Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Kamu Tidak Berdosa Hanya Karena Tidak Menonton Avengers dan Game of Thrones

Erwin Setia oleh Erwin Setia
11 Juni 2019
A A
sombong humblebrag merendah untuk meninggi dosa, berdosa

sombong humblebrag merendah untuk meninggi dosa, berdosa Jangan Sombong, Jangan sok Suci, Kita Hanya Beda Jalan dalam Memilih Dosa

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari saya sedang berkumpul bersama teman-teman kuliah. Mereka membicarakan tentang serial terbaru Avengers: Endgame. Saya yang tidak tahu apa-apa soal serial film itu, hanya bisa terbengong-bengong. Sementara mereka masih terus asyik mengobrolkan Thanos, Captain America, Iron Man, dan sebagainya tanpa memedulikan ketololan dan rasa berdosa saya.

Setelah mengalami kejadian itu, saya berpikir untuk segera mengunduh serial Avengers dan menontonnya secara maraton, satu per satu. Untuk apa? Apakah karena saya benar-benar tertarik dengan film superhero tersebut? Tidak. Saya berkeinginan menontonnya semata-mata agar suatu saat, ketika kawan-kawan saya mengobrolkan soal film itu, saya tak diam saja seperti sebelumnya. Naif memang. Tapi begitulah adanya.

ADVERTISEMENT

Hingga kemudian saya membaca sebuah artikel Tirto.id berjudul “Ya, Ada Lho Orang yang Tidak Menonton Game of Thrones”. Saya menemukan secuplik kalimat menarik hasil wawancara sang reporter dengan seorang yang tidak menonton Game of Thrones.

“Aku nggak bisa maksa nonton cuma demi keep up (tak ketinggalan obrolan). Capek juga kalo harus melakukan sesuatu yang nggak disuka cuma untuk itu,” katanya.

Seketika pernyataan tersebut menghasilkan perasaan jleb yang menusuk sanubari saya. Betul juga, batin saya meluap-luap.

Sejak itu, saya tak terlalu berhasrat untuk menonton serial yang sedang populer tersebut. Saya menetapkan untuk hanya menonton film atau membaca buku atau mengonsumsi apa pun yang saya rasa suka dan butuh saja. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengonsumsi suatu hal hanya karena banyak orang mengonsuminya. Meskipun kalau ada orang yang memilih jalan itu, misalnya untuk menambah kepercayaan dirinya dalam lingkar pergaulan atau supaya tak kelewatan obrolan, ya sah-sah saja.

Saya berpikir bahwa masalah menonton film, salah satu budaya pop yang tak bisa lepas dari kehidupan orang-orang zaman sekarang—khususnya generasi milenial—memang bukan lagi masalah sepele. Ia bisa menjadi simbol eksistensi diri, yang jika dilepaskan atau tak mempunyainya, seolah-olah seseorang tercerabut dari ruang dan waktu di mana ia hidup.

Tidak jarang saya mendapati seseorang yang dengan nada meremehkan berkata, “Lo belum nonton film ini? Waduh, ke mana aja lo.” atau “Itu film udah lama banget kali. Ketinggalan jaman banget lo baru nonton film itu sekarang.”

Baca Juga:

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Perkataan-perkataan semisal itu, yang mengandaikan bahwa jika seseorang belum nonton film tertentu maka ia seperti pendosa besar yang mesti dihukum dengan risakan dan ledekan aneka rupa, sudah mewabah di sekitar kita.

Tidak mengherankan, sih. Tapi bukan berarti omongan-omongan model begitu bisa sepenuhnya dibenarkan. Pada satu titik, kita tak bisa menampik bahwa wawasan atau pengetahuan terhadap film menjadi hal yang penting bagi generasi milenial. Namun, menganggap bahwa orang yang tidak suka menonton film atau tidak menonton film tertentu berkasta lebih rendah atau sebagai seolah-olah seorang pendosa, jelas sangat keliru.

Biasa aja kali. Tidak menonton film hanyalah tidak menonton film. Tidak berarti hanya gara-gara tidak menonton film tertentu—misal tidak nonton Avengers atau Game of Thrones—hidup seseorang menjadi terasa kurang dan berdosa.

Apa hubungannya nonton film dengan perasaan kurang dan berdosa?

Ketimbang mengukur tingkat kualitas hidup seseorang dengan apakah ia menonton film tertentu atau tidak, jelas lebih masuk akal mengajukan pertanyaan-pertanyaan semisal: Kamu berbuat baik ke orang-orang sekitarmu atau tidak? Kamu menjaga lingkungan atau tidak? Kamu peduli terhadap isu-isu kesejahteraan sosial atau tidak?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jelas lebih penting ketimbang “Lo udah nonton serial terbaru Avengers atau belum?” atau “Lo udah nonton serial terbaru Game of Thrones atau belum?”

Percayalah, kawan, sama sekali tidak salah dan tidak berdosa jika kamu nonton film-film tersebut atau tidak. Mau nonton, silakan. Mau tidak, ya silakan juga. Yang kurang bikin saya sreg adalah ketika ada orang-orang sudah menonton film-film tersebut, lantas dengan jemawa merasa sebagai manusia paling up to date sedunia dan menyepelekan kaum-kaum yang tidak menontonnya.

Sungguh kesombongan yang tidak berkelas.

Padahal, nonton film-film semacam itu—tanpa maksud merendahkan kualitas film bersangkutan—tidak otomatis bikin mereka lebih baik dan berguna daripada yang tidak menontonnya. Apalagi kalau nontonnya dari hasil mengunduh film bajakan. Hadeuh~

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Avengers: EndgameBerdosaGame of ThronesKritik SosialNonton
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

nilai-nilai

Mempertanyakan Kembali Nilai-Nilai Kita

10 Juni 2019
pelacur

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!

5 Agustus 2019
jon snow dan permainan tahta

Jon Snow dan Sosok Mendiang Gus Dur: Tak Perlu Mati-Matian Mempertahankan Tahta

16 Mei 2019
5 Hal yang Bikin Malas Nonton Serial Netflix Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Malas Nonton Serial Netflix

17 Januari 2023
patriarkis

Memilih Hidup Sendiri Ketimbang Tunduk pada Budaya Patriarkis

19 Juli 2019
halalbihalal

Halalbihalal: Merunut Silsilah dan Sejarah Keluarga

9 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.