Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Devandra Abi Prasetyo oleh Devandra Abi Prasetyo
7 Februari 2023
A A
Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Share on FacebookShare on Twitter

Bertobatlah klean yang masih mengucapkan QRIS jadi Kyuris apalagi Kyu-ar-ai-es!

Bukan media sosial namanya kalau tidak dibumbui dengan perdebatan tidak penting antarnetizen. Setelah kita membutuhkan waktu yang lama untuk mencari “pemenang” mana yang terenak antara bubur diaduk vs tidak diaduk dan Mie Sedaap vs Indomie, muncul bahan perdebatan baru yang tak kalah tidak pentingnya.

ADVERTISEMENT

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard menjadi bahan baru untuk diperdebatkan. Kita tidak sedang mencari mana yang terenak, karena ini bukan tentang membandingkan makanan, melainkan terkait pengucapan. Netizen dibagi menjadi dua golongan terkait ini, mereka yang tetap melafalkan QRIS dengan KRIS dan orang-orang berdosa yang melawan arus dengan mengucapkannya menjadi Kyuris.

QRIS sendiri adalah “anak” dari Bank Indonesia (BI), mereka menetapkan nama QRIS melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019. Diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan wajib digunakan pada 1 Januari 2020. Kini, banyak usaha yang telah terbantu adanya QRIS ini perihal masalah pembayaran.

Pengucapan mana yang benar belum juga mendapatkan titik terang. Namun, jika merujuk kepada pemilik, yang mana adalah Bank Indonesia, “KRIS” adalah pengucapan yang tepat, halal, dan sah karena sang “orang tua” memperlakukan singkatan ini sebagai akronim. Jadi, kalian-kalian yang melafalkan QRIS menjadi Kyuris, yuk segera bertobat.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung

Pihak BI sendiri secara resmi mengatakan bahwa penyebutan “anak” mereka ini adalah KRIS. Ya, sebagai orang yang hanya menikmatinya, mau tidak mau kita harus ikut bagaimana si empunya memberikan imbauan bagaimana mengucapkan nama “anak” mereka. BI dan QRIS bukanlah satu-satunya hal yang diperdebatkan cara penyebutannya.

Salah satu perusahaan olahraga terbesar di dunia, Nike juga memiliki dua nama di kalangan para konsumennya. Jika saya tanya, bagaimana kamu mengucapkan brand ini? Kamu mungkin akan mengatakan “naiki”, tapi kita tak bisa denial bahwa masih ada beberapa orang yang mengucapkannya dengan “naik”. Meskipun kita sudah banyak yang tahu dan sepakat bahwa pengucapan pertama adalah yang benar.

Hal ini sama kasusnya, dengan McD. Dari sananya, mereka sudah mengatakan bahwa pelafalan yang benar adalah Mekdi. Ya sudah, tinggal ikutin saja apa mau si empunya. Jangan tiba-tiba ngide bilang ini sebagai Emcidi. Duh, ra mashok.

Baca Juga:

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

Toko Masih Terima Pembayaran Tunai di Zaman Serba Scan Bukan karena Cuci Uang, tapi karena Alasan Ini

Penyebutan Kyuris sendiri bagi saya masih bisa dimaafkan kok, karena nama ini terbilang lebih populer dibandingkan KRIS. Saya pernah punya pengalaman unik dan lucu ketika ingin membayar barang yang saya beli menggunakan QRIS, mbak-mbak yang saat itu menjadi kasir kebingungan ketika saya menyebutkan pembayaran lewat KRIS.

“Hah? KRIS? Barter sama benda pusaka a mas? Nggak bisa tah mas, onok-onok ae” Wah, ngelawak ini mbak-mbak, batin saya saat itu. Karena sudah telanjur pengin ketawa, ya sudah saya langsung membenarkan, “Ini loh mbak, QR Code!” jawab saya karena ingin mengakhiri percakapan tidak penting itu.

“Oalah, Kyuris tah mas. Bilang loh dari awal. Tak pikir masnya dukun!”

Akronim dan singkatan itu tak sama

Bank Indonesia sendiri sepertinya memperlakukan QRIS ini sebagai akronim, bukan singkatan. Lalu, apa bedanya akronim sama singkatan?

Saya memang tidak pinter-pinter amat di bangku kuliahan, tapi sebagai alumnus jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, perihal akronim dan singkatan itu intinya sama-sama memperpendek sebuah gabungan kata, tapi jelas ada perbedaannya. Akronim dibaca menjadi seperti satu kata, sedangkan singkatan dibaca per huruf. Tujuannya sama, untuk mempersingkat waktu ketika mengucapkan saja.

Mungkin kalian sudah sering mengucapkan kata yang menjadi akronim tapi tanpa sadar tahu bahwa itu namanya akronim. Jabodetabek merupakan akronim dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Lalu ada hape akronim dari handphone, dan Jatim akronim dari Jawa Timur. Mereka diubah menjadi satu kata baru tanpa menghilangkan makna aslinya.

Untuk singkatan sendiri, dilafalkan sesuai dengan nama huruf dalam bahasa masing-masing. Ya contohnya saat kita mengucapkan EYD e-ye-de, PDI pe-de-i, atau FBI yang tetap dibaca ef be i, bukan ef-bi.

Meskipun BI telah mengatakan bahwa KRIS merupakan pengucapan yang benar untuk QRIS, di lapangan tentunya akan banyak variasi yang berbeda. Bahkan tak hanya Kyuris, ada sekelompok “pendosa” lain yang mengucapkannya dengan Kiris, Kyu-Ar-Ris, atau bahkan Kyu-ar-ai-es. Bagi saya, pengucapan yang benar untuk QRIS adalah dengan mengikuti kemauan dari si empunya produk.

Tapi ketika ada temenmu yang melafalkannya dengan “Keris”, saran saya jangan ditemenin. Atau jika kamu malah pelakunya, segera bertobat terus mencari jalan yang benar. Kalau masih ngotot, saya doain Shopee-mu nggak ada gratis ongkirnya!

Penulis: Devandra Abi Prasetyo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA QRIS Adalah Game Changer dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2023 oleh

Tags: Bank IndonesiaMedia SosialQRIS
Devandra Abi Prasetyo

Devandra Abi Prasetyo

Mas-mas Jawa penggemar sepak bola yang sedang mengadu nasib di belantara Jakarta. Hidup penuh ujian, terutama karena terjebak toxic relationship,

ArtikelTerkait

Belakangan Ini Semua Media Sosial Terasa Toksik Kecuali Quora terminal mojok.co

Belakangan Ini Semua Media Sosial Terasa Toksik Kecuali Quora

30 Oktober 2020
Penyakit Ain Membuat Teman Saya Tobat Posting Foto Anak terminal mojok.co

Penyakit Ain Membuat Teman Saya Tobat Posting Foto Anak

20 Mei 2021
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
quarter life crisis

Quarter Life Crisis Ala Sobat Misqueen Twitter

25 September 2019
Mengutip Media Sosial Tanpa Izin Itu Hukumnya Makruh jurnalistik etika jurnalisme wartawan terminal mojok.co

Mengutip Media Sosial Tanpa Izin Itu Hukumnya Makruh

19 Oktober 2020
cover lagu

Cover Lagu Orang Lain atau Lagumu Dicover Orang Lain?

4 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten Mojok.co

Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten

30 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.