Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
21 Juli 2026
A A
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekali-kali cobalah mampir ke Perpustakaan Kota Pekalongan. 

Setiap kali membuka Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya dan mendapati berita tentang penataan ruang publik di daerah lain, saya hampir selalu menemui komentar yang membandingkannya dengan Kota Pekalongan.

ADVERTISEMENT

Beberapa waktu lalu misalnya, saya menjumpai informasi bahwa Pemkab Batang sedang menata alun-alunnya. Lalu ada yang komentar sinis dengan bilang, Pemkot Pekalongan harusnya melakukan hal yang sama.

Dalam konteks penataan alun-alun, tentu saja setuju. Alun-alun Kota Pekalongan semrawut sehingga saya kira menatanya sudah menjadi tugas Pemkot. Tapi ada satu-dua komentar yang tidak saya sepakati.

Dengan penataan alun-alun yang kurang diperhatikan, ada yang langsung gebyah uyah mengatakan bahwa Pemkot Pekalongan nggak becus menata ruang publik yang nyaman. Padahal ada lho ruang publik di Kota Pekalongan yang menurut saya sudah nyaman. Ya, Perpustakaan Kota.

Perpustakaan Kota Pekalongan yang baru lebih strategis

Buat yang belum tahu, Kota Pekalongan sudah punya perpustakaan baru. Lokasinya berbeda. Bukan hanya berbeda kelurahan, tapi kecamatan. Perpustakaan yang lama ada di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara.

Perpusatakaan yang lama tempatnya tersembunyi. Saking tersembunyinya, kita mungkin akan mengira itu markas gembong narkoba daripada perpustakaan. Karena itu pula saya malas buat ke sana meskipun dekat dari rumah.

Perpustakaan yang baru lokasinya pindah di Jalan Haji Sabrawi, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Ini lebih mudah dijangkau. Selain itu lokasinya juga tidak pelosok sebagaimana perpustakaan lama.

Baca Juga:

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

Tebakan saya, mungkin karena lokasinya ada di Pekalongan Barat. Kecamatan yang banyak dihuni orang-orang berduit alias kawasan elit. Berbagai industri ada di sana. Tak terkecuali tempat kerja saya.

Gedung Perpustakaan Kota Pekalongan lebih nyaman

Sebagaimana perpustakaan daerah tingkat kota, perpustakaan yang baru ini menurut saya gedungnya lebih bagus. Minimal yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan literasi ada semuanya di sini. Rak yang tertata rapi, komputer, meja baca dengan bilik, dan tak ketinggalan jaringan internet.

Ada pula ruang pertemuan yang nyaman. Perpustakaan Kota Pekalongan yang baru ini juga dilengkapi mini playground. Ini cocok banget buat orang tua yang bingung mau ngajak anak ke mana. Daripada ke curug, kan mending ke perpustakaan. Anaknya main, ibunya baca novel Tere Liye.

Area mini playground itu ada di lantai satu, sedangkan ruang baca ada di lantai dua. Jadi tidak perlu khawatir akan terganggu kebisingan anak-anak ketika membaca. Sebab di lantai dua ini memang dibuat khusus sebagai ruang baca atau mengerjakan tugas. Nggak akan ada anak-anak naik ke sini.

Bukan hanya butuh effort naik tangga, tapi penjaganya juga cukup tegas. Penjaga nggak membiarkan anak-anak berkeliaran di ruang baca.

Pelayanannya bagus

Menurut saya, pelayanan di perpustakaan yang baru ini juga cukup bagus, ketimbang yang lama. Jujur, petugas di perpustakaan lama agak nyebelin. Mukanya cemberut mulu seperti orang yang utangnya banyak.

Sementara di perpustakaan yang baru, ketika masuk sudah disambut dengan senyuman. Tidak tanya-tanya seperti wartawan bodrek. Tapi mereka akan sigap melayani bila kita membutuhkan sesuatu. Pernah saya ke sana mau bikin kartu tanda anggota.

Petugasnya melayani saya dengan ramah. Ini jauh berbeda dengan yang dulu. Jika ingatan saya tidak berkhianat, dulu saya pernah mau bikin kartu anggota di perpustakaan lama. Alih-alih langsung dilayani, eh pakai ditanya sudah berapa kali ke perpustakaan.

Pelayanan ini juga tidak cuma petugas yang ramah, tapi kemudahan dalam meminjam dan mengembalikan. Kalau mau pinjam tinggal datang, tunjukan kartu anggota, beres. Kalau mau mengembalikan, tinggal datang dan kasih bukunya ke petugas.

Jika perpustakaan tutup, buku bisa ditaruh di book drop. Yah, walaupun book drop-nya jelek sih. Selain itu kalau bukunya belum selesai dibaca, bisa perpanjang masa pinjam tanpa harus datang ke perpustakaan. Cukup dengan menghubungi nomor kontak yang disediakan. Enak, to?

Oh ya, petugasnya pun tidak cuma dari pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tapi juga terkadang ada anak magang dari beberapa sekolah. Jadi selain bisa menikmati fasilitas yang ada, mereka bisa belajar ilmu kepustakaan.

Koleksi bacaan beragam

Saya juga tak menyangka kalau banyak buku-buku bagus di perpustakaan kota. Buku-buku yang semula saya pikir tidak mungkin ada di perpustakaan kota, eh lha kok ternyata ada. Ambil contoh buku “Isme-Isme yang Mengguncangkan Dunia” dan beberapa buku sosialisme, bahkan saya pernah nemu buku yang berbau komunisme.

Tempo hari saya menemukan buku yang tak mampu saya beli di sini. Buku Autobiografi Alex Ferguson. Tanpa pikir panjang, saya mencomot buku itu dan meminjamnya. Koleksi novelnya juga lengkap menurut saya. Novel-novel milik Tere Liye jelas ada, tapi saya tidak yakin kamu bakal menemukannya. Biasanya novel, apalagi yang karangan Tere Liye, selalu habis dipinjam.

Pada akhirnya koleksi buku di Perpustakaan Kota Pekalongan yang baru ini bikin saya jiper. Dulu saya kira buku-buku yang ada perpustakaan kota seputar buku ilmu pengetahuan alam, RPUL, Dasar-dasar Pancasila, dan semacamnya. Mentok kalau novel ya, novelnya Tere Liye. Tapi ternyata ada juga karya-karya dari penulis favorit saya, termasuk Seno Gumira Ajidarma.

Perpustakaan kota yang nyaman bikin saya betah untuk bolak-balik ke sana. Saya pun mulai berpikir untuk mengurangi membeli buku, dan memilih untuk meminjamnya saja di perpustakaan. Saya hanya bisa berharap perpustakaan kota di Pekalongan tidak diganti dengan Koperasi Desa Merah Putih.

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2026 oleh

Tags: Kota PekalonganpekalonganPerpustakaanPerpustakaan KotaPerpustakaan Kota Pekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

4 Perbedaan Mencolok Angkringan di Pekalongan, Jogja, dan Solo

4 Perbedaan Mencolok Angkringan di Pekalongan, Jogja, dan Solo

26 Agustus 2022
Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

9 Mei 2023
Kalau Mampir Pekalongan, Gasss Cobain Lima Kuliner Khas Ini!

Kalau Mampir Pekalongan, Gasss Cobain Lima Kuliner Khas Ini!

4 Desember 2019
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
5 Pilihan Pekerjaan di Pekalongan yang Bakal Sering Kamu Temukan Terminal Mojok

5 Pilihan Pekerjaan di Pekalongan yang Bakal Sering Kamu Temukan

10 Maret 2022
Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis

30 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.