Menebak Kepribadian Pelajar Berdasarkan Isi Kotak Pensil

Sebelum berangkat ke sekolah, kotak pensil adalah benda pertama yang selalu saya cek, setelah itu tugas-tugas yang harus dikumpulkan.

Artikel

Siti Halwah

Menurut saya, selain buku dan otak, senjata utama seorang pelajar adalah kotak pensilnya. Kotak pensil ibarat kantong Doraemon yang menyimpan banyak benda-benda yang mampu mempermudah hidup Nobita para pelajar. Bayangkan jika kamu berada di kelas Fisika, gurunya killer dan mendadak mengadakan ulangan harian. Sedangkan kamu lupa membawa pulpen. Gawat, kan?

Sejak SD sampai kuliah, saya adalah tipe orang yang selalu kebingungan jika tidak menemukan kotak pensil di dalam tas. Sebelum berangkat ke sekolah, kotak pensil adalah benda pertama yang selalu saya cek, setelah itu tugas-tugas yang harus dikumpulkan. Bagi saya—dan mungkin beberapa pelajar di seluruh Indonesia—kotak pensil ibarat jantung sebuah mata pelajaran. Seperti alat peperangan untuk maju ke medan perang.

Sedangkan, di kali lain sering saya jumpai teman-teman yang berangkat ke sekolah bahkan tanpa membawa pulpen sekalipun. Ia hanya tenang-tenang saja tanpa takut akan ketahuan guru di kelas karena tidak mencatat. Jika sedang apes dan ketahuan, biasanya mereka hanya perlu berdalih kelupaan membawa pulpen dan tidak mendapatkan pinjaman dari teman. Alhasil, guru pun terpaksa meminjamkan meminjamkan pulpennya—dan seringnya tidak dikembalikan lagi. wqwq

Berdasarkan pengalaman saya menjadi seorang pelajar, saya menemukan banyak tipe-tipe pelajar yang bisa kita ketahui hanya dari isi kotak pensilnya. Menurut saya, fungsi dan isi kotak pensil dapat diibaratkan sebagai variabel untuk mengetahui apakah seseorang bertipe A atau B. Nah, berikut ini hasil riset dan penelitian saya dengan judul: “Penggunaan Kotak Pensil Sebagai Sarana Menebak Kepribadian Pelajar”.

Si Perfeksionis

Pelajar tipe perfeksionis biasanya selalu membawa kotak pensil dalam situasi dan keadaan apa pun. Isinya lengkap. Mulai dari hal-hal yang memang dibutuhkan sebagai penunjang proses pembelajaran seperti pulpen, pensil, penghapus, tipe X, spidol, hingga hal-hal yang hanya dibutuhkan sewaktu-waktu seperti lem, selotip, gunting, jangkar, dll.

Baca Juga:  @NKR_Internet : Alternatif Negara Fiktif Buat Kita yang Lelah dengan Drama Capres di Indonesia

Mereka biasanya tidak hanya membawa 1 pulpen, tetapi 2-3 pulpen dalam satu waktu dengan varian warna, tipe dan jenis yang berbeda. Begitu pun dengan benda lainnya. Perlengkapannya dapat dua sampai tiga kali lipat. Saya kadang heran, mereka bisa betah membawa perlengkapan sebanyak itu setiap hari. Padahal, buku pelajaran dan PR yang dibawanya sudah cukup memberatkan tas.

Si perfeksionis ini biasanya selalu masuk dalam jajaran orang-orang penting di dalam struktur kelas. Berdasarkan pengalaman saya, mereka biasanya menduduki jabatan antara Sekretaris atau Bendahara kelas. Jadi, perlengkapannya memang harus lengkap karena selalu direpotkan untuk urusan kesejahteraan kelas.

Namun, seiring perkembangan zaman, tipe pelajar perfeksionis ini sudah jarang kita temukan di dalam kelas. Mereka biasanya meletakkan barang-barang keperluan kelas di laci atau loker. Perbandingannya kini hanya 2:32 jumlah siswa di dalam ruang kelas. Sangat minim dan hampir punah. Maka, beruntunglah kamu jika masih sempat menemukan pelajar tipe perfeksionis ini, karena mereka dapat menjadi malaikat penolong jika kita lupa membawa pulpen. Hehe.

Si Minimalis

Akhir-akhir ini anjuran untuk hidup minimalis memang sedang hype di dunia Indonesia. Bukan hanya untuk keperluan rumah tangga, namun juga keperluan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Banyak kita temui pelajar tipe minimalis ini di sekeliling kita.

Mereka biasanya hanya membawa kotak pensil dengan isi; 1 pulpen, 1 pensil, 1 penghapus, 1 tipe X. Sangat minimalis dan sesuai kebutuhan dirinya sendiri. Pelajar minimalis sangat bertanggung jawab terhadap barang-barangnya. Jadi, jika kamu meminjam satu saja benda mereka, setelah selesai, usahakan segera dikembalikan. Jika tidak, mereka akan menagihnya.

Pelajar tipe minimalis ini selalu mempersiapkan semuanya dengan tepat sasaran, sesuai takaran kebutuhannya sendiri. Sepintas, mungkin memang terlihat sedikit egois karena tidak menyediakan ruang bagi orang lain untuk bergantung. Namun, mereka mengajarkan bahwa sebagai pelajar, kita harus selalu bertanggung jawab untuk keperluan kita masing-masing tanpa bergantung pada orang lain. Luar biasa sekali.

Baca Juga:  Kursi Iron Throne Meleleh dan Andai Saja Kemarin Calon-Calon Presiden Kita Punya Naga

Si Santuy

S-a-n-t-u-y. Pelajar tipe ini selalu dikaruniai ketenangan jiwa yang berlebihan dan sering membuat orang lain iri. Mereka dapat dengan tenang melenggang ke sekolah tanpa khawatir akan kena razia kotak pensil—karena selama ini memang tidak pernah ada razia semacam itu. Isi tas mereka biasanya selalu ringan, seolah tak pernah ada beban hidup yang memberatkan.

Mereka biasanya juga tidak pernah memiliki kotak pensil. Buat apa? Pulpen saja selalu langganan pinjam ke si Perfeksionis. Kadang juga hanya ada satu pulpen di tas mereka, sudah. Hanya itu saja dan mereka tetap beraktifitas tanpa perlu merasa cemas dan khawatir. Betapa tenang dan sejahteranya jiwa mereka.

Pelajar tipe santuy mengajarkan kita bahwa sama seperti hidup, proses pembelajaran perlu untuk dinikmati. Mereka selalu percaya bahwa pertolongan selalu datang dari mana saja. Meski berangkat ke sekolah tanpa pulpen, mereka selalu yakin akan mendapatkan pinjaman saat mencatat nanti. Sungguh sebuah keyakinan yang hakiki.

Tipe-tipe kepribadian pelajar di atas hanya sebagian kecil yang sering saya temui dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kalian menemukan tipe yang lain, silakan melanjutkan penelitian saya ini. Sekian. (*)

BACA JUGA Yang Paling Nyesek Dari “Harusnya Aku yang di Sana” atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
521 kali dilihat

1

Komentar

Comments are closed.