Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mencoba Tabah Menjadi Mahasiswa UNS yang Berulang Kali “Diblenjani” Bapaknya Sendiri

Mumtaz Hafiyyan oleh Mumtaz Hafiyyan
11 April 2020
A A
mahasiswa uns

Mencoba Tabah Menjadi Mahasiswa UNS yang Berulangkali “Diblenjani” Bapaknya Sendiri

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah setahun sejak rektor UNS sekarang, Prof Jamal Wiwoho, menjabat sebagai pucuk pimpinan di perguruan tinggi negeri yang namanya lekat dengan surat perintah yang kita tidak tahu mana yang asli ini. Ketika awal beliau menjabat, masih terngiang-ngiang ketika beliau memproklamirkan diri sebagai bapak bagi seluruh mahasiswanya. Bayangkan aja lur, puluhan ribu mahasiswa UNS, dari kampus Ngoresan sampai kampus Kebumen, dianggap sebagai anak sendiri sama rektornya. Sampai sekarang lho. Bukan main ini.

Tapi, namanya romantisasi seperti itu ya cuma buat menarik simpati saja. Baru beberapa bulan dilantik, langsung disahkan peraturan mengenai Sumbangan Pengembangan Institusi, yang biasa disingkat SPI. Aslinya, SPI ini ya sama saja seperti uang pangkal di perguruan tinggi lain, cuma dalihnya SPI ini untuk menampung dana dari wali calon mahasiswa yang ingin menyumbang, karena ada pilihan nol rupiahnya. Okelah bisa diterima.

Dan hasilnya, baru pertama kali adanya SPI, UNS langsung mendapat dana segar yang jumlahnya kalau buat dibeliin bakso, kuahnya bisa lah buat ngisi kolam renang kelas Olimpiade. Dan lebih nyenengke lagi, ada alokasi buat dana kemahasiswaan juga. Kabar baik buat para panitia yang seringkali harus beli sendiri jualan danusannya yang udah lembek karena nggak habis dijual sampai sore.

Tapi, tapi lagi nih, ketika proposal sudah banyak yang diajukan, ternyata dana kemahasiswaan kosong. What the hell? Para penjaja danus yang awalnya udah seneng ga bakal makan danusannya lagi harus gigit jari, karena katanya dialihkan ke PKM. Dan lebih menggiriskannya lagi, panitia-panitia acara yang mau mengajukan proposalnya ke universitas harus menyerahkan proposal PKM agar dananya turun. Loh, lha ya nggak masshokkk ta ya, ha wong niatnya bikin proposal itu biar dapat dana buat acara kok malah disuruh bikin PKM. Mosok ya bapak mengajarkan anaknya sendiri buat nilep dana dengan kedok PKM. Gimana to pak?

Ya mungkin itu udah berlalu lah ya, pada akhirnya para pemburu danus diskonan yang udah lembek tadi bisa beraksi kembali. Nah, kalau sekarang gimana dong? Apakah bapak masih “mblenjani” lagi?

Kisahnya dimulai ketika seorang warga Wuhan (yang konon katanya) makan sup kelelawar dan akhirnya warga Wuhan ini, yang sayang sekali saya tidak bisa menyebutkan namanya, menyebabkan pandemi di tahun yang seharusnya menjadi tahun eksekusi resolusi yang sejak tahun 2017 diwacanakan. Hingga pandemi tersebut masuk ke Indonesia dan akhirnya membuat kehidupan, khususnya bagi mahasiswa, menjadi serba daring.

Kuliah daring, yang awalnya banyak disambut—-karena waktu rebahan bertambah—justru makin banyak yang sambat. Kuliah daring, yang akhirnya banyak menjadi ajang berkembang biak tugas daring, alternatifnya adalah menggunakan platform panggilan video sebagai ganti kuliah tatap muka. Beban kuliah daring dengan penggilan video ini terutama yang dirasa memberatkan karena banyaknya kuota yang digunakan untuk panggilan video.

Dan tentunya, sebagai bapak yang mengayomi anak-anaknya, pihak rektorat berencana untuk memberikan bantuan kuota per mahasiswa sebesar 10 gb per kepala per bulan. 10 gb memang kurang sebenarnya, tapi untuk kuliah ya lumayanlah bisa membantu meringankan beban kuota. 10 gb lur, kalau pakai provider BUMN udah nyentuh ratusan ribu itu. Berita pemberian kuota cuma-cuma ini pun sampai diberitakan di media massa lokal. Betapa baiknya bapak kita ini.

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Hari berganti hari, bantuan kuota itu pun dinanti-nanti oleh para mahasiswa kampus ndog asin. Dan setelah tiba waktu pembagian kuota gratis ini, ternyata apa yang didapat berbeda dengan apa yang dijanjikan, duh sakitnya. Dari yang awalnya dijanjikan 10 gb, bahkan disampaikan ketika kuliah daring bersama rektorat, ternyata bantuannya hanya pulsa senilai Rp. 50.000, yang mana kalau kita pakai provider BUMN lagi, untuk internetan hanya bertahan beberapa hari saja.

Dalihnya lagi, bapak kita sudah punya hitung-hitungan biayanya, tapi kok ya dihitungnya pakai hitungan batas bawah to pak, masa ya tidak pakai perkiraan kalau provider setiap mahasiswa itu beda, kan tidak semua mahasiswa kampus ultraman providernya pake provider baru yang serba daring itu, yang emang bisa murah banget.

Kecewa? Pasti, karena ya sudah “diblenjani” berulang kali sama bapaknya sendiri. Tapi ya mau bagaimana lagi? Padahal ya sudah bayar UKT di awal semester. Semoga kebijakan buat bantuan kuota daring ini bisa dibenahi lagi ya pak. Kalau ternyata susah buat dengerin masukan anaknya pak, kita sebagai anak bapak mau sambat ke siapa lagi dong?

Kalau sudah tidak didengerin ya cuma bisa nyanyi, “meh sambat kalih sinten..yen sampun mekaten..merana uripku”.

BACA JUGA Bapak dan Ibu Dosen, Anjuran Kampus Itu Kuliah Online Bukan Ngasih Tugas atau tulisan Mumtaz Hafiyyan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2020 oleh

Tags: KampusMahasiswamahasiswa UNSrektor UNS
Mumtaz Hafiyyan

Mumtaz Hafiyyan

Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Sebelas Maret

ArtikelTerkait

3 Alasan Kenapa Mahasiswa Jauh Lebih Pantas dan Harus Dikasih THR daripada Anak-anak

3 Alasan Kenapa Mahasiswa Jauh Lebih Pantas dan Harus Dikasih THR daripada Anak-anak

30 Maret 2025
jabatan panitia panitia makrab

Macam-macam Alasan Rela Jadi Panitia Makrab HMJ

8 Mei 2020
Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya terminal mojok.co

Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya

26 November 2021
4 Pertimbangan Penting Sebelum “Menjual Jiwa” pada Kuliah S3 Mojok.co

4 Pertimbangan Penting Sebelum “Menjual Jiwa” pada Kuliah S3

10 April 2025
internet buat nyari referensi

Emang Kenapa kalau Mahasiswa Ngandelin Internet buat Nyari Referensi?

22 Juni 2020
3 Jenis Dosen Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa kalau Mau Kuliah Lancar Mojok.co

3 Jenis Dosen Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa kalau Mau Kuliah Lancar

10 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.