa konsep kafe sekarang ini begitu beragam, disesuaikan dengan kebutuhan sasaran pelanggan. 

Terlepas dari menjamurnya kafe, ada satu hal yang mengganggu pikiran saya. Sekarang ini semakin banyak kafe yang mengharuskan pelanggannya membayar dengan QRIS atau pembayaran nontunai lain. 

Sekali lagi, sama halnya dengan uraian saya dalam tulisan di sini. Sah-sah saja memberlakukan pembayaran QRIS, tapi jangan sampai membatasi pembayaran hanya pada QRIS.  Itu sama saja menyusahkan pelanggan sendiri. Ingat, pelanggan itu raja, kok ya dibikin susah. 

Menolak uang tunai bisa kena pasal 

Saya paham, penggunaan QRIS itu banyak manfaatnya, mulai dari efisiensi, transaksi yang bisa tercatat secara digital, hingga menghindari fraud dari karyawan yang nakal. Tapi, itu bukan berarti bisa menolak pembayaran tunai dong!

Para pemilik, pengelola, dan penjaga kafe ini sadar tidak ya kalau menolak uang tunai itu dilarang oleh UU Mata Uang? Tepatnya UU No. 7 tahun 2011 yang mewajibkan rupiah dipakai untuk transaksi di Indonesia (Pasal 21), dan melarang menolak penerimaan Rupiah sebagai alat bayar (Pasal 23). Pelanggaran bisa dipidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp200 juta.

Bank Indonesia (BI) pun mengeluarkan rilis resmi kalau QRIS itu alternatif, bukan pengganti absolut dari proses pembayaran. BI menekankan, produsen dilarang menolak pembayaran via tunai. Kalau kalian cek di halaman resmi BI, di situ tertulis kok kalau QRIS itu fungsinya memudahkan akseptasi lintas aplikasi. Tidak ada tuh mandat yang memperbolehkan menolak uang tunai. Artinya, QRIS hanya menambah kanal pembayaran, bukan pengganti. 

Hanya melayani pembayaran QRIS, kafe jadi tidak inklusif

Lagi pula, limitasi pembayaran hanya via QRIS itu justru membuat sebuah kafe jadi eksklusif alih-alih inklusif. Kalian (para pemilik-pengelola kafe) berharap kafenya dikunjungi oleh banyak orang kan? Lha, kalau dibatasi begitu, bukankan segmentasinya jadi ikut menyempit ya?

Baca Juga:

Toko Masih Terima Pembayaran Tunai di Zaman Serba Scan Bukan karena Cuci Uang, tapi karena Alasan Ini

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

Ingat, nggak semua orang nyaman menggunakan QRIS. Ada tipe orang yang memang melek pembayaran digital dan QRIS, tapi ingin pengeluarannya terkontrol melalui pembayaran tunai saja. Di sisi lain, segelintir orang yang memang sengaja nggak punya mobile banking karena menghindari terkena phising dan menjaga privasi data. Ada juga orang yang memang gaptek dan nggak punya mobile banking.  Atau, orang-orang generasi X ke belakang yang lebih nyaman menggunakan tunai. Belum lagi persoalan sinyal, handphone yang lemot atau hal lain yang nggak terprediksi.

Pada intinya, hanya menggunakan QRIS justru membuat sebuah kafe menutup diri dari tipe pelanggan lainnya. Karena kita tahu, banyak tipe orang di dunia ini. Menutup kanal tunai berarti diskriminatif terhadap konsumen yang sah secara hukum membawa rupiah kertas/receh.

Sekali lagi, QRIS sebagai pelengkap cara pembayaran, bukan pengganti

Para pemilik/pengelola kafe semestinya sadar, kalau memang customer oriented, ya harus bisa menyesuaikan pelanggan, bukan malah sebaliknya. Mereka harus mau menerima pembayaran tunai, apapun risikonya. Jadi konsepnya jangan QRIS-only, tapi QRIS disarankan dengan tetap menerima tunai. Kan kalau memang ini soal pencatatan transaksi, bisa tuh dipisah antara kasir tunai dan nontunai. Jadi tetap kelihatan ketika proses audit.

Kalau memang untuk menghindari fraud, bisa juga dengan membuat prosedur sederhana, misalnya satu laci untuk satu kasir. Tetapkan float awal dan catat. Matikan tombol buka laci tanpa transaksi. Void, refund, dan diskon besar harus pakai persetujuan manajer. Uang tunai yang menumpuk segera dimasukkan ke brankas lewat slot blind drop. Wajibkan pemberian struk dan ajak pelanggan meminta struk.

Yang lebih penting, lakukan audit berkala, analisis pola void atau refund yang janggal, dan rotasi kasir. Kemudian sering-sering melihat CCTV untuk memonitoring. Dengan begitu, QRIS disarankan jalan, tunai tetap diterima, dan kecurangan jadi sulit.

Pada akhirnya, budaya cashless tentang memberikan alternatif, bukan meniadakan yang sudah sah. QRIS silakan disarankan, tetapi rupiah tunai tetap diterima. Kafe modern itu yang customer oriented dan itu bukan hanya fokus soal efisiensi dalam pembayaran, tapi juga adil kepada semua pelanggan, termasuk yang dompetnya masih penuh dengan uang kertas.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2025 oleh

Tags: kafenontunaipembayaranQRIS
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

6 Hal yang Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta Mojok.co

6 Hal Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta agar Tidak Kerepotan

2 Desember 2023
Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan Kejantanan Seseorang terminal mojok.co

Menjawab Apakah Harga Kopi Mahal Itu Sepadan

14 September 2020
Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi QRIS

QRIS di Warung Madura Bikin Toko Lain Makin Tertinggal, Digitalisasi Berkolaborasi dengan Daya Tahan 24 Jam, Selesai Itu Toko yang Nggak Mau Berbenah!

26 Mei 2025
QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

14 November 2025
Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

7 Februari 2023
5 Kafe Ramah Anak di Jogja

5 Kafe Ramah Anak di Jogja

24 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

26 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Kalau Saya Nggak Merantau ke Sidoarjo, Saya Nggak Tahu 3 Sisi Gelap Sidoarjo Ini

26 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.