Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Alasan Saya Nggak Cocok Makan Mie Ayam Pelembang Afui Porsi Jumbo

Helena Yovita Junijanto oleh Helena Yovita Junijanto
7 Maret 2025
A A
Alasan Saya Nggak Cocok Makan Mie Ayam Pelembang Afui Porsi Jumbo Mojok.co

Alasan Saya Nggak Cocok Makan Mie Ayam Pelembang Afui Porsi Jumbo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang bilang, Mie Ayam Palembang Afui cocok untuk mahasiswa Jogja. Terutama mahasiswa mendang-mending yang uang bulanannya sering seret dan tidak seberapa. Asal tahu saja, mie ayam Afui memang punya porsi yang luar biasa banyak. Bahkan, menurut saya, kalian tidak perlu memilih menu Jumbo untuk mendapatkannya. Menu porsi biasa saja sudah sangat mengenyangkan.

Sebenarnya kapasitas perut saya menampung makanan tidak bisa dibilang kecil atau sedikit, ya sewajarnya manusia saja. Hanya saja, untuk menelan porsi jumbo mie ayam Palembang Afui, perut saya nggak sanggup. Lebih dari itu, ada beberapa hal lain yang membuat saya nggak cocok dengan porsi jumbo Afui:  

Porsi jumbo Mie ayam Palembang Afui rasanya membosankan

Bukannya nggak enak, saya merasa porsi jumbo mie ayam Palembang Afui itu rasanya membosankan. Saya memang tipe orang yang menikmati makanan pada 10 suapan pertama, setelah itu rasa makanan cenderung biasa saja dan lama-lama bisa membosankan. Nah, itulah yang terjadi kalau saya menyantap Mie Ayam Afui porsi Jumbo. Saya perlu puluhan suap untuk bisa menghabiskannya, sementara saya hanya bisa menikmati 10 suapan pertama. Sisanya? Rasa cenderung membosankan yang berujung pada kehilangan selera makan.

Itu mengapa, saya takut kalau memaksakan diri memesan porsi jumbo mie ayam Afui ini hanya akan berakhir mubazir. Padahal, orang-orang zaman dahulu bilang, rezeki bakal seret kalau tidak menghabiskan makanan karena dinilai menyiakan makanan. Memang sih sisa makanan bisa dibungkus, tapi ada biaya tambahan. Itu mengapa, saya lebih sering memesan porsi kecil atau sedang saja kalau makan di sana.  

Mending makan nasi daripada makan mie

Seporsi mie ayam jumbo dipatok harga sekitar Rp25.000. Sekilas, harga itu terlihat mahal untuk ukuran makanan di Jogja. Namun, melihat porsi yang didapatkan pelanggan, harga segitu sebenarnya sangat murah. Itu mengapa porsi ini cocok dimakan oleh seseorang dengan kapasitas perut besar yang sedang lapar-laparnya. 

Beda cerita dengan saya dan orang lain yang tidak mampu menampung makanan dalam porsi besar. Duit puluhan ribu lebih baik dibelanjakan makanan dalam bentuk nasi. Harap maklum, saya salah satu orang yang termakan doktrin Orde Baru kalau makan itu harus nasi. Apalagi, dengan duit puluhan ribu di Jogja kalian bisa mendapat nasi dengan berbagai macam lauk pauk yang enak. 

Di atas beberapa alasan yang membuat saya malas makan mie ayam Palembang Afui, khususnya yang porsi jumbo. Walau kerap dicap aneh oleh teman-teman karena dianggap menyia-nyiakan kesempatan, saya paham kebutuhan ketika menyantap makanan. Bagi saya, makan tidak melulu kenyang, yang penting makan saja sudah cukup. Itu mengapa berbagai promo makanan kerap tidak mempan karena memang kebutuhannya bukan kenyang. 

Penulis: Helena Yovita Junijanto
Editor: Kenia Intan

Baca Juga:

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

BACA JUGA Saya Kecewa dengan Mie Ayam yang Dijual di Warung Bakso dan Mie Ayam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2025 oleh

Tags: afuiMie Ayammie ayam afuimie ayam palembang afuimie palembangpalembang
Helena Yovita Junijanto

Helena Yovita Junijanto

Alumnus UGM 2024, Dosen Universitas Terbuka, Peneliti dan Penulis

ArtikelTerkait

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

23 Januari 2024
Mie Ayam Chili Oil, Inovasi Kurang Masuk Akal bagi Saya

Mie Ayam Chili Oil, Inovasi Kurang Masuk Akal bagi Saya

12 April 2025
Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was Mojok.co

Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was

17 Februari 2024
Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

16 Desember 2023
Panduan Menikmati Mie Ayam dengan Saos Menurut Anak Pedagang. Beda Jenis, Beda Saosnya

Panduan Menikmati Mie Ayam dengan Saos Menurut Anak Pedagang. Beda Jenis, Beda Saosnya

1 Oktober 2025
5 Kuliner Palembang yang Patut Dicicipi selain Pempek

5 Kuliner Palembang yang Patut Dicicipi selain Pempek

3 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.